Mengenal Masjid Tiban Wonokerso Peninggalan Walisongo di Wonogiri yang Bernilai Tinggi

0
205
Masjid yang menyimpan banyak sejarah dan misteri
Masjid yang menyimpan banyak sejarah dan misteri

Saya yang berdomisili daerah sini sebenarnya sudah lama tahu ada masjid tiban ini. Namun, belum punya kesempatan untuk melihatnya dari dekat. Jadi, saya hanya mendengar dari penggambaran mereka yang pernah datang saja. Salah satu alasannya adalah karena terletak jauh dari jalan raya. Letak persisnya adalah Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Pada suatu sore sehabis Ashar saya tiba-tiba saya ingin mengunjunginya untuk sekadar salat di sana dan mengambil beberapa foto sebagai dokumentasi artikel ini. Dengan mengikuti petunjuk arah berwarna hijau yang terdapat di pinggir jalan raya, butuh sekitar 5 menit untuk mencapainya. Saya harus melalui jalan cor semen yang ada di kiri dan kanan.

Masjid kecil itu berdiri di sebelah timur jalan kampung, berbentuk persegi mirip banget dengan Masjid Demak. Komplek masjid yang tidak seberapa luas ini terdiri dari tiga bagian, pertama Masjid Tiban itu sendiri, kedua bangunan tambahan masjid di sebelah timur untuk menampung jemaah yang lebih banyak dan yang terakhir adalah kompleks taman kanak-kanak di sebelah selatan masjid. Selain itu, tidak ada apa-apa lagi di sini, bahkan warung makan atau tempat pembelian souvenir khas pun tak ada.

Bagian dalam masjid yang terbuat dari kayu jati
Bagian dalam masjid yang terbuat dari kayu jati

Pintu Masuk Masjid yang Kecil

Sebelum masuk ke dalam masjid saya berwudhu dulu, kemudian mengisi buku tamu yang sudah tersedia di atas kotak amal. Pengunjung tidak akan dipungut biaya ketika memasuki masjid ini. Di atas tempat wudhu terdapat nomor juru kunci yang bisa saya hubungi ketika membutuhkan sesuatu, misalkan guide.

Untuk memasukinya, ada sebuah pintu kecil yang hanya cukup untuk dua orang saja secara bergantian. Saya harus menundukkan badan agar tidak membentur pintu yang sangat rendah ini. Konon, mereka sengaja mendesain seperti ini agar pengunjung bisa menaruh hormat kepada masjid dan penghuni yang ada di dalamnya sebelum masuk dengan cara membungkukkan badan.

Pada bagian atas pintu, terdapat sebuah peringatan untuk menghindari tidur di dalam masjid. Karena dari cerita yang beredar, ada beberapa orang yang pernah pindah secara misterius ketika tidur di sini. Apalagi hati dalam keadaan tidak bersih.

Mimbar unik yang memiliki patung kepala ular pada kakinya
Mimbar unik yang memiliki patung kepala ular pada kakinya

Posisi Imam yang Lebih Rendah Daripada Makmum

Ketika saya memasuki masjid ini, saya menemukan lantai panggung yang terbuat dari kayu sehingga ketika berjalan-jalan di atasnya akan kedengaran bunyi papan yang saling bergesekan. Terdapat empat buah tiang utama yang menyangga masjid ini. Pada bagian atas terdapat kisi-kisi untuk membantu perpindahan udara agar tidak terasa sumpek. Uniknya, letak imam lebih rendah daripada makmum, di sebelahnya terdapat sebuah mimbar kayu jati yang punya ukiran seperti sebuah kepala ular. Tidak seperti mimbar lain yang menutupi kaki agar pengkhotbah bisa “bersembunyi” maka mimbar ini mirip dengan singgahsana.

Sudah Terdaftar Sebagai Cagar Budaya

Masjid tiban ini ternyata sangat populer bagi orang yang berada di luar Wonogiri. Terlihat dari pengunjung yang mengisi daftar buku tamu kebanyakan mereka datang dari daerah yang jauh seperti Banten. Tidak hanya satu atau dua orang, mereka biasanya datang secara berombongan. Untungnya, pemerintah sudah memasukkan masjid ini sebagai situs cagar budaya dan destinasi wisata religi dan sejarah.

Selain dari pemerintah, pada masa lalu masjid ini menjadi perhatian Keraton Surakarta, dengan cara memberikan imam yang mengurusi masjid ini sambil memberikan syiar agama islam di Wonogiri bagian Selatan. Selain itu, keraton juga memberikan bantuan untuk pembelian minyak tanah untuk penerangan pada masa itu.

Ukuran pintu masuk yang kecil memungkinkan pengunjung harus membungkuk dulu
Ukuran pintu masuk yang kecil memungkinkan pengunjung harus membungkuk dulu

Seluruhnya Terbuat Dari Kayu Jati

Setelah menunaikan ibadah salat Ashar, saya mengelilingi masjid ini untuk melihatnya lebih jelas dan detail. Ukuran masjid utama ini sekitar 7 x 7 meter berbentuk persegi, berdesain panggung, sehingga di bawahnya terdapat kolong yang bisa digunakan untuk bersembunyi secara tiarap. Semuanya terbuat dari kayu jati mulai dari lantai, dinding hingga ke atapnya. Namun untuk saat ini, atap itu sudah terlapisi oleh genting biasa, sedangkan penyangga utamanya juga sudah diganti kayu yang mirip dengan aslinya. Penggantian ini untuk alasan keamanan orang yang beribadah di dalamnya. Selain itu, pengelola juga memberikan fasilitas alat pemadam api di dalamnya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Konon, masjid ini sebagai percontohan Masjid Agung Demak sebelum mereka membuatnya dalam ukuran yang sebenarnya.

Uniknya lagi, bangunan ini tidak menggunakan paku untuk mengaitkan satu bagian dengan yang lain. Mereka hanya menggunakan model coakan yang presisi untuk menguatkan antar bagian. Jika memungkinkan, mereka menggunakan pasak yang terbuat dari kayu atau bambu.

Sejarah Masjid Tiban Wonokerso

Tiban artinya adalah datang dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan dahulu. Menurut cetakan literatur yang berada di masjid, masjid ini merupakan peninggalan Sunan Kalijaga dan pengikutnya ketika mereka sedang mencari kayu jati kualitas baik untuk membangun Masjid Agung Demak. Mereka mendirikan masjid ini sebagai tempat beristirahat dan beribadah sambil terus mencari kayu jati pilihan, tapi akhirnya mereka tidak menemukannya. Kemudian beralih ke Hutan Jati Donoloyo Wonogiri timur. Sehingga umur masjid ini tentu saja lebih tua dari Masjid Demak itu sendiri.

Bentuknya mirip dengan masjid agung demak
Bentuknya mirip dengan masjid agung demak

Sejarah lain juga menceritakan ketika Pangeran Sambernyawa dan pengikutnya terselamatkan nyawanya berkat bersembunyi di bawah kolong masjid secara tak sengaja ketika melarikan diri dari kejaran penjajah dan anak buahnya. Waktu itu masjid ini hampir tidak terlihat karena tertutup oleh pepohonan dan semak belukar.

Sejarah yang lebih baru mengungkapkan bahwa pada masa lalu Ki Ageng Tugu Wono berniat membuka hutan di Wonogiri Selatan untuk pemukiman baru dan syiar agama Islam. Pada waktu membabat hutan itulah mereka menemukan bangunan masjid yang seluruhnya terbuat dari kayu ini di antara rimbunnya hutan jati. Maka tersebutlah nama Tiban yang artinya muncul dengan tiba-tiba.

Itulah Masjid Tiban Wonokerso yang memiliki nilai sejarah yang tinggi untuk bangsa ini. Salah satu situs yang perlu dijaga dan dilestarikan untuk generasi selanjutnya agar mereka mengenal kehebatan pendahulunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.