Mengakrabi Pantai Boom Banyuwangi

0
332
Pulau Bali dari kejauhan.

Bercerita akan keindahan Kota Banyuwangi tak akan pernah ada habisnya. Ujung timur Pulai Jawa ini seakan terus menyapa agar siapa saja bisa datang ke sana. Terlebih, mengakrabi pantai yang begitu menawan dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Untuk itulah, saya datang ke kota ini. Lepas puas berjalan mengelilingi pusat kota, saya dan rekan bernama Mas Setyawan pun menuju pantai yang tak jauh dari pusat kota. Pantai Boom namanya. Berada di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi Kota, kami hanya perlu berkendara sejauh 3 kilometer dari pusat kota. Saking dekatnya pantai ini dengan pusat kota, saya semakin sadar bahwa Banyuwangi memang berada di ujung Jawa Dwipa.

Sebelum mencapai lokasi, kami harus bersusah payah menembus jalan proyek yang sedang dikerjakan oleh PT Pelindo, BUMN yang mengurusi masalah pelabuhan. Maklum saja, pantai ini sendiri berada di kompleks pelabuhan yang setiap hari disandari oleh berbagai kapal. Sebelum wisata pantai ini dibuka, kawasan yang lebih dikenal sebagai Kampung Mandar tersebut adalah sebuah perkampungan nelayan.

Kursi santai di pinggir pantai.

Kami hanya membayar tiket sebesar Rp5.000 rupiah per orang. Harga yang cukup murah untuk sebuah tiket masuk tempat wisata. Selepas memarkirkan motor, kami pun segera menuju pelabuhan ikan tempat para nelayan berlabuh. Menurut Mas Setyawan, di sekitar dermaga kapal yang digunakan para kapal bersandar, saya akan bisa menikmati suasana yang lebih berkesan.

Anggapan itu ternyata benar. Dermaga ini ternyata berupa sebuah kanal yang cukup besar yang menghubungkan garis pantai dengan perkampungan nelayan. Di sini, para nelayan sibuk melakukan aktivitas persiapan untuk menangkap ikan, seperti memperbaiki kapal, mengatur jala, hingga menurunkan muatan. Walau kapal-kapal yang bersandar di dermaga ini tak terlalu besar, nyatanya kehadiran mereka cukup dapat membuat suasanya nyaman.

Kapal-kapal nelayan bersandar di dermaga.

Mas Setyawan menyuruh saya untuk mengambil foto di sekitar dermaga tersebut. Saya baru menyadari keindahan itu lantaran ternyata dari kejauhan tampak sebuah gugusan gunung yang tampak melambai. Gugusan gunung itu adalah sisi barat dari Pulau Bali. Dari kejauhan, Pulai Dewata terlihat sangat cantik. Namun, saya berpikiran bahwa Banyuwangi juga tak kalah cantik. Buktinya, dari sisi timur kota ini, saya bisa menyaksikan kecantikan Pulau Dewata. Kedua daerah inipun sebenarnya saling melengkapi.

Kecantikan dermaga Pantai Boom semakin sempurna dengan adanya bebatuan yang disusun di sepanjang garis pantai. Bebatuan ini mengingatkan saya akan kehadirannya di sinema Korea yang kerap saya tonton. Bebatuan tersebut menjadi pelindung garis pantai dari ombak yang menerjang. Meski ombak yang saya lihat tak sekuat di pantai selatan, nyatanya kehadiran ombak ini juga bisa membuat abrasi di sekitar pantai.

Gazebo di tepi pantai untuk bersantai.

Saya kemudian menuju bagian pantai yang ramai dengan pengunjung. Beberapa gazebo yang didirikan di pinggir pantai membuat nuansa syahdu untuk menikmati pantai ini. Sayangnya, semua gazebo penuh. Teriknya mentari kala itu membuat fasilitas tersebut menjadi jujugan para pengunjung. Terlebih, di sekitar gazebo  berdiri pepohonan kelapa yang membuat siapa saja akan nyaman. Saya pun mencari tempat duduk lain. Akhirnya, beberapa bangku taman yang berada tak jauh dari bibir pantai saya dapatkan. Sambil membeli gorengan yang dijual penduduk sekitar, saya menyaksikan kembali gugusan pegunungan di seberang lautan. Kembali, saya meyakini bahwa Banyuwangi dan Bali adalah dua hal yang saling berkaitan. Sama-sama memiliki keindahan masing-masing.

Di saat saya ingin mendekati garis pantai dan duduk di kursi santai dengan payung yang menaunginya, Mas Setyawan mencegah. Selain harus membayar Rp10.000 rupiah, masih ada pantai lain yang sayang untuk tidak dikunjungi. Maka, saya pun menuruti perkataannya dan segera beranjak dari Pantai Boom yang indah dan menawan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.