Mengenal Ajaran Buddha di Chin Swee Temple

0
190
Kuil tempat sembahyang.

Tempat wisata di negeri Jiran Malaysia memang sangatlah banyak. Namun jika kalian bosan dengan wisata perkotaan, kalian bisa pergi ke dataran tinggi Genting. Selain bisa merasakan hawa yang sejuk, kalian juga bisa mengunjungi kuil dengan pagoda tinggi menjulang. Kuil ini bernama Chin Swee Temple.

Dari terminal Genting saya berjalan menuju lantai 4 dan naik cable car. Antrian lumayan panjang saat itu karena bersamaan dengan rombongan turis dari Hongkong. Setelah mengantre sekitar 10 menit, akhirnya giliran saya untuk naik. Satu cable car bisa memuat maksimal 10 orang penumpang. Sebelum berangkat ada seorang fotografer yang mengabadikan momen kami saat berada dalam cable car. Nanti fotonya bisa dilihat saat turun.

Saya turun di Chin Swee Temple Station, tempat pemberhentian pertama cable car. Dari situ saya berjalan lurus sampai menemukan papan petunjuk menuju kuil. Ada dua orang petugas yang berjaga di stasiun. Jika kalian kebingungan, kalian bisa menanyakan arah menuju pagoda kepada mereka. Untuk menuju pagoda kalian harus turun ke bawah menggunakan eskalator. Jangan bayangkan eskalatornya hanya satu ya, karena perjalanan turun lumayan jauh. Mungkin sekitar sepuluh kali atau lebih, saya naik turun eskalator.

Pagoda tinggi.

Namun tak mengapa, karena semua perjuangan kalian akan terbayar setelah sampai di kuil. Pemandangan pertama yang kalian lihat adalah pagoda tinggi seperti dalam film Kera Sakti. Di sini kalian akan diingatkan kembali tentang kisah perjuangan mencari kitab suci Biksu Tong bersama Sun Go Kong, Ti Pat Kay dan Sha Wujing. Setelah beberapa langkah kalian akan melihat patung Sun Go Kong berwarna emas dengan tongkatnya di gua kera. Di dinding-dinding batu sekitarnya terdapat plakat yang menceritakan kisahnya mencari kitab ke barat. Semua patung di sini terdapat keterangan di sampingnya yang menggunakan bahasa China dan Inggris. Jadi meskipun kalian berkeliling tanpa guide, kalian masih bisa mengerti kisah-kisah yang disajikan.

Setelah membaca kisah Sun Go Kong, saya berjalan lurus dan menemukan patung Dewi Kwan Im yang sangat besar sedang berdiri di atas teratai. Beberapa dupa, hio dan miniatur teratai berwarna merah muda terdapat di bawahnya. Lalu saya melanjutkan perjalanan ke bawah, di bawah merupakan tempat lapang dengan kuil bercat merah di tengahnya. Nampak beberapa orang sedang sembahyang di dalamnya. Di dalam kuil terdapat 3 patung dewa dan meja penuh kitab dengan tulisan China.

Plakat yang berisi kisah perjalanan kera sakti ke barat mencari kitab suci.

Selain di dalam kuil beberapa orang juga nampak berdoa di depan patung biksu Buddha Qingshui yang sangat besar. Di sebelah patung ini terdapat jalan setapak yang akan mengantarkan kalian melihat diorama pengadilan di neraka. Ada 10 tingkatan pengadilan neraka, dimulai dari cermin karma. Di sini, mereka akan melihat perbuatan yang mereka lakukan selama masih hidup. Jika semasa hidup mereka berbuat kebaikan maka mereka akan langsung dikirim ke surga atau langsung menuju tingkatan neraka kesepuluh tempat reinkarnasi (dilahirkan kembali). Namun bila sebaliknya mereka akan menjalani hukuman di tingkat dua hingga sembilan sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan.

Saat sedang menikmati pemandangan tiba-tiba terdengar suara petasan. Beberapa pengunjung nampak berlari ke arah suara, tak mau ketinggalan saya pun ikut berlari menuju suara itu berasal. Ternyata di bawah masih ada kuil lagi. Di sana kumpulan doa mereka akan diikat di sebuah dupa besar dengan hiasan naga, dupa itulah yang digunakan untuk menyalakan petasan. Dupa besar tersebut dipercaya sebagai alat untuk mengantarkan doa menuju langit.

Patung kera sakti yang sedang berada di goa kera.

Karena penasaran, saya pun berjalan ke bawah menuju tempat kuil tersebut berada. Kuil di bawah ternyata lebih besar daripada yang di atas. Tangga menuju bawah dihiasi lampion merah. Terdapat kolam kura-kura di sebelah kuil. Pilar-pilar besar dengan ukiran naga emas yang melilitnya tampak gagah menyangga kuil. Terdapat tiga tempat untuk beribadah, namun yang paling utama ada di bagian tengah kuil. Ada juga toko yang menjual perlengkapan ibadah di dalam kuil.

Setelah puas mengamati prosesi ibadah, saya pun kembali ke atas. Cukup melelahkan juga menaiki puluhan anak tangga. Setelah beristirahat sejenak saya melanjutkan perjalanan ke stasiun cable car.

Banyak sekali yang saya peroleh saat berkunjung ke Chin Swee Temple ini. Mengenal tentang ajaran Buddha dan kisah-kisah para Dewa. Melihat bagaimana dengan khusyuknya mereka berdoa. Mengenal budaya sebuah negara nyatanya tak harus ke negara asal mereka. Buktinya di Malaysia pun saya bisa mengenal budaya masayarakat tiongkok. Meski hanya sebagian kecil saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.