Mengenal Lebih Dekat Borobudur Writers and Cultural Festival, Acara Tahunan Penggiat Sastra dan Budaya

0
1670
Borobudur Writers and Cultural Festival
Borobudur Writers and Cultural Festival.

Tidak terasa jika Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) sudah memasuki tahun ketujuh sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2012. Salah satu event sastra dan budaya terbesar di Indonesia ini selalu memiliki tema yang berbeda disetiap tahunnya. Dan selalu sukses menarik minat para pengunjung untuk datang mengikuti beragam kegiatan di Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF).

Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) lalu diadakan pada tanggal 22-25 November 2018, di Hotel Grand Inna Garuda Malioboro Yogyakarta dan di Hotel Manohara Magelang. Untuk tahun ini Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2018 mengangkat tema “Traveling & Diary: Membaca Ulang Catatan Harian Pelawat Asing ke Nusantara.” Tema tersebut sengaja diambil untuk mengenang kisah perjalanan para penjelajah dunia yang pernah singgah di nusantara, seperti Yi Jing, Ibnu Batuta sampai Wallace.

Event di Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2018 ini memiliki banyak agenda diantaranya adalah pidato kebudayaan, launching buku, simposium, ceramah umum, morning yoga meditation, seni pertunjukan, membaca relief, pameran buku, workshop dongeng kreatif, pemutaran film dan diskusi, cerita residensi empat sastrawan, dan penghargaan Sang Hyang Kamahayanikan Award.

Acara yang berlangsung lima hari ini terbuka untuk umum dan free alias gratis tanpa dipungut biaya. Untuk mengikuti acara ini, kalian tidak harus mengikuti selama lima hari full. Tetapi jika kalian hanya bisa menghadiri empat hari, tiga hari, dua hari, bahkan satu hari saja itu pun diperbolehkan. Di sini kita bisa bertemu dengan banyak para penggiat sastra dan budaya yang bisa menjadi ajang berkumpul atau sekedar berkenalan.

Borobudur Writers and Cultural Festival
Mengikuti Event Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF).

Ada banyak acara yang sayang sekali untuk dilewatkan seperti Cerita Residensi Empat Sastrawan yang dihadiri oleh empat penulis yang mendapatkan beasiswa untuk melakukan riset di berbagai negara yang nanti akan dijadikan buku dan diterbitkan. Diantaranya ada ibu Cok Sawitri dan mas Faisal Oddang, yang kemudian dilanjutkan dengan bapak Martin Aleida dan mas Agustinus Wibowo. Melalui mereka kita bisa tahu bagaimana cerita dan pengalamannya melakukan perjalanan untuk riset ke mancanegara mengenai tema tulisan mereka yang kaya pengetahuan, informatif, dan menginspirasi.

Dengan diadakannya Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) masyarakat diharapkan bisa semakin lebih mengenal acara bertaraf internasional ini yang kaya akan pengetahuan tentang dunia sastra, budaya, dan keagamaan yang beragam di bumi nusantara kita.

Karena acara ini diadakan di dua kota wisata, Yogyakarta dan Magelang. Kita bisa sambil berwisata di banyak objek yang tersebar. Dan berhubung Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) berlokasi tepat disamping objek wisata candi Borobudur, yang ingin mampir ke Borobudur hanya tinggal jalan kaki karena lokasi yang berdekatan.

Borobudur Writers and Cultural Festival
Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF).

Event bertema kebudayaan ini tidak kalah dengan event besar lainnya yang ada di Indonesia. Dengan datang ke acara Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), secara tidak langsung akan menambah ilmu pengetahuan kita mengenai budaya dan sastra yang ada di negeri kita. Dan acara bergengsi ini juga dihadiri oleh banyak wisatawan mancanegara yang memang tertarik dengan budaya kita. Event ini akan membuat kita menjadi lebih cinta budaya nusantara lebih dalam lagi.

Bagi yang belum datang tahun lalu, atau belum pernah sama sekali, yuk siapkan diri untuk mengikuti event tahunan ini di Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) berikutnya. Jangan sampai ketinggalan ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.