Mendaki Gunung Argopuro, Gunung dengan Jalur Terpanjang di Pulau Jawa

0
406
Pintu Gerbang Pendakian Jalur Bremi.

Apakah ada yang pernah mendaki Gunung Argapura atau Argopuro yang berada di Proboliggo-Jawa Timur?

Gunung yang memiliki jalur pendakian terpanjang di pulau Jawa ini memiliki ketinggian 3.088 Mdpl.

Belum lama ini saya dan teman-teman backpacker Jakarta mendaki Gunung Argopuro melalui jalur Bremi–Purbolinggo.

Rencana awal kami adalah mendaki Gunung Semeru, berhubung Gunung Semeru saat itu sedang ditutup karena ada kebakaran yang parah dan pendaki diarahkan hanya sampai Ranu Kumbolo saja.

Setelah voting dengan teman-teman, akhirnya kami memilih gunung Argopuro. Walaupun kebakaran sempat terjadi juga di beberapa titik gunung Argopuro tetapi pendaki masih tetap diizinkan oleh petugas.

Setelah mengatur berbagai persiapan dari melatih fisik, peralatan, dan logistik. Kami pun siap berangkat dan berkumpul di stasiun senen-Jakarta berangkat jam tiga sore menuju stasiun malang menggunakan kereta Matarmaja dan sampai pada pukul delapan pagi.

Sesampainya di Malang, kami pergi mengisi perut untuk sarapan dan berangkat lagi menggunakan mobil yang kami sewa menuju basecamp. Perjalanan Bremi-Probolinggo memakan waktu lima jam. Jangan ditanya lelahnya bagaimana?

Kami sempat berhenti untuk membeli beberapa logistik yang kurang, seperti gas kaleng, air minum botol berukuran besar, dan beberapa sayuran untuk di masak pada saat di gunung.

Di stasiun akan ada pemeriksaaan oleh petugas, jadi tidak diperbolehkan membawa gas kaleng.

Sampai di basecamp ternyata sore dan kami terpaksa harus bermalam di basecamp-Bremi. Kami menempati rumah warga yang memang sudah sering digunakan oleh para pendaki.

Sehabis shubuh, sekitar jam lima sore kami berangkat. Membawa tas carrier berukuran besar yang beratnya bahkan bisa seperempat berat badan si pendaki.

Udara pegunungan di desa Bremi ini sangat terasa dingin dan berkabut. Sebelumnya saya belum terbayang akan mendaki gunung Argopura yang memiliki beberapa titik puncak yang cukup terkenal seperti Puncak Rengganis, Puncak Argopuro, dan Puncak Arca.

Pada saat itu yang mendaki ke Argopuro tidak banyak, terlihat hanya ada dua grup yang ingin melakukan pendakian.

Jalur yang akan dilalui akan banyak sekali tanjakan dan sedikit sekali jalan yang landai. Dan jangan berharap ada pedagang yang berjualan di setiap pos. Tidak seperti gunung Gede, Slamet, bahkan Semeru yang masih ada pedagang yang berjualan.

Bagi yang ingin mendaki gunung Argopuro, bisa siapkan logistik yang mencukupi seperti air minum dan makanan. Karena pendakian akan memakan waktu sekitar tujuh jam sampai tempat nge-camp di Taman Hidup.

Camping di Danau Taman Hidup.

Sesampainya di Taman Hidup, kita akan disuguhi keindahan danau berukuran sedang yang bernuansa magis nan eksotik. Pemandangan yang tersaji di Taman Hidup sangat instragamable sekali.

Di sini memang biasa dijadikan tempat berkemah karena memang pas dengan stuktur tanahnya yang landai. Selain dekat sumber air yang dingin, dan memang dapat dikonsumsi, kita juga bisa mempersiapkan tenaga, untuk istirahat semalam karena besok paginya akan dilakukan pendakian ke puncak.

Seperti keadaan di gunung pada umumnya. Udara disini cukup dingin pada sore hari dan akan bertambah dingin saat memasuki malam hari. Bagi yang ingin mendaki bisa persiapkan pakaian hangat untuk menangkal udara dingin. Karena walaupun sudah di dalam tenda, dan tidur sudah ditutupi sleeping bag, dan jaket, udara dingin masih terasa di tubuh.

Jam lima pagi kami sudah siap mendaki ke puncak yang akan memakan waktu kurang lebih 7- 8 jam menurut beberapa kawan yang sudah pernah mendaki sebelumnya. Tiga orang kawan tidak ikut mendaki dan stayed di tenda untuk menyiapkan makanan dan menjaga barang-barang.

Kami tidak perlu membawa carrier, cukup dengan daypack yang berisi logistik dan 2 buah air minum berukuran 1.5 liter per orang. Jalur yang akan dilalui akan panjang dan penuh dengan tanjakan yang tajam.

Cemoro Limo.

Ditengah perjalanan, karena kelelahan dan kehabisan logistik, saya dan beberapa teman-teman tidak melanjutkan sampai puncak, dan hanya sanggup sampai Cemoro Limo. Perjalanan sampai puncak masih 3 jam lagi, sedangkan beberapa teman tetap melanjutkan sampai puncak.

Jika kita merasa tidak sanggup sampai puncak karena alasan fisik yang sudah sangat kelelahan, atau logistik yang sudah menipis, sebaiknya tidak perlu memaksakan diri menuju puncak. Karena sebenarnya puncak itu adalah bonus, jika tidak pun tidak jadi masalah, keselamatan tetap menjadi nomor satu.

Bagi yang ingin mendaki gunung anti mainstream sekalian berkontemplasi, gunung Argopuro bisa dijadikan pilihan yang akan memberikan sensasi yang berbeda. Tetapi sekali lagi, yang perlu diingat adalah siapkan segala sesuatunya dengan matang, seperti fisik, kesehatan, akomodasi dan logistik jadi tidak hanya bermodal semangat saja.

Dan jangan lupa jaga kebersihan gunung, jangan meninggalkan sampah di gunung. Perjalanan turun bisa ditempuh separuh dari waktu saat mendaki. Jadi tetaplah menjaga kebersihan sekitar gunung dengan membawa trash bag, dan bawa kembali sampah kita saat turun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.