Mendaki Gunung Merapi Ditemani Selimut Kabut

0
837
gunung merbabu dari merapi

Pagi hari aku dan teman-temanku bergegas packing untuk melakukan pendakian ke gunung Merapi. Merapi terkenal dengan gunung aktif yang ada di Indonesia. Aku akan melakukan pendakian ke Merapi bersama 6 orang temanku: 4 cowo dan 2 cewe. Setelah selesai packing, aku dan temanku masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan ke basecamp Merapi via Selo.

Dari Semarang, cuaca sudah tidak bersahabat  karena awan kian mendung dan petir terdengar dengan sangat jelas. Benar saja, baru sampai di pertengahan jalan, tepatnya di Bawen, hujan turun dengan deras. Hujan ini tentu membuat kami berpikir apakah sebaiknya melanjutkan perjalanan atau pulang saja karena cuacanya terlihat tidak bersahabat. Namun setelah kami melakukan diskusi, akhirnya kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan ke basecamp Merapi via Selo.

perjalanan menuju pasar bubrah

Sampai di Boyolali hujan sudah agak reda. Kami pun sudah memasuki kawasan Selo yang jalanannya sangat menanjak dan berliku-liku. Tanpa terasa kami sudah sampai di basecamp Selo, lalu melakukan packing ulang di basecamp agar tahu apa saja yang kurang dan apa saja yang harus ditambah. Sementara ada yang packing ulang, aku dan temanku yang cowo menuju ke loket administrasi untuk membayar segala keperluan serta diberi keterangan oleh petugas setempat. Setelah kami selesai dengan packing serta administrasi, kami pun lalu memulai pendakian Merapi dari basecamp Selo.

puncak garuda

Dari basecamp jalanan masih aspal dan sangat menanjak. Jalur seperti ini tentu sangat dibenci oleh para pendaki, termasuk aku. Setelah melalui kontur jalanan aspal, kami akhirnya sampai di tempat istirahat, di mana tempat ini banyak sekali warung dan spot foto yang sangat bagus. Tempat ini bernama ‘New Selo’. Kami pun istirahat sebentar sebelum nantinya melakukan pendakian lagi.

Setelah istirahat cukup, kami pun kembali melanjutkan pendakian. Dari ‘New Selo’ ke pos 1 jalanan masih didominasi oleh bebatuan dan belum memasuki jalur tanah. Kaki pun kian pegal karena jalur yang harus dilalui seperti ini. Namun lama-kelamaan tak terasa kami sampai juga di pos 1 saat hari sudah gelap. Sekitar jam setengah 7 malam kami tiba di pos 1 dan istirahat sejenak. Udara pun sudah semakin dingin dan cuaca kian tak menentu.

Tidak ingin terlalu lama di sini, kami bergegas kembali melanjutkan pendakian. Jalur dari pos 1 ke pos 2 sudah tanah. Tak ada lagi aspal maupun bebatuan. Karena hari semakin malam maka rencananya kami akan nge-camp di pos  dan rasanya tidak cukup kalo harus nge-camp di Pasar Bubrah. Langkah demi langkah kami lewati dengan hati-hati. Dan pada akhirnya pos 2 kami lewati dan menuju ke pos 3. Sampai di pos 3 kami langsung mencari tempat untuk mendirikan tenda. Di  sini ternyata juga banyak pendaki lain yang mendirikan tenda. Cuaca pun semakin dingin dan angin semakin kencang. Setelah tenda didirikan kami memasak mie instan dan kopi untuk mengisi dan menghangatkan perut. Setelah itu kami bergegas untuk tidur.

gunung merbabu dari merapi

Bangun-bangun kami disuguhi pemandangan mentari yang malu-malu muncul di antara kabut. Cuaca memang sedang tidak bersahabat jadi kami tidak terlalu berharap lebih. Setelah terjaga, kami pun sarapan dan bergegas untuk menuju ke Pasar Bubrah.

Jalanan dari pos 3 ke Pasar Bubrah sudah tidak ada lagi pohon karena vegetasinya sudah hilang akibat letusan dari Merapi. Dari sini samudera awan pun sudah terlihat dengan sangat jelas dan berhasil memanjakan mataku. Walau seringkali angin kencang menerpa dan kabut kadang menghampiri.

Setelah melewati jalur yang cukup menanjak, kami  pun akhirnya sampai di Pasar Bubrah. Sayangnya saat sampai di sini kabut merajai segala pemandangan sehinga puncak garuda tidak terlihat dari sini. Kami pun cukup kecewa namun mau bagaimana lagi. Namun beberapa menit kemudian ternyata kabut sudah mulai turun dan puncak garuda semakin terlihat. Aku pun langsung mengambil foto sebelum akhirnya turun dan berkemas untuk pulang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.