Mengambil Sebuah Pelajaran di Museum Bentoel

0
1325

PT Bentoel International Investama Tbk atau Bentoel Group merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia. Namun siapa sangka pabrik rokok yang meraksasa ini dulunya merupakan usaha rumahan yang memproduksi rokoknya dengan cara melinting sendiri satu demi satu. Didorong rasa ingin tahu tentang asal muasal berdirinya rokok Bentoel, saya pun bertandang ke Museum Bentoel di Kota Malang.

Museum Bentoel ini dulunya merupakan rumah Ong Hok Liong pendiri Pabrik Rokok Bentoel. Rokok ini pertama kali dibuatnya di Jalan Wiro Margo No. 32. Letaknya yang berdekatan dengan Pasar Besar Malang membuat jalanan di depannya ramai dilalui kendaraan. Untuk bisa ke sini kalian bisa naik angutan umum AMG atau AG dan turun di gang urek-urek. Setelah itu lanjut berjalan kaki sebentar ke arah museum. Aroma bunga mawar dan melati akan menemani di sepanjang perjalanan kalian ke sini, karena di sepanjang jalan menuju museum banyak sekali penjual bunga-bunga segar.

Halaman depan Museum Bentoel.

Tidak dipungut biaya sepeserpun untuk bisa masuk museum ini. Kalian cukup datang ke pos satpam dan mengisi buku hadir. Museum ini buka setiap hari Rabu sampai Senin (tutup: Selasa) dari jam 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Setelah mengisi buku hadir saya langsung masuk ruang utama. Bangunannya tidak berubah, masih layaknya rumah dengan empat kamar dan ruang tamu di depannya. Di terasnya terdapat patung Ong Hok Liong dan denah museum.

Di ruang utama ini dibeberkan sejarah awal mula terbentuknya pabrik Rokok Bentoel. Ong Hok Liong mulai menjalankan bisnis rumahannya pada tahun 1930 dengan nama Strootjes Fabriek Ong Hok Liong. Pada tahun 1954 namanya dirubah menjadi Pabrik Rokok Tjap Bentoel. Pergantian nama ini disebabkan karena Ong Hok Liong mendapat mimpi bertemu banyak penjual bentul yang memakai pikulan jalan berbondong-bondong. Setelah itu dia langsung merubah nama pabriknya menjadi Pabrik Rokok Tjap Bentoel.

Galeri Foto.

Setelah berkenalan dengan kisah terbentuknya Rokok Bentoel, saya melanjutkan perjalanan ke galeri cengkeh dan tembakau. Di ruangan ini terdapat contoh bahan dasar pembuatan rokok yaitu tembakau dan cengkeh. Pembuatan rokok bentoel pada dasarnya fokus terhadap rasa dan aroma, sehingga tak hanya mencampurkan tembakau saja tapi juga meramunya dengan berbagai jenis cengkeh. Di sini juga ada contoh mesin manual linting dan yang sudah modern.

Lanjut ke galeri selanjutnya yaitu galeri foto. Banyak sekali pigura-pigura yang berisi foto dari zaman dulu hingga kini. Foto iklan-iklan rokok merk lama yang masih berwarna hitam dan putih. Berbagai bentuk dokumentasi peluncuran produk baru. Foto keluarga dari sang pendiri juga ada.

Dua galeri yang berada di ruang paling belakang rumah adalah galeri brand bentoel dan galeri tentang bentoel group. Di galeri tentang bentoel kalian akan disuguhi visi misi perusahaan. Diceritakan tentang perkembangan Bentoel Group dari masa ke masa.

Berbagai macam product PT Bentoel.Tbk yang di pajang di galeri brand.

Berbeda dengan galeri lainnya, galeri brand bentoel ini lebih interaktif. Ada tiga layar televisi dengan headset yang digantung di dekatnya. Di sini kita bisa menonton cuplikan iklan-iklan tv rokok bentoel dari masa ke masa. Saya langsung memasang headset dan menyalakan layar. Beberapa iklan jadul membuat saya masuk ke dalam ranah nostalgia masa kecil. Selain iklan tv di sini juga dipamerkan berbagai macam merk rokok yang pernah dikeluarkan PT Bentoel Investama. Mulai dari merk Bentoel Premium, Terong, Pall Mall, Bentoel Biru, Bentoel Sejati, hingga Dunhill tertempel di dinding.

Setelah dari galeri brand saya melihat-lihat ruang duduk yang ada diantara ruang-ruang galeri. Ada dua sepeda onthel yang dipajang. Dua sepeda ini merupakan alat distribusi rokok bentoel pertama kali. Dahulu Ong Hok Liong dibantu dengan tetangganya Tjoa Sioe Bian membuat dan mendistribusikan rokok bentoel dengan sepeda onthel. Hingga akhirnya bisnisnya berkembang pesat sampai saat ini.

Kegigihan Ong Hok Liong dalam membangun Pabrik Bentoel dapat menjadi panutan buat kita bahwa sesuatu yang besar awalnya juha dari yang kecil. Jadi kapan kamu ke Museum Bentoel?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.