Mengelilingi Eksotisnya Candi Sukuh

0
853

Usai menonton film Atlantis, tiba-tiba pikiranku teringat akan sebuah candi yang mirip dengan dengan piramida Suku Maya, Amerika Tengah. Candi Sukuh, candi yang terletak di Kabupaten Karanganyar ini memang mirip dengan Piramid Aztec yang berada di Meksiko. Kebetulan dalam waktu dekat aku ada rencana roadtrip di Pulau Jawa. Hmm, kenapa juga enggak memasukkan Candi Sukuh ke dalam itinerary, sepertinya akan sangat menarik mengunjungi candi ini.

Candi Sukuh memang tidak semegah Candi Borobudur. Tapi sejak tahun 1995, Candi Sukuh sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia. Hal ini dikarenakan Candi Sukuh terlihat unik dan bangunannya berbeda dari candi-candi lain yang berada di Indonesia. Bukan cuma karena bentuknya yang piramid, tapi relief dan patung yang berada di Candi Sukuh pun tampak berbeda dengan candi-candi lainnya.

Mengelilingi Eksotisnya Candi Sukuh Bersama Pak Joko

Sekitar satu jam perjalanan dari Kota Solo menuju Candi Sukuh bila menggunakan mobil pribadi. Merasa bosan selama perjalanan? Tentu saja tidak. Karena sepanjang jalan disuguhi pemandangan yang indah. Apalagi Candi Sukuh terletak di lereng Gunung Lawu, dengan ketinggian sekitar 1.186 mdpl. Saat tiba di candi ini rasanya seperti candi di atas langit.

Ketika memasuki area parkir kendaraan, keseluruhan Candi Sukuh bisa langsung terlihat. Komplek candi ini memang tidak terlalu luas, sekitar 5.500 meter persegi. Tadinya aku pun hanya ingin berkeliling sendiri saja, tanpa pemandu. Tapi ketika hendak membeli tiket masuk sebesar Rp7.000 per orang, seorang pemandu wisata menghampiri dan memperkenalkan diri dengan ramah. Seketika itu, niatan tanpa pemandu pun buyar. Tak ada salahnya menikmati wisata budaya sambil belajar sejarah dari yang lebih mengerti. Dipandu Pak Joko, aku pun siap mengelilingi candi berlatar belakang agama Hindu yang diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-15 M.

Candi Sukuh terbagi dalam 3 teras, dimana pada teras pertama terdapat gapura utama. Pada gapura ini terdapat Sengkala Memet yang menunjukkan tahun dibangunnya Candi Sukuh ini. Ketika melewati lorong gapura ini, terdapat pahatan lingga (genital laki-laki) dan yoni (genital perempuan) yang sedang bersenggama, lambang kesuburan. Pahatan ini tertutup pagar agar terhindar dari injakan juga agar tidak disentuh.

Tidak seperti teras pertama, kondisi gapura di teras kedua tampak rusak. Terdapat patung Dwarapala, sang penjaga pintu, yang kondisinya juga sudah tidak sempurna. Teras kedua ini selain tidak terlalu luas juga tidak terdapat batuan relief di sektiarnya.

Teras yang terakhir merupakan teras yang tertinggi dan dianggap paling suci. Ukurannya paling luas diantara teras lainnya, dan terdapat  banyak relief. Di teras ketiga terdapat juga jalan yang terbuat dari bebatuan yang tertata rapi untuk menuju candi utama. Terdapat 3 buah arca manusia bersayap, tapi sayang hanya satu yang masih dalam keadaan utuh.

 

Bangunan candi utama ini bertentuk trapesium dengan ukuran dasar 15 meter dan tinggi 6 meter. Bangunan utama ini yang dianggap mirip dengan Aztec. Di depan tangga terdapat 3 buah arca kura-kura berukuran besar. Rasanya enggak menyesal menggunakan jasa Pak Joko sebagai tour guide. Bukan saja puas berfoto-foto, tapi aku pun jadi belajar banyak mengenai Candi Sukuh ini.

Banyaknya relief seksual membuat Candi Sukuh dikeliling banyak mitos. Salah satunya adalah mitos tentang tes keperawanan dan keperjakaan sambil melewati lorong gapura pertama. Padahal Pak Joko bercerita, simbol seksualitas yang terdapat di candi ini mengandung makna ketika orang yang melangkahi relief maka dirinya akan bersih dari segala kotoran. Karena Candi Sukuh ini sebenarnya adalah tempat ibadah, sudah sepantasnya manusia ketika hendak beribadah meninggalkan hal-hal yang berbau duniawi, termasuk seksualitas.

Jadi, kapan kamu ke Candi Sukuh? Kalau kebetulan berada di sekitar Solo, jangan lupa untuk mampir ke candi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.