Mengunjungi Huma Betang di Desa Adat Pasir Panjang

0
226
Bangunan Utama Huma Betang.

Huma Betang merupakan istilah yang bermakna Rumah Besar. Huma Betang dijadikan tempat beristirahat, berkumpul, dan berlindung oleh masyarakat dayak di masa lampau. Dari Huma Betang inilah tumbuh ikatan kekeluargaan, kekerabatan, dan solidaritas sesama dayak, terutama di Provinsi Kalimantan Tengah.

Kini, Huma Betang sudah tidak menjadi bangunan utama oleh masyarakat dayak. Mayoritas Huma Betang yang ada, dan tersebar di Kalimantan Tengah, sudah dijadikan tempat bersama, tetapi tidak banyak yang menggunakannya sebagai rumah keluarga. Ada yang dipakai sebagai tempat penyimpanan benda-benda warisan pusaka, balai musyawarah, dan tempat merayakan upacara-upacara adat.

Salah satu Huma Betang yang dijadikan lokasi wisata adalah Huma Betang Pasir Panjang. Destinasi wisata ini terletak di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Para wisatawan dari luar kota bisa mengunjungi objek wisata ini dari Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun, yang berjarak sekitar empat kilometer atau hanya 7 menit jika jalan sedang tidak ada hambatan.

Monumen Orangutan Selamatkan habitat Orangutan.

Lokasi wisata ini cukup luas, diperkirakan 540 meter persegi. Ketika pelancong memasuki gerbang, mereka bisa melihat ada sekitar dua bangunan utama. Yang pertama adalah Huma Betang, dan kedua adalah semacam aula terbuka di sisi kiri Huma Betang. Ketika menginjakkan kaki di tempat ini akan disambut oleh rerumputan menutupi seluas halaman membuat cantik pemandangan.

Wisatawan bisa memilih ingin langsung memasuki Huma Betang atau berkeliling ke bangunan atau monumen sekitar. Seperti yang terlihat pada gambar, di sisi kanan depan Huma Betang ada monumen patung Tokoh Adat Dayak Pasir Panjang, Topar. Pengunjung boleh berfoto di spot ini.

Sementara itu di sisi kiri ada monumen fauna yang dilindungi, Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus). Di spot ini pun pengunjung bisa berfoto ria sembari mengingat pesan yang terdapat di monumen ini, “Selamatkan habitat Orangutan”. Hewan yang punya karakteristik DNA mirip manusia ini, terlindungi di Taman Nasional Tanjung Puting, lokasinya relatif dekat dari kota Pangkalan Bun. Jika ingin ke sana bisa melalui sungai dengan menaiki kelotok (perahu besar) dari pelabuhan wisata Kecamatan Kumai.

Di dalam Huma Betang terdapat alat musik tradisional, perisai hias bermotif dayak, dan sebuah patung kayu hitam berbentuk orang yang sedang memegang ikan.

Kembali ke Huma Betang, mari kita menengok ke bagian dalamnya. Jalan masuknya adalah melewati tangga kayu yang hanya bisa dilewati oleh satu orang bergantian. Tangga ini merupakan teknologi masa lampau dari peradaban tropis, terutama di Asia Tenggara. Karena Huma Betang dibangun sebagai rumah panggung, yang bertujuan untuk melindungi penghuninya dari hewan buas, tangga untuk memasukinya pun dibangun seminimalis mungkin. Sebagian Huma Betang zaman dulu bahkan tidak memiliki pegangan tangan.

Di bagian dalam cukup lengang dan lapang. Siapa pun yang masuk perlu untuk mengisi buku tamu yang tersedia di sisi kiri pintu masuk. Pengunjung juga bisa memberikan kesan-kesan di buku tersebut. Jika masuk lebih dalam, akan terasa kesejukan dan keheningan yang menyenangkan. Di bagian kanan belakang Huma Betang, tersimpan alat-alat musik seperti gong dan yang lainnya. Begitu pula di bagian kiri. Sementara di tengah ada hiasan perisai yang tergantung di dinding. Nah, yang unik, ada sebuah patung dari kayu yang dicat hitam pekat. Patung ini cukup tinggi dengan bagian atas berbentuk manusia yang memegang seekor ikan.

Monumen Tokoh Adat Dayak Pasir Panjang, Topar.

Suasana yang nyaman akan membuat wisatawan betah berada di dalam Huma Betang. Perasaan tentram dan aman akan hadir dalam benak siapa pun. Di dalam bangunan ini juga tersedia tempat duduk dan tempat sampah, sangat lengkap, bukan? Oh ya, penerangan juga memadai dengan lampu yang cukup besar di bagian langit-langit.

Jika ingin penjelasan lebih lengkap ketika mengunjungi lokasi ini, pemerintah desa pun menyiapkan juru pelihara (house keeper) yang bisa mendampingi. Jadi tak perlu bingung saat berkunjung ke tempat ini.

Mungkin ada yang bertanya-tanya berapa biaya masuk ke destinasi wisata ini? Jawabannya adalah (saat artikel ini ditulis) gratis. Parkir kendaraan pun juga tak dipungut biaya. Kendati begitu sudah sepantasnya siapa saja menjaga kebersihan tempat ini.

Nah, kalau kamu ingin mengunjungi Huma Betang Pasir Panjang, kamu bisa terbang dari kotamu ke tujuan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Selamat berlibur, kawan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.