Menelisik Keunikan Candi Pari, Sidoarjo

0
411
Candi Pari Sidoarjo.

Lumpur yang menggenangi kawasan Porong memang telah membuat daerah ini menjadi tenggelam. Namun, bukan berarti Porong tak memiliki pesona wisata yang layak dikunjungi. Ternyata, ada sebuah candi yang sangat elok dan menjadi daya tarik wisata Porong terlebih Kabupaten Sidoarjo.

Saya pun penasaran dan membuktikan apakah benar di Porong ada sebuah candi yang unik. Ternyata benar, candi bernama Candi Pari tersebut memang terletak di Porong dan tidak jauh dari pusat semburan lumpur Sidoarjo yang menenggelamkan beberapa desa di sana. Maka, suatu Minggu pagi saya mengendarai motor untuk menuju candi ini.

Dari arah Malang, saya harus menuju jalan arteri Porong yang menghubungkan beberapa ruas tol seperti Tol Waru, Tol Mojokerto, Tol Probolinggo, dan tentunya Tol Pandaan-Malang. Jalur ini begitu membingungkan, lantaran batas antara jalan tol dan jalan raya sangat tipis. Salah masuk jalur, bisa-bisa saya masuk ke jalan tol dan mendapatkan tilang.

Sesampainya di arteri Porong menuju pintu tol Waru, rupanya ada sebuah tanda menuju candi ini. Tanda jalan ini mengarahkan saya ke Desa Candi Pari, salah satu desa yang tidak terdampak semburan lumpur panas. Saya semakin kagum dengan Pemkab Sidoarjo, meski dalam kondisi bencana, tetapi tetap mempromosikan wisata candi ini. Ada banyak petunjuk jalan menuju candi ini ketika saya melewati beberapa tikungan. Dan, sekitar 2 km dari arteri Porong, saya tiba di candi ini.

Bagian taman candi yang elok.

Selepas memarkirkan motor, saya takjub dengan kemegahan Candi Pari yang tampak di hadapan saya. Walau merupakan Candi bergaya Jawa Timuran, ia tak berbentuk persegi panjang dan menjulang tinggi. Justru, bentuk Candi Pari berbentuk persegi yang membuatnya memiliki ciri khas tersendiri. Saya semakin kagum dengan candi ini lantaran tidak menemukan ratna, yang kerap menjadi hiasan kepala candi bercorak Hindu di candi ini.

Saya malah melihat dengan jelas hiasan kepala Candi Pari justru berbentuk segitiga sama sisi yang hanya saya temukan di candi ini. Inilah yang membuat candi ini lebih menarik untuk dikunjungi. Selain itu, saat saya membaca papan informasi, ada sebuah cerita unik mengenai pendirian candi ini.

Bagian samping Candi Pari.

Jika candi bercorak Hindu biasanya digunakan sebagai tempat pemujaan atau pendharmaan seorang raja, maka Candi Pari dibangun bukan untuk tujuan tersebut. Candi Pari malah dibangun untuk mengenang hilangnya seorang sahabat/adik angkat dari salah satu putra Prabu Brawijaya dan istrinya yang menolak tinggal di keraton Majapahit di kala itu. Jadi, candi ini dibangun sebagai bentuk pengormatan atas sosok yang menolak untuk tinggal di istana. Sungguh, sebuah cerita yang bisa jadi tidak diketahui banyak orang.

Saya mencoba menaiki tangga menuju tubuh candi. Harus hati-hati sekali untuk menaikinya, lantaran kondisi tangga yang rapuh dan tidak ada pegangan tangan di sisi kanan ataupun kirinya. Hingga saya mencapai puncak terakhir dari anak tangga, saya menemukan keelokan taman candi yang diselingi gazebo di bagian sisinya. Tampak pula beberapa tanaman bunga yang ditata sedemikian rupa dan mengikuti pola candi yang berbentuk persegi.

Arca di dalam tubuh candi.

Pada bagian dalam candi, ternyata hanya ada beberapa arca yang tercecer. Arca-arca ini juga diduga masih satu rangkaian dengan pembangunan candi ini pada abad ke-14 Masehi. Selain itu, terdapat pula beberapa lubang yang memungkinkan cahaya matahari bisa masuk. Sayangnya, dinding candi yang terbuat dari batu bata dan sebagian dari batu andesit mulai rapuh. Beberapa lubang tampak menganga dan membuat candi ini perlu mendapat perhatian khusus.

Semoga saja keberadaan candi ini tetap dapat bertahan dan bisa menjadi potensi wisata Kabupaten Sidoarjo. Apalagi, hanya perlu membayar tiket parkir Rp2.000 untuk menikmati candi ini dan banyak pedagang kupang lontong yang bisa menjadi santapan kala mengunjungi Candi Pari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.