Mengintip Proses Pembuatan Piring Lidi Anyaman di Desa Lemusa, Parigi Moutong

0
902
Piring lidi anyaman siap dipasarkan.

Ketika pertama kali melihat piring lidi anyaman, berbagai pertanyaan terlintas di benak saya. Bagaimana caranya membentuk lidi menjadi sebuah piring? Kenapa lidi ini tidak patah? Bukankah lidi mudah patah jika dibengkokkan? Ini satu piring butuh berapa lidi ya? Dan masih banyak pertanyaan lain seputar piring lidi. Biasanya pertanyaan ini muncul saat saya memegang piring lidi dalam antrian panjang menuju meja tempat makanan pada suatu acara yang saya hadiri. Namun, saat piring lidi yang tadinya kosong seketika penuh dengan aneka menu, pertanyaan seputar piring lidi menguap begitu saja tanpa mendapat jawaban. Hingga pada suatu hari, misteri piring lidi terjawab oleh Ibu Paulina, pengrajin piring lidi di Desa Lemusa, Kabupaten Parigi Moutong.

Desa Lemusa terletak di kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dari Ibu Kota Kabupaten Parigi Moutong ke Desa Lemusa dapat ditempuh selama kurang lebih 20 menit menggunakan sepeda motor. Hijaunya area pesawahan berlatar pegunungan akan menjadi pemandangan indah yang setia menemani perjalanan menuju Desa Lemusa.

Dengan bantuan seorang teman, saya diantar menuju rumah Ibu Paulina yang terletak di kompleks perumahan bantuan bencana banjir Parigi Moutong tahun 2012. Waktu itu, kami datang di akhir bulan Desember. Suasana Natal mulai terasa. Pohon natal, lampu warna warni, dan berbagai pernak pernik perayaan Natal menghiasi setiap rumah warga. Desa Lemusa merupakan salah satu desa di Parigi Moutong dengan penduduk mayoritas beragama Kristen.

Proses pembuatan piring lidi anyaman.

Awalnya saya merasa kurang beruntung karena datang di saat yang tidak tepat. Mengingat waktu perayaan Natal yang semakin dekat, untuk sementara Ibu Paulina  dan para pengrajin lain tidak memproduksi piring lidi anyaman. Lagipula masih banyak piring pesanan orang yang belum diambil. Ya sudahlah, nanti saya akan datang lagi di lain waktu. Namun, Ibu Pulina berbaik hati memberikan waktunya pada kami. Ibu dari empat orang anak ini mau membuatkan satu piring lidi anyaman khusus agar kami dapat melihat proses pembuatannya.

Untuk membuat satu piring lidi anyaman, Ibu Paulina membutuhkan 84 batang lidi. Tidak semua lidi dapat dianyam menjadi piring. Jika lidi sudah terlalu kering, maka besar kemungkinan lidi akan patah selama proses pembuatan. Ibu Paulina memilih lidi dari jenis kelapa hibrida. Pengalaman di dunia piring lidi anyaman membuatnya mengambil kesimpulan bahwa lidi jenis ini adalah pilihan terbaik karena mudah dibengkokkan dan tidak mudah patah.

Piring lidi anyaman ketika belum dipotong pangkal dan ujungnya.

Setelah 84 batang lidi telah siap, lidi dibagi menjadi tujuh kelompok yang masing-masing berisi 12 batang lidi. Nah, tujuh kelompok lidi inilah yang kemudian dirangkai  silang menyilang hingga dasar piring membentulk lingkaran. Dalam proses membentuk lingkaran ini, Ibu Paulina menggunakan tali untuk mengikat pangkal lidi  agar rangkaian piring semakin mudah dirapatkan.

Ketika rangkaian piring telah terikat kuat, proses selanjutnya adalah mulai menganyam. Dibutuhkan konsentrasi, kesabaran, ketelitian, dan teknik khusus untuk mengerjakan bagian ini. Ketika saya berpikir menganyam adalah proses tersulit, Ibu Paulina justru berkata sebaliknya. Menganyam dianggapnya sebagai tahap paling mudah dari membuat piring lidi anyaman karena dapat dilakukan sambil duduk santai. Setelah dianyam, selanjutnya adalah membentuk piring dengan cara ditarik dan dirapatkan. Setelah piring terbentuk sempurna, tahap selanjutnya ialah memotong pangkal dan ujung lidi yang tersisa.

Memotong pangkal dan ujung lidi merupakan bagian terakhir dari proses pembuatan piring lidi anyaman. Setelah proses ini selesai, piring lidi telah siap untuk dijual kepada para pemesan atau pengepul. Namun untuk menaikkan nilai ekonomis, biasanya para pengrajin memilih untuk mempernis terlebih dahulu. Dari pengrajinnya langsung seperti Ibu Paulina, piring lidi anyaman dapat dibeli dengan harga Rp 60.000 untuk satu lusin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.