Mengintip Isi dari Museum Rekor Indonesia

0
666
Museum Rekor Indonesia.

Museum Rekor Indonesia (MURI) adalah salah satu Museum di Kota Semarang. Museum ini didirikan oleh Jaya Suprana pada 27 januari 1990. Berada di dalam kawasan Industri Jamu Jago. Tepatnya beralamat di Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang. Dari luar memang terlihat pintu gerbang Jamu Jago yang dibuka sedikit. Jadi, sebagai pengunjung harus melapor kepada satpam yang bertugas, baru kemudian diperbolekan masuk.

Museumnya berada di lantai 2, setelah berada di lantai 2 saya bertemu guide yang ramah. Menyambut saya dan meminta saya berfoto di 3 spot foto untuk dijadikan bukti kehadiran pengunjung. Setelah itu saya dibebaskan keliling Museum secara gratis, guide-nya sempat menjelaskan kepada saya bahwa di MURI sedang diperkenalkan teknologi yang baru, yang memungkinkan pengunjung menikmati bagian museum dengan cara yang berbeda. Sebut saja Augmented Reality dan Virtual Reality.

Pajangan gambar dan karikatur di museum ini sangat banyak. Berbagai hal yang unik dan tidak saya pikirkan bisa dipajang, sebagian gambar di museum ini dapat memunculkan animasi jika dipotret menggunakan kamera handphone. Misalnya gambar tari saman yang akan memunculkan animasi tari saman dan gambar naga yang akan memunculkan animasi naga yang bergerak. Sayangnya, masih terbatas menggunakan aplikasi yang hanya dipasang di HP petugas. Padahal saya masih ndeso dan ingin mengbadikan yang saya lihat dari Augmented Reality ini.

Augmented Reality Mengenai Terjun Payung di Bali.

Kemudian juga terdapat teknologi Virtual Reality, di mana Pengunjung dapat merasakan keindahan alam daerah-daerah di Indonesia dengan video 360o. Saya sempat mencoba Pulau Bali dengan pemandangan dasar laut dengan video dan suara benar-benar seperti di lautan, serta pemandangan langit di Bali dengan sensasi seperti terjun dari sebuah pesawat.

Pada tengah museum juga terdapat layar TV yang menanyangkan lagu-lagu tradisional atau lagu nasional yang dinyanyikan tokoh kondang, seperti Kwik Kian Gie, Megawati Soekarnoputri, Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono, dan lain-lain. Kemudian di MURI juga ada koleksi foto yang dipajang tentang rekor-rekor yang pernah diraih bangsa Indonesia, seperti Rumah Gading Terpanjang, Parede Reog Kendang Tulungagung Terpanjang, Pagelaran Ketoprak oleh Pemain Kembar Terbanyak, dan masih banyak rekor lainnya. Dari gambar-gambar yang ada memang sengaja hanya menampilkan rekor yang diraih oleh bangsa Indonesia saja.

Salah Satu Spot untuk Mempelajari Rekor yang Dimiliki Indonesia.

Pengunjung bisa menikmati museum sambil jalan atau sambil nongkrong di kursi yang telah disediakan. Selain gambar, juga terdapat karikatur dengan pesan-pesan positif yang turut menghiasi ruangan. Seperti karikatur mengenai kekayaan budaya Indonesia dan problematika yang dirasakan oleh masyarakat. Kemudian juga dipajang beberapa alat musik tradisional Indonesia seperti Gamelan, Kenong, dan Gong. Selain itu juga ada trasportasi seperti sepeda onthel hingga alat dapur seperti lumping, alu, dan layah.

Ruangan berikutnya adalah mengenai sejarah Pabrik Jamu Jago. Berbagai rempah-rempah asli Indonesia dipajang apik dengan keterangan yang lengkap dan pencahayaan yang baik. Rempah-rempahnya seperti temukunci, kola, babaan pule, lengkuas, kencur, dan sebagainya. Lalu juga ada peralatan Industri Jamu Jago seperti mesin ketik, kalender, hingga packaging jamu jago zaman dulu masih dipajang lengkap di sini.

Temukunci Salah Satu Rempah Khas Indonesia.

Museum Rekor Indonesia kondisinya sangat bersih. Terdapat pendingin ruangan dan pencahayaan yang baik. Dari Jalan Museum ini dapat terlihat patung ayam jago yang dipajang di gerbang sebagai ikon penting Industri Jamu Jago. Ayam jago dalam Bahasa Indonesia artinya adalah ayam jantan. Kemudian dari pengalaman saya berkunjung, saya juga tidak perlu membayar uang parkir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.