Mencoba Ronde Titoni, Ronde Legendaris di Malang

0
996
Bagian depan depot Ronde Titoni.

Malang, sebuah kota yang memiliki julukan kota apel ini memang sangat menarik untuk dikinjungi. Banyak sekali destinasi wisata yang dapat dikunjungi, mulai dari wisata alam, sejarah, edukasi sampai kuliner ada di sini. Nah, kali ini saya akan bercerita tentang salah satu tempat kuliner yang melegenda di Malang.

Hawa kota Malang yang dingin, apalagi ketika hujan memang paling cocok untuk minum minuman yang hangat-hangat. Salah satunya adalah wedang ronde. Ronde ini sebenarnya adalah makanan tradisional asal Cina, namun sudah dikenal lama di Indonesia. Ronde sendiri terbuat dari adonan tepung ketan yang dibentuk menjadi bola-bola kecil seukuran kelereng lalu direbus dan disajikan dengan kuah jahe hangat.

Jika kalian berada di Malang, kalian dapat mencoba ronde legendaris di kota Malang, yaitu Ronde Titoni. Depot ronde ini sudah berdiri sejak tahun 1948 yang dimiliki oleh almarhum Abdul Hadi. Dulu, almarhum Abdul Hadi memikul dagangannya dan berjualan keliling. Rute kelilingnya adalah Pasar Besar – Pecinan – Kudusan, dan Tolaram(sekarang Toko Altara). Karena sering berdiam di kawasan Titoni, tepatnya di depan Toko Jam Titoni, maka disebutlah ronde ini sebagai Ronde Titoni.

Meja Racikan Ronde Titoni Malang.

Akhirnya, pada tahun 1985, almarhum Abdul Hadi tidak lagi menjajakan ronde keliling dan menetap di lokasi depot saat ini, yaitu di Jalan Zainal Arifin No.17, Sukoharjo, Klojen, Malang. Meskipun terletak di kawasan Kudusan, namun depot ini masih tetap bernama Ronde Titoni. Lokasinya tidak jauh dari alun-alun kota, tepatnya berada di sebrang Toko Mie Gloria. Depot ini mulai buka pada pukul 18.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Jangan mencoba untuk berkunjung saat siang, karena ketika siang hari depot ini digunakan untuk berjualan soto madura.

Bangku-bangku kayu panjang berjejer rapi di dalam depot. Disediakan juga dua bangku di depan depot. Pada setiap meja terdapat selembar kertas daftar menu. Namun, kalian juga bisa langsung untuk memesan ke penjualnya. Meskipun setiap harinya banyak sekali pengunjung yang datang, tapi jangan khawatir, pelayanannya terhitung sangat cepat. Tidak lama setelah kalian memesan, mangkok ronde atau angsle akan segera sampai ke meja kalian.

Ronde Kering dan Angsle.

Menu ronde di sini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ronde basah dan ronde kering. Bedanya adalah ronde basah disajikan dengan kuah jahe hangat yang ditaburi oleh kacang tanah di atasnya, sedangkan ronde kering dilumuri dengan bubuk kacang. Rasanya sangat enak dan membuat badan kita menjadi hangat.

Selain ronde, ada juga wedang angsle, minuman khas Malang ini sangat berbeda dengan ronde. Angsle ini merupakan makanan berkuah santan hangat dengan isian roti tawar, kacang hijau, mutiara, pethulo dan ketan. Campuran kuah dan isian dari wedang jahe ini memberikan sensasi manis dan gurih dalam mulut, serta hangat dalam perut. Untuk kalian yang tidak terlalu suka kuah jahe yang pedas, saya rekomendasikan untuk mencoba menu ini.

Menu di Ronde Titoni Malang.

Selain itu, ada juga kuah kacang, yang merupakan campuran antara kacang dan jahe. Menu ini paling cocok untuk dinikmati dengan cakwe.

Tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk bisa mencicipi kuliner legenda ini, untuk ronde kering kalian cukup membayar Rp 12.000 saja per porsi, setiap satu porsinya berisi 5 butir ronde. Sedangkan untuk ronde basah, ronde campur, angsle, dan kacang kuah, kalian cukup mengeluarkan uang Rp 10.000 saja per mangkok. Untuk cakwe dan roti goreng, cukup membayar Rp 4000 saja per porsinya. Murah bukan? Minuman legendaris Malang ini juga bisa di pesan lewat aplikasi ojek online, lho. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak mencoba ronde legendaris Malang ini.

Ronde Titoni
Jam Buka: 18:00 WIB - 00:00 WIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.