Mencoba Wisata Mistis di Wisma Tumapel Malang

1
501
Wisma Tumapel Malang
Betapa tuanya bangunan Wisma Tumapel ini. Konon kalau kalian memiliki mata batin, kalian bisa melihat sesosok makhluk di dalam foto ini (kata teman saya yang indigo lho).

Saat saya sedang melakukan backapacker ke Malang, jujur saja tujuan wisata utama saya kala itu adalah Wisma Tumapel. Mengapa? Karena konon katanya seram! Jadi penasaran, seberapa seramnya ya, sampai banyak diomongin oleh banyak Youtuber?

Wisma Tumapel berada di Jalan Tumapel 01, Malang, Jawa Timur. Kalau dari Stasiun Kota Malang kalian bisa lurus saja berjalan sampai menemukan Bundaran Tugu. Setelah terlihat Hotel Tugu dan Hotel Splendid, kalian dapat masuk ke sebuah jalanan di seberang Hotel Splendid. Menurut cerita sih, Wisma Tumapel dahulunya masih menjadi bagian dari Hotel Splendid.

Dilansir dari malangonline.com, Wisma Tumapel didirikan pada tahun 1928 (tapi ada yang bilang 1935 sih, kira-kira mana yang benar, ya?). Wisma yang dibangun oleh Belanda ini kemudian direbut oleh penjajahan Jepang di tahun 1944 dan dijadikan kantor pemerintahan. Pada tahun 1950, kepemilikan wisma jatuh di tangan FKIP Universitas Airlangga (UNAIR) yang menjadikan wisma tersebut sebagai ruang kelas dan wisma dosen. Hingga berganti kepemilikan lagi di tahun 1968 dan dipegang oleh Universitas Negeri Malang (UM).

First impression saat saya melihat langsung Wisma Tumapel adalah BANGUNANNYA SUPER KEREN. Secara saya menyukai hal-hal berbau Belanda klasik.

Pada pintu utama terlihat salah satu penjaga bersama salah satu anaknya. Saya meminta izin masuk dan sempat suudzon beliau tidak akan membolehkan. Tapi ternyata, beliau mengizinkan dan yang paling penting adalah: gratis! Padahal menurut banyak artikel yang saya baca, apabila pengunjung mau masuk ke Wisma Tumapel, pengunjung harus memberikan ‘uang rokok’ ke penjaga.

Wisma Tumapel di Malang
Rencana pemugaran Wisma Tumapel, sudah jadi belum ya?

Sebelumnya di depan Wisma Tumapel saya melihat sebuah spanduk berisi gambar rencana bentuk Wisma Tumapel terbaru. Wow, keren! Saya jadi tidak sabar mau ke sini lagi pas Wisma Tumapel sudah direnovasi.

Saya dan Arum kemudian langsung masuk ke gedung utama, melihat-lihat sekeliling ruangan yang ada (tapi akhirnya kami tidak berani masuk ke sudut yang gelap gulita). Tidak lama saya langsung mengajak Arum untuk ke atas. Di gedung itu hanya ada kita berdua saja, lho. Benar-benar perempuan pemberani! (Padahal agak takut juga, hehe).

Kemudian kami bergegas ke balkon atas untuk melihat pemandangan. Hingga tiba-tiba Arum melihat penampakan asap putih di sebelah balkon. Saat saya menengok, si asap malah berangsur hilang.

Kira-kira asap apa, ya? Setelah saya dekati, di sana tidak ada puntung rokok, lho. Atau jangan-jangan, ada seseorang yang melempar biang es yang berasap? Atau penampakan yang akhirnya tidak jadi memperlihatkan diri? Seketika saya dan Arum merinding.

Wisma Tumapel di Malang
Tangga yang memiliki kolong ‘portal gaib’. Percaya tidak?

Saya dan Arum lalu kembali menyusuri lantai atas Wisma Tumapel, melewati sebuah tangga yang kolongnya dianggap sebagai portal gaib oleh salah satu paranormal ibukota.

Setelah melewati tangga, kami langsung berada di sebuah lorong yang di dalamnya dicat berwarna-warni. Kontras sekali dengan ruangan lain di Wisma Tumapel yang dicat berwarna putih dan coklat.

Wisma Tumapel di Malang
Lorong warna-warni di lantai atas Wisma Tumapel. Katanya sih suka ada penampakan Noni Belanda, mana ya?

Saya jadi teringat salah satu acara horor di TV yang mengatakan bahwa di lorong ini konon sering muncul penampakan Noni Belanda atau perempuan berambut panjang. Entah merasa beruntung atau tidak, yang jelas saya dan Arum tidak menemukan penampakan itu.

Di sebelah kiri lorong sebenarnya ada banyak ruangan yang ingin saya masuki. Karena terkunci, apa boleh buat, kami pun mencoba untuk mengeksplor sisi lainnya. Ada satu ruangan yang tidak dikunci dan ketika kami masuk, kami melihat banyak bekas sesajen dan darah kering.

Saya jadi teringat salah satu cerita blogger yang mengatakan bahwa dahulunya di dalam ruangan itu pernah terjadi pembantaian. Hiiiy.

Wisma Tumapel di Malang
Lorong di bangunan belakang bawah yang katanya sering ada penampakan. Apakah kalian melihatnya?

Karena sudah diingatkan untuk tidak sampai sore berada di dalam bangunan oleh sang penjaga, saya dan Arum pun kemudian langsung turun. Sebelumnya kami sempat melihat bagian belakang Wisma Tumapel dan lorong yang juga dianggap seram. Pundak saya pun terasa sangat berat. Karena tidak mau terjadi hal-hal tidak diinginkan, akhirnya saya segera mengajak Arum untuk pulang saja. Dan tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada bapak penjaga.

Bagaimana kabar Wisma Tumapel terkini, apakah sudah dipugar dan dijadikan bangunan yang semestinya?

Kalau tahu, yuk bagikan infonya ke saya melalui kolom komentar di bawah atau DM ke Instagram @irvinalioni.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.