Menghabiskan Malam di Legian, Banyak Kegiatan yang Bisa Dilakukan

0
515
Legian Bali
Nama-nama korban bom Bali.

Karena tujuan awal saya ke Bali adalah mengunjungi Pantai Kuta, akhirnya dari Terminal Ubung saya menuju Jalan Legian sebagai pemberhentian akhir tujuan saya. Dan, supaya lebih gampang lagi, saya meminta diturunkan di depan Tugu Peringatan Bom Bali dengan alasan agar tukang ojegnya tidak kebingungan mencari tempat berhenti dan juga lebih gampang mematok harganya.

Walaupun memang tujuan saya adalah Pantai Kuta, tetapi saya tidak mencari penginapan yang dekat dengan pantai ini. Karena, menurut saya, agak membingungkan untuk memilih salah satu penginapan yang murah dari sekian banyak penginapan. Dan juga, penginapan murah yang berada di sekitar jalan-jalan Pantai Kuta tidak tidak terlihat jelas di google maps yang akhirnya membingungkan saya untuk memilih suatu tempat sebagai patokan pemberhentian akhir saya.

Karena waktu sudah menunjukkan jam sembilan malam, saya memutuskan untuk menginap di sekitar Jalan Legian yang sebelumnya sudah saya lihat di aplikasi selama di perjalanan tadi. Beruntung bagi saya, penginapannya hanya beberapa menit dari tugu dan tidak susah untuk mencarinya. Ketika, sudah pesan kamar dan menyimpan barang bawaan, saya kembali lagi ke tempat di mana saya turun dari ojeg, yaitu Tugu Peringatan Bom Bali.

1. Tugu Peringatan Bom Bali

Tugu Peringatan Bom Bali ini adalah tugu untuk mengenang peristiwa pengeboman yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2002. Terlepas dari peristiwa tragis dan menyedihkan, tugu ini dihiasi dengan lampu-lampu kerlap-kerlip yang berwarna-warni. Dengan dekorasi tersebut, akhirnya tugu ini yang paling mencolok diantara banyaknya bangunan sekitarnya.

Tugu Peringatan Bom Bali
Tugu Peringatan Bom Bali.

Memang, tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sekitar tugu ini, selain melihat nama-nama korban bom bali dan menikmati kerlip lampu yang warnanya terus berganti setiap detiknya. Juga, karena letaknya yang berada di pertigaan, jadi dari angle sudut jalan ini, sepanjang Jalan Legian lebih jelas terlihat. Jelas sekali terlihat banyaknya bar dan café, toko-toko baju dan souvenir, serta para turis domestik dan mancanegara yang berlalu lalang.

2. Memilih tempat makan

Akan sangat sulit sekali jika saya harus memilih tempat makan dan minum di sekitar Jalan Legian, karena tempat ini banyak sekali dan menghidangkan menu makanan dan minuman yang beragam.

Legian Waktu Malam
Cafe dan Bar di Jalan Legian.

Ada café, bar, restoran atau hanya warung makan dan mini market yang juga menyediakan menu makanan dan minuman. Banyak pilihan dan banyak juga pelayanan yang diberikan. Hanya saja, saya belum cukup familiar dengan suasana ramainya pengunjung yang kebanyakan wisatawan mancanegara. Akhirnya, saya lebih memilih makanan cepat saji dan minuman yang berada di minimarket dekat tugu.

Menikmati Minuman di Legian Bali
Menikmati Minuman di Legian Bali.

Yang paling asik sebenarnya bukan mencicipi makanan dan minuman yang saya beli, tapi lebih menikmati suasana Jalan Legian yang mungkin bukan pemandangam setiap hari yang bisa saya lihat. Jadi, nongkrong di jalan ini sambil menikmati makanan dan minuman itu lah yang memberikan pengalaman seru bagi saya yang baru menginjakkan kaki di Bali.

3. Toko Baju dan Souvenir

Tidak lengkap memang jika kita pergi ke suatu tempat wisata dan kita tidak membeli souvenir khas di tempat wisata tersebut. Baju yang bertuliskan bali dan souvenir khas bali lainnya mungkin bisa menjadi barang unik yang harus kita beli.

Asalkan kita harus pintar-pintar untuk menawarnya dan jangan juga menawar terlalu rendah. Pengalaman unik ketika mbeli souvenir adalah, mungkin karena saking banyaknya wisatawan asing yang datang, terkadang kita juga dianggap bagian dari wisatawan asing tersebut, sehingga beberapa pedagang mengajak kita untuk berbicara dengan bahasa inggris.

4. Jalan-Jalan di legian 

Seperti sudah saya sebutkan tadi bahwa suasana di sekitar Jalan Legian sangat ramai, keramaian ini bukan pemandangan sehari-hari yang bisa kita lihat. Jadi, akan merasa rugi jika kita langsung kembali lagi ke penginapan.

Legian Bali
Permainan Slingshot.
Lalu lintas di sepanjang Jalan Legian
Lalu lintas di sepanjang Jalan Legian.

Akhirnya, walaupun hanya dengan berjalan kaki menyusuri trotoar jalan legian, kegiatan itu sudah cukup menyenangkan. Beragam dekorasi restoran dan tempat makan lainnya, musik-musik kafe yang saling bersahutan, dan terkadang ada profesi unik yang baru kita lihat, contohnya pesulap jalanan, sudah menjadi hiburan tersendiri bagi saya ketika berjalan-jalan di sepanjang trotoar Jalan Legian.

Nah, itulah 4 aktivitas yang saya habiskan di Jalan Legian ketika baru sampai di sana. Mungkin, Teman Backpacker punya aktivitas lain di sana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.