Menengok Keindahan Breksi Tuf Candi Ijo, Yogyakarta

0
1880
Tebing Breksi dengan Hiasan Pahatan Berbentuk Ular.

Tebing Breksi merupakan salah salah satu geoheritage yang terletak di Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs atau area geologi ini memiliki nilai-nilai penting di bidang keilmuan, pendidikan budaya, dan nilai estetika. Ditetapkan sebagai kawasan geoheritage pada 2 Oktober 2014 dalam Surat Keputusan Badan Geologi No. 1157.K/73/BGL/2104 tentang Penentuan Kawasan Cagar Alam Geologi  DIY, Tebing Breksi merupakan satu diantara sembilan kawasan geoheritage di Yogyakarta.

Proses terbentuknya geosite Breksi Tuf Candi Ijo, diawali dengan terbentuknya gunung api Semilir yang berupa gunung api strato di dalam laut dengan berawal dari Lava Bantal Berbah (36-16 juta tahun lalu). Letusan dahsyat secara berturut-turut menghasilkan tumpukan abu vulkanik yang menumpuk secara tidak selaras di atas Lava Bantal hingga puncaknya di Candi Ijo yang mempunyai ketebalan 300 m. Inilah yang disebut Breksi Tuf Candi Ijo. Breksi ini terbilang paling tebal di dunia, sehingga kawasan ini ditetapkan sebagai geosite.

Lama penasaran dengan objek wisata yang viral di dunia maya ini, liburan bulan ini saya bersama suami dan anak memutuskan untuk mengunjungi Tebing Breksi. Saya sengaja datang pada pagi hari karena ingin menikmati pemandangan yang pastinya jarang didapat saat siang menjelang.  Agak siang sedikit matahari sudah tinggi sehingga paparan panas akan terasa di atas tebing. Sementara sore atau malam sudah pasti mendapat pemandangan yang luar biasa, malam dengan kerlip lampu di sekitar dan seribu kunang-kunang lanskap kota Yogyakarta. Tidak perlu khawatir dengan penginapan, sebab lokasi ini sudah dilengkapi tempat bermalam dan banyak gerai makanan.

Tebing Breksi.

Dengan tiket yang terbilang murah meriah, yaitu Rp. 5.000, saya mendapatkan view yang membuat decak kagum. Berada di ketinggian daerah Sleman, di satu sisi tebing terlihat Gunung Merapi sebagai latar. Pemandangan ini tentu saja jarang ditemui saat hari menjelang siang. Dari kejauhan rangkaian pegunungan yang hijau, persawahan, dan landskap kota yang apik membuat pengunjung kerasan berada di ketinggian.

Ada dua tebing dengan salah satu dinding tebing berukir naga. Titik ini yang paling sering dipakai pengunjung sebagai spot pengambilan foto. Untuk naik ke atas tebing, tangga sudah dilengkapi dengan pengaman dari besi di sisi samping, jadi sudah cukup aman. Selain itu, pada bagian atas juga terdapat beberapa tempat duduk dari batu yang dapat dipergunakan.

Spot di Atas Tebing Berlatarkan Gunung Merapi.

Sementara di atas tebing yang lebih besar, terdapat area terbuka yang dengan banyak sekali titik-titik untuk berfoto, dari frame rangkaian bunga, hingga tiruan boneka salju. Saya tentu saja tidak mau melewatkan untuk mengambil foto untuk mengabadikan kenangan.

Jika ingin mengeksplor kawasan geoheritage lebih luas, ada mobil jeep yang siap mengantar pengunjung dengan harga Rp. 200.000 – Rp. 500.000, tergantung dari jarak trip.

Jika masih kurang puas ketika mengunjungi Tebing Breksi, perjalanan bisa dilanjutkan ke Candi Ijo yang tidak jauh dari lokasi. Masih satu rangkaian wisata sejarah, candi yang berada di ketinggian ini pastinya juga akan melengkapi pengetahuan yang telah didapat di Tebing Breksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.