Mengelilingi Surabaya Gratis dengan Menaiki ‘Bus Botol’

0
322
Suasana di lantai atas bus botol yang tingkat.

“Rek, ayo rek, mlaku mlaku nang tunjungan.
Rek, ayo rek, rame-rame bebarengan.”

Siapa yang tidak kenal dengan potongan lirik lagu daerah ini? Itu merupakan potongan lagu daerah, “Rek Ayo Rek” yang berasal dari Jawa Timur, tepatnya Surabaya.

Tunjungan adalah nama salah satu kawasan di tengah kota Surabaya. Jalan Tunjungan masih ada hingga saat ini, dan mall terbesar di Surabaya juga bernama Tunjungan Plaza yang terletak di tengah kota.

Surabaya yang semasa kecil saya mengenalnya sebagai kota yang panas, kini telah bertransformasi menjadi kota yang hijau dan sejuk. Udara Kota Surabaya dilihat dari ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) hasil pantauan di dua tempat, yaitu di Jl Pemuda dan Jl Ir. Soekarno berada di kisaran 50–60  masih di bawah 100 -ambang batas udara dinyatakan tidak sehat dikonsumsi atau dihirup, artinya kondisi udara Surabaya cukup baik.

Tiket Suroboyo Bus.

Bahkan, baru-baru ini Kota Surabaya memenangi Guangzhou Awards 2018 atau Guangzhou International Awards 2018 untuk kategori Online Popular City. Melalui penghargaan ini, Surabaya sukses menyisihkan saingan 30 kota terbaik di dunia.

Keunikan Surabaya lainnya adalah Suroboyo Bus yang mulai dioperasikan oleh Pemkot Surabaya pada 7 April 2018 lalu. Bahkan, hingga artikel ini ditulis, belum ada duanya di Indonesia. Untuk jam operasional Suroboyo Bus  adalah mulai pukul 06:00-22:00.

Suroboyo Bus lebih dikenal oleh warga Surabaya sebagai ‘bus botol’, karena untuk naik bus ini tidak dibolehkan membayar dengan uang apapun, kecuali dengan botol plastik bekas. Ada dua cara untuk menaiki bus ini. Pertama, adalah langsung naik dari halte dengan membawa botol plastik bekas, atau dengan membawa tiket yang diperoleh dengan menukarkan botol plastik bekas. Tempat penukaran tiket ada di Terminal Bungurasih dan di Jl. Rajawali.

Botol yang dapat digunakan untuk ditukar menjadi tiket ‘bus botol’.

Ketentuan jumlah botol yang ditukarkan yang setara dengan satu tiket perjalanan adalah 3 botol volume 1.500 ml, atau 5 botol volume 600 ml, atau 10 wadah air kemasan gelas. Satu tiket dapat digunakan untuk dua kali perjalanan, selama tidak melebihi 2 jam.

Ada dua rute ‘bus botol’, yang mana salah satunya tepat melewati jalan protokol dan tengah kota Surabaya. Jadi, jika ingin melakukan perjalanan membelah kota Surabaya bisa dilakukan dengan naik bus ini. Cukup duduk manis dan melihat pemandangan di sekeliling dengan nyaman.

Bahkan, halte tempat pemberhentian ‘bus botol’ ini tepat di beberapa objek yang bisa menjadi tujuan wisata baik wisata edukasi maupun wisata belanja, seperti halte Royal tepat di depan Royal Plaza, halte Joyoboyo di dekat Kebun Binatang Surabaya yang ada ikon Surabaya, halte museum BI yang dekat dengan taman Bungkul, halte Indragiri dekat Tunjungan Plaza, halte Embong Malang di dekat Mall BG Junction dan Museum 10 November, halte Siola sebelum memasuki Jalan Tunjungan, dan seterusnya.

Aturan bus botol.

Sebagai referensi, misalnya nanti saat Tabubeiya bermekaran di akhir bulan Oktober, salah satu lokasi yang intagramable adalah di Jl. Ahmad Yani. Bisa naik bus botol dari Terminal Bungurasih turun di Halte Polda lalu berjalan menyusuri jalan di troatoar, di bawah cantiknya si Tabuabeiya, hingga Halte Pusvetma akan menjadi pengalaman yang memorable. Atau, jika suka jalan kaki bisa sampai ke Halte Royal, lalu kembali naik ‘bus botol’ ke destinasi berikutnya.

Oh iya, bentuk ‘bus botol’ ini ada dua tipe, yaitu bus biasa dan bus tingkat. Bersyukur sekali jika bisa keliling Surabaya naik bus yang tingkat, sebab bisa menyaksikan Surabaya lebih luas. Namun sayangnya, rute bus tingkat lebih pendek dari pada bus biasa. Bus tingkat tidak melewati jalan Rajawali. karena terhalang jembatan rel kereta di Jl. Veteran.

Bagaimana? Menarik bukan berkeliling Surabaya gratis dengan ‘Bus Botol’ ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.