Menggali Sejarah di Benteng Benteng Van Den Bosch, Ngawi

0
537
Benteng Pendem.

Kalau kebetulan sedang berada di Ngawi, Jawa Timur, tak berkesan rasanya jika tak sekalian berwisata sejarah ke Benteng Pendem yang terletak di Jl. Untung Suropati Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Benteng ini juga sering disebut dengan nama Benteng van den Bosch, karena benteng ini dibangun saat kepemimpinan Jenderal van den Bosch sekitar tahun 1825. Benteng ini dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda saat menduduki wilayah Ngawi. Dulunya, benteng ini digunakan untuk mempertahankan kedudukan Belanda di Ngawi sekaligus sebagai fungsi strategis untuk menguasai jalur perdagangan. Oleh karena itu, benteng ini menjadi peninggalan sejarah yang sangat berharga bagi Kabupaten Ngawi.

Selain itu, Benteng Pendem juga digunakan sebagai tanggul penahan banjir karena lokasinya yang diapit oleh dua sungai, yaitu Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Lokasi benteng yang menjorok ke dalam tanah menjadikan benteng ini bisa menahan terjadinya banjir di Ngawi. Karena bentuknya yang menjorok ini, benteng ini diberi nama Benteng Pendem. Terpendam di bawah tanah.

Untuk masuk ke dalam Benteng Pendem, pengunjung dikenai biaya Rp 5.000. Biaya itu tergolong sangat murah untuk menggali sejarah di dalamnya, sekaligus berswafoto atau berfoto ala model di dalamnya. Pada bagian dalam benteng, banyak terdapat titik-titik lokasi yang indah untuk dijadikan latar belakang foto karena benteng ini dibangun dengan bentuk bangunan bergaya Eropa dan Romawi. Bahkan, di dalamnya juga terdapat sisa-sisa perlengkapan perang yang digunakan sebagai pertahanan Pemerintahan Kolonial Belanda selama menguasai wilayah Ngawi. Peninggalan itu berupa senjata dan meriam, karena dulunya benteng ini dihuni oleh tentara Belanda sebanyak 250 orang dan 60 orang kavaleri yang dipimpin langsung oleh Johannes van den Bosch.

Bangunan Benteng Pendem.

Sisa-sisa bangunan, seperti barak, toilet, kamar mandi, dan makam menjadi wisata sejarah yang menarik. Pengunjung, terutama siswa, dapat mempelajari sejarah secara langsung dengan menyaksikan sendiri bentuk peninggalan sejarah penjajan Belanda di tanah Ngawi. Makam yang bisa dilihat oleh pengunjung adalah Makam K. H. Muhammad Nursalim. Beliau adalah satu di antara pengikut Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke benteng ini. Beliau mati setelah dikubur hidup-hidup di Benteng Pendem karena tentara Belanda tidak dapat membunuhnya dengan senapan. Menurut pemandu wisata, Nursalim memang memiliki kesaktian orang Jawa yang tubuhnya tidak dapat ditembus peluru. Selain itu, Nursalim diyakini sebagai orang pertama yang menyebarkan agama Islam di Ngawi.

Setelah Indonesia merdeka, benteng ini digunakan sebagai markas Yon Armed. Berkat Yon Armed, benteng ini akhirnya bisa dibuka untuk umum sehingga bisa dipelajari sejarahnya. Dulunya, benteng ini ditutup karena dianggap sebagai kawasan terlarang dan digunakan untuk gudang amunisi.

Kondisi bangunan benteng yang kurang terawat.

Benteng ini sudah dibuka sejak pukul 08:00. Karena lokasinya yang terbuka dan sangat luas, yaitu sekitar 1 ha, pengunjung disarankan untuk berkunjung ke sini saat pagi hari atau sore hari. Jangan berkunjung saat siang hari, karena udara di sana sangat panas, sehingga mengganggu kenikmatan berwisata sejarah dan berswafoto di benteng. Setelah lelah berkeliling benteng, pegunjung dapat beristirahat dan menikmati kudapan di warung dekat pintu keluar benteng. Kudapannya berupa cemilan, mi dadak, bahkan kopi.

Karena sejarahnya yang sangat membantu dalam pembelajaran sejarah di Indonesia, Presiden Jokowi berniat untuk melakukan pemugaran dan perawatan terhadap benteng ini. Untuk itu, presiden sudah melakukan kunjungan secara langsung ke benteng. Saya pun setuju dengan rencana presiden karena ketika saya ke sana. Benteng Pendem benar-benar tidak terawat. Banyak belukar liar tumbuh. Selain itu, beberapa peninggalan sejarah di dalamnya tidak dibersihkan. Dibiarkan kotor sehingga mengganggu pemandangan. Setidaknya, perawatan ini bisa mempertahankan keberadaan benteng ini hingga bertahun-tahun lamanya.

Siapkan energimu untuk menggali sejarah di dalam Benteng Pendem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.