Mengintip Bagian Dalam Kapal Selam di Monkasel

0
222
Bangkai Kapal KRI Pasopati 410.

Sebagai poros maritim Indonesia timur, Kota Surabaya masih menampakkan kejayaannya. Pelabuhan Tanjung Perak menjadi bukti kuatnya maritim Surabaya.Tak hanya itu, Monumen Kapal Selam atau yang biasa disebut dengan Monkasel juga pernah menjadi salah satu kapal tempur bukti kehebatan maritim Indonesia. Monumen ini bukanlah bangunan yang mirip dengan kapal selam, tapi kapal selam sungguhan yang sengaja diangkat kedaratan untuk mengenang keberanian para pejuang.

Berada di Jalan Pemuda, Embong Kaliasin yang letaknya tepat di jantung kota, membuat monumen ini mudah sekali untuk dikunjungi. Tempatnya sendiri berada di samping parkir timur Plaza Surabaya. Jadi jika sedang berada di Plaza Surabaya, kalian tinggal jalan kaki saja untuk sampai ke Monumen Kapal Selam. Monumen buka dari pukul 08.30 WIB hingga 21.00 WIB. Harga tiket masuknya sebesar Rp. 15.000 per orang.

Setelah jalan-jalan pagi, saya dan teman saya menyempatkan diri untuk mengunjungi monumen kapal selam terbesar di Asia ini. Saat pertama kali masuk area Monkasel ada sebuah motto satuan kapal selam bertuliskan “Tabah Sampai Akhir”, sebuah motto yang menggambarkan tentang keberanian, keuletan, kesabaran, ketenangan dan keteguhan. Saat akan menaiki kapal di bagian bawa terdapat papan data-data dari kapal selam ini.

Data-data KRI Pasopati 410.

Bernama KRI Pasopati 410, Montasel termasuk tipe SS Whiskey Class dan dibuat di Vladi Wostok Rusia pada tahun 1952. Kapal ini mulai digunakan Angkatan Laut Indonesia pada tahun 1962. Tugasnya adalah menghancurkan garis musuh serta melakukan pengawasan, dan penggerebekan secara diam-diam. Kapal dengan panjang 76,6 meter ini pernah juga dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru sebagai upaya untuk membebaskan rakyat Irian Jaya dari cengkraman Belanda.

Setelah menaiki tangga, kalian akan sampai di pintu masuk kapal selam dan disambut oleh seorang penjaga dengan baju pelayar yang meminta karcis kalian. Di sana juga ada seorang guide yang akan mengantar kalian melihat ruang-ruang di dalam kapal dan menjelaskan sedikit sejarah serta fungsi ruangnya. Kapal ini mulai berhenti digunakan sejak tahun 1989 dan resmi pensiun pada tahun 1990 dan diresmikan sebagai Monumen Kapal Selam pada tahun 1998.

Ada tujuh ruang dalam kapal besar ini. Ruang pertama  yang akan kalian masuki adalah ruang Haluan Torpedo. Ruangan tersebut memiliki empat lubang di bagian depan untuk empat torpedo. Ruang kedua adalah Ruang Bersantai. Terdapat dua tingkat matras berwarna hijau dan meja di depannya. Di dekat meja ada foto-foto komandan yang pernah menjalankan kapal ini. Komandan kapal memilikiruang tersendiri yang disebut Ruang Komandan. Ruangan tersebut berupa kamar dengan ukuran yang kecil dan lebih privat. Di dalam kamar komandan juga terdapat matras hijau, meja, dan lemari.

Ruang selanjutnya adalah jembatan utama dan pusat komando. Di ruang ini terdapat berbagai alat. Ada giro kompas, bilik hitung, pengatur suhu, dan teropong untuk mengintai. Karena penasaran, saya mencoba mendekatkan mata ke teropong pengintai. Tetapi yang saya dapatkan hanya sinar putih terang saja. Meskipun begitu, asyik juga mencoba alat yang ada di sini. Jadi berasa ikut berpetualang mengarungi samudra luas deh.

Ruang istirahat ABK.

Ruang keempat adalah Ruang Tidur. Terdapat tempat tidur ABK, ruang makan ABK, dapur serta tempat penyimpanan bahan makanan.  Di bagian kiri paling belakang terdapat peralatan bantu (kompresor udara dan conventer listrik). Lanjut ke ruang selanjutnya adalah Ruang Mesin Diesel dan Terminal Mesin.

Ruang keenam adalah kamar mesin listrik. Di sini terdapat dua buah motor listrik, generator pokok untuk menggerakkan baling-baling atau pengisian baterai. Motor listrik ini dapat berfungsi ganda. Bila diputar oleh tenaga listrik dari baterai maka berfungsi sebagai motor listrik penggerak profiler dan bila diputar oleh diesel pokok sebagai generator, maka fungsinya berubah menjadi pengisian baterai. Di sini juga terdapat dua motor ekonomis yang digunakan saat kapal berlayar dengan menggunakan kecepatan ekonomis. Berlanjut ke  ruang terakhir adalah Ruang Torpedo Bagian Buritan yang memiliki dua lubang untuk dua torpedo.

Setelah mengintip bagian dalam kapal selam, kalian bisa menuju ke ruang diorama yang berada di belakang area. Di sini akan diputar film yang berisi sejarah Kapal KRI Pasopati 410. Durasi film sekitar 15 menitan.

Sebuah pengalaman menarik bisa merasakan berada di dalam kapal selam yang sangat besar ini. Kalian pasti ingin merasakannya juga kan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.