Mengenang Kembali Jasa Pahlawan di Museum PETA, Bogor!

0
680
Patung Daidancho di Museum PETA.

Sudah 73 tahun Indonesia merdeka, kita hidup dengan aman dan tenang tanpa gangguan para penjajah. Semua itu berkat jasa para pahlawan yang telah berkorban dengan segenap jiwa dan raga sebagai taruhannya. Tidak sedikit pahlawan yang berguguran di medan perang dalam mempertahankan kemerdekaan. Hal ini semata-mata untuk memerdekakan dan melindungi rakyat Indonesia.

Dari kecil kita sudah diajarkan di sekolah tentang lagu-lagu wajib nasional yang sarat akan makna, dasar-dasar negara, dan juga sejarah perjuangan pahlawan-pahlawan di Indonesia. Semua ini agar kita tahu betapa pentingnya menghargai jasa-jasa para pahlawan.

Nah, travelovers, apa kalian masih ingat nama-nama pahlawan nasional atau siapa nama presiden pertama Indonesia? Wah, jangan sampai lupa ya, travelovers, karena tanpa mereka kita tidak bisa semerdeka ini.

Museum dan Monumen PETA.

Untuk mengingat kembali jasa para pahlawan, saya mencoba mendatangi salah satu museum yang sarat akan sejarah pergerakan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Travelovers, ada yang tahu dengan museum yang saya maksud? Kalau yang belum tahu, tenang saya akan kasih tahu di artikel ini.

Berlokasi di Jl. Jend. Sudirman No. 35, Bogor, Jawa Barat, museum ini bernama Museum dan Monumen Pembela Tanah Air (Museum PETA). Dari namanya sudah tidak asing ditelinga kita yah, travelovers, karena sejak SD kita sudah dikenalkan dengan kata Pembela Tanah Air (PETA).

Tapi apa, travelovers, sudah berkunjung ke Museum PETA ini? Mungkin ada yang sudah dan juga banyak yang belum yah. Tapi tenang, travelovers, kali ini saya akan sedikit cerita tentang kunjungan saya di Museum PETA ini.

Dari depan kita sudah bisa melihat kokoh dan megahnya bangunan ini. Memasuki gerbang, kalian akan disambut dengan dua patung para tokoh PETA. Disebelah kiri ada Shodancho Supriyadi yaitu seorang Panglima TKR dan disebelah kanan ada Panglima Besar Jendral Soedirman. Memasukin kawasan museum, travellovers akan melihat relief yang menggambarkan perjuangan PETA dalam memerdekakan Indonesia. Dan tepat didepan mata, kalian akan melihat patung Daidancho Soedirman yang merupakan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) tahun 1944-1945 berdiri kokoh dan diapit dengan dua meriam disisi kiri dan kanan di kawasan Museum PETA ini.

Koleksi Senjata di Museum PETA.

Oh iya, travelovers, Museum PETA ini dibangun atas prakarsa dari Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) yang mulai dibangun pada tahun 1993 dan rampung pada tahun 1995. Museum PETA inipun diresmikan oleh Presiden RI kedua, yaitu H.M. Soeharto. Museum PETA ini dulunya adalah tempat pelatihan tentara PETA yang disebut dengan Jawa Boei Giyugun Kanbu Kyo Iku Tai atau Pusat Pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air.

Museum PETA ini berdiri diatas bekas tangsi dan markas tentara Koninklijik Nederlands Indische Leger (KNIL). Nah, travelovers, dulu para tentara PETA dididik selama 3-4 bulan, dan setelah lulus meraka akan kembali ke daerah masing-masing untuk membantu melawan penjajah.

Travelovers, tentara PETA ini dibentuk pada tahun 1943 di bawah pemerintahan Jepang. Tentara PETA ini dibentuk dengan tujuan untuk melindungi negara Indonesia dari serangan tentara sekutu pada masa Perang Dunia II yang pada saat itu mulai mendekati Indonesia. Nah, sedangkan pihak pergerakan kemerdekaan Indonesia mendukung pembentukan tentara PETA, karena saat Indonesia merdeka, pasti membutuhkan tentara-tentara profesional dan terlatih tentunya untuk dapat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Museum PETA ini terdiri dari dua ruangan yang saling berhadapan. Ruangan tersebut bernama sesuai dengan patung yang ada tepat didepan gedung yaitu di sisi kiri Chudanco Supriyadi dan di sisi kanan Jendral Sudirman. Saya sarankan kalian masuk ke ruangan sebelah kiri terlebih dahulu, karena diorama tentang sejarah kemerdekaan Indonesia dan beberapa pergerakan berawal dari sini.

Patung Daidancho di Museum PETA.

Yap, selain berisi diorama kemerdekaan Indonesia, pertemuan-pertemuan, dan pergerakan, museum ini pun sarat akan sejarah. Travelovers, bisa melihat peninggalan senjata asli yang digunakan pada saat perang, baik hasil rampasan dari tentara Jepang maupun Sekutu pada saat itu. Seperti berbagai jenis senapan dan pistol yang sudah disusun rapih di etalase kaca dan sebagian di simpan pada rak di atas meja.

Selain itu, kita juga bisa melihat foto-foto para tentara PETA lengkap dengan strukturnya dan juga kita bisa melihat seragam lengkap beserta senjata yang digunakan pada saat itu. Semua tersaji dengan rapih dan apik, serta tentunya sangat memudahkan kita untuk mempelajari sejarah para tentara PETA dalam usahanya memerdekakan Indonesia.

Untuk, travelovers, yang mau berkunjung ke Museum PETA ini, museum ini buka setiap hari dengan jadwal Senin – Jumat, pukul 08.00 – 16.00 WIB, dan Sabtu – Minggu dengan jadwal pada pukul 09.00 – 17.00 WIB. Untuk berkunjung ke museum ini, harga tiket masuknya adalah Rp. 10.000 per orang.

Nah, untuk travelovers yang sedang berada ke Bogor bisa mengunjungi Museum PETA ini untuk mengenang jasa para Tentara PETA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.