Mengunjungi Danau Beratan Bedugul di Bali

0
235
Salah satu tempat ibadah yang diatas danau.

Danau Beratan Bedugul atau sering disebut Danau Bedugul adalah danau terbesar kedua di Bali. Danau ini memiliki keunikan, yaitu adanya sebuah pura yang berada di tengah danau. Pura yang didirikan oleh raja dari Kerajaan Mengwi pada tahun 1633 Masehi itu bernama Pura Ulun Danu. Nama Ulun Danu berasal dari Bahasa Bali yang artinya Pura yang berada di atas danau, lebih tepatnya berada di tengah danau.

Pura Ulun Danu punya ciri khas terletak pada menaranya yang bertingkat. Terdapat tiga menara dengan 11 tingkat, 7 tingkat dan 3 tingkat. Menara tersebut menyimbolkan tiga Dewa Trimurti, yaitu 11 tingkat melambangkan Dewa Wisnu, 7 tingkat melambangkan Dewa Brahma dan 3 tingkat melambangkan Dewa Siwa. Pura Ulun Danu, selain terdapat di Danau Beratan Bedugul, juga ada di Danau Batur. Meskipun memiliki nama yang sama, kedua pura ini beda lokasinya.

Pura Ulun Danu dibangun sebagai tempat pemujaan Dewi Parwati oleh masyarakat Hindu Bali. Dewi Parwati adalah dewi air yang merupakan istri dari Dewa Siwa. Selain Pura Ulun Danu, juga terdapat Pura Panataran Agung, Pura Dalem Purwa, Pura Taman Beji, Pura Lingga Petak serta Pura Prajapati.

Masyarakat setempat yang melaksanakan upacara ibadah.

Danau Beratan Bedugul dapat diakses dengan cara berjalan kaki atau menggunakan wahana air. Wahana yang bisa dipakai adalah sepeda bebek yang dapat disewa dengan harga Rp. 35.000 per 30 menit, sampan dengan Rp. 75.000 per 30 menit, dan speed boat seharga Rp. 150.000 untuk lima penumpang.

Saya sendiri menikmati Danau Beratan Bedugul dengan cara berjalan kaki. Hawanya sangat sejuk karena terletak pada ketinggian 1.239 meter di atas permukaan laut. Selain itu, pohon cemaran yang hampir ada di sepanjang jalan menambah teduh suasana. Saking terkenalnya, Danau Beratan Bedugul sempat dijadikan gambar pada uang Rp. 50.000  sebelum akhirnya berganti menjadi Pulau Komodo.

Tanaman di sekitar tempat wisata Danau Beratan terlihat cantik dan bisa dipakai untuk spot foto. Misalnya, patung hewan, seperti burung elang dan serigala, yang diselimuti bunga. Oh ya, ada juga dua patung naga dengan dua ekor harimau disampingnya yang mengitari pohon bambu yang rindang. Memang banyak sekali patung di sini, ya?!

Pemandangan Danau Beratan.

Saya sempat menyaksikan masyarakat setempat yang sedang melaksanakan ritual ibadah, yakni melakukan ritual pemberian sesaji. Bahkan tidak sedikit fotografer yang mengelilingi upacara peribadatan itu. Masyarakat sudah welcome jika ada yang mau mengabadikan ritual ibadah tersebut.

Kemudian bagi penunjung yang akan membeli oleh-oleh tidak usah khawatir karena terdapat ruko-ruko yang menjual pernak-pernik khas Bali. Selain itu di sini juga ada masjid yang sempat saya dengar alunan adzannya. Jarak masjidnya sekitar satu kilometer, namun masih di Desa Candi Kuning juga. Untuk pengunjung yang mengajak anak-anak, disediakan tempat bermain seperi jungkat jungkit, ayunan, seluncuran, dan masih banyak lainnya. Selain itu di dalam lokasi juga terdapat restaurant yang cukup megah.

Jalan di lokasi wisata Danau Beratan.

Danau Beratan, selain menjadi lokasi wisata, ternyata juga menjadi subak atau sistem jaringan irigasi yang ada di Bali. Karena di sekitaran pegunungan juga terdapat lahan pertanian milik warga. Lokasi Danau Beratan Bedugul berada di Jalan Raya Candi Kuning, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Danau Beratan dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Jalan menuju Danau Beratan dikeilingi Pegunungan Kaldera Gunung Api Purba Beratan. Akses jalan sudah baik, namun harus hati-hati karena di sebelah kanan dan kiri terdapat jurang. Pemandangan yang indah bisa membuat pengunjung bisa menikmati perjaanan menuju Danau Beratan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.