Menembus Kabut Tebal Bukit Panguk Kediwung

0
2305
Pemandangan setelah kabut menghilang.

Kala itu, seusai shalat subuh aku dan temanku tiba-tiba ingin jalan-jalan di salah satu tempat baru di daerah Bantul. Rencananya kami ingin melihat sunrise. Oleh karena itu, berangkat dari daerah kota Jogja, melewati jalan Imogiri Timur yang masih sepi dan dingin menuju arah Dlingo. Karena terlalu dingin, kami tak mampu membawa handphone untuk melihat maps, sehingga kami hanya mengikuti papan petunjuk jalan. Sesampainya di daerah Dlingo, kabut masih cukup tebal. Jarak pandang saat itu hanya sekitar 1 meter dan kami sedang berada di tengah-tengah sawah tanpa penduduk di mana tak ada satu pun orang dapat kami tanyai dan juga tak ada lampu di tengah sawah tersebut.

Dengan pelan-pelan kami mengendarai motor kami sembari mencari-cari papan petunjuk jalan yang mengarahkan tujuan kami ke tempat itu. Sungguh perjuangan saat itu, karena beberapa ruas jalan terdapat lubang dan bebatuan. Dengan takut kamu mencoba yakin bahwa jalan yang kami lewati benar. Karena kabut yang cukup tebal, bahkan kami tidak mengerti apabila ada kendaraan dari arah berlawanan. Ketika mendengar suara motor lain, kami membunyikan klakson agar orang lain juga waspada.

Kabut Tebal di Bukit Panguk Kediwung.

Pengalaman ini tak pernah aku lupakan hingga saat ini. Betapa perjalanan yang mengesankan. Menembus kabut tebal di tengah sepi pagi buta saat itu. Tak berapa lama kami bertemu dengan rumah-rumah penduduk dan menemukan petunjuk jalan lagi, kami agak bernafas lega. Di daerah itu, kami tertolong oleh lampu-lampu di depan rumah warga yang membantu penerangan.

Setelah beberapa ratus meter, kami menemui papan selamat datang yang membuat kami dapat tersenyum. Saat itu, ada beberapa pengurus tempat yang tampak berjaga, dan kami lihat sudah ada beberapa motor pengunjung yang datang. Setelah parkir, kami duduk sebentar di tempat duduk yang terbuat dari kayu-kayu. Agak basah karena embun pagi tampaknya. Aku dan temanku tak henti-hentinya bersyukur karena sudah sampai tujuan dan menertawakan kenekatan dan optimisme masing-masing di tengah-tengah sawah yang berkabut tebal. Aku menyertakan foto saat kabut masih tebal dan foto ketika matahari sudah terbit. Sehingga kalian bisa membayangkan betapa perjalanan kami sangat mendebarkan.

Setelah istirahat sejenak, kami mulai mengeksplore beberapa spot foto yang menurut kami menarik. Saat itu belum ada pemandangan apapun. Sejauh mata memandang hanya kabut yang mengelilingi kami. Ketika berjalan pun kami harus berhati-hati dengan sekeliling. Mata kami kemudian tertuju pada satu spot yang menarik. Kami berfoto di sana dengan latar kabut tebal. Ketika masih berkabut, kami belum bisa membayangkan pemandangan apa yang akan kami lihat setelah kabut ini hilang.

Kabut yang tertipu angin.

Hari semakin cerah dan semilir angin menyibakkan kabut sedikit demi sedikit. Ketika kabut tertiup angin sekilas kami mulai bisa melihat ada sungai di bawah sana. Sungai yang berliku-liku sudah bisa kami lihat sedikit. Aku semakin takjub dengan apa yang aku lihat saat itu. Apa yang ada di bawah sana benar-benar tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Waktu yang terus berjalan, matahari pun perlahan meninggi. Menyibakkan seditik demi sedikit kabut tebal yang tadi menutupi. Dan, kami kembali takjub. Kabut tebal tadi digantikan dengan langit biru cerah dan juga pemandangan kali Oyo dengan air yang tenang dan lekukan sungai yang indah seperti sungai Amazon.

Dari perjalanan ini, aku mendapatkan dua poin mendasar yang dapat aku pelajari. Yang pertama tentang keyakinan dan yang kedua tetang perjuangan. Betapa keyakinan benar-benar menguatkan agar terus berjuang demi meraih apa yang ingin dicapai. Meskipun banyak aral melintang dan cobaan yang silih berganti, tetapi keyakinan tetap menguatkan tekad. Begitulah pelajaran yang aku dapatkan dalam perjalanan saat itu. Untuk kalian yang sedang berjuang dalam hal apapun tetap yakin dan bersikap positif ya. Tetap berhati-hati di manapun kamu berada, teruslah menjaga lingkungan agar semesta tetap lestari hingga anak cucu nanti. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.