Mencicipi Pempek 123, Pempek Terkenal dari Lampung

0
1936
Pempek Kecil dan Kuah Cuko.

Lampung adalah sebuah daerah yang multikultur, budayanya berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Jadi, ketika kalian berwisata ke Lampung, kalian bisa menikmati keberagaman yang berada di Lampung. Bandar Lampung sebagai ibukota provnsi memiliki beberapa objek wisata kuliner yang menarik, unik, dan lezat. Dalam tulisan ini saya akan membahas Pempek 123, dengan ulasan kuliner dan fasilitasnya.

Pempek memang identik berasal dari Palembang, tapi ternyata di Lampung juga ada toko pempek yang ikonik bernama Pempek 123. Toko pempek ini memang salah satu yang paling terkenal di Bandar Lampung, bahkan sudah menjadi salah satu tempat favorit wisatawan mencari makanan enak atau oleh-oleh. Pempek 123 pada dasarnya mirip dengan pempek Palembang pada umumnya, tapi terdapat sesuatu hal yang berbeda yang menjadikan daya tariknya tidak seperti pempek pada umumnya.

Ulasan dan Daya Tarik.

Untuk kalian yang suka kulineran, pasti sudah familiar dengan pempek. Tapi, Pempek 123 berbeda dengan pempek pada umumnya. Untuk mengetahui bagaimana rasa Pempek 123 sebenarnya, saya pergi ke Pempek 123 mengajak seorang teman yang baru pertama kali mencoba Pempek 123. Rabu, 13 Juni 2019, saya mengunjungi Pempek 123, ini bukan kali pertama saya mencoba, tapi untuk teman saya Yosep, ini adalah kali pertama.

Setelah parkir, kami mencari meja makan dan memesan pempek. Kami memesan paket pempek campur yang isinya 10 pempek kecil, lalu memesan satu buah pempek kapal selam. Menu pempek di sini cukup banyak, mulai dari pempek adaan, pempek lenjer kecil, kapal selam kecil, lenjer besar, kapal selam besar, dan martabak telur dengan pempek. Selain menu pempek, ada juga minuman. Minuman paling khas adalah es kacang merah.

Pempek 123 Lampung.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, pempek yang kami pesan pun datang! Aroma ikan tenggiri begitu terasa nikmat, wanginya tidak amis, tapi kuat sekali. Melihat dan menghirup aromanya saja saya sudah tidak sabar untuk mencicipi! Pertama, cara makan pempek di Palembang atau Lampung dengan di pulau Jawa berbeda. Di sini, biasanya kuah pempek atau cuko dituang ke piring kecil, lalu diseruput sambil kita memakan pempeknya. Unik juga caranya. Nah, kuah cuko di sini terbagi menjadi jenis, yaitu cuko pedas dan tidak pedas.

Saya mulai menuang kuah cuko ke piring kecil, lalu mengambil pempek adaan. Suapan pertama, rasa ikan yang lezat dan adonan yang pas benar-benar terasa nikmat. Berbeda dengan pempek yang biasa saya makan, pempek ini dominan sekali ikannya, tepung dan adonannya hanya menjadi pelengkap saja. Lalu, rasa cukonya sangat lezat! Kental dan terasa sekali rempah-rempah di dalamnya. Teman saya berkomentar, “Ternyata yang selama ini kita makan bukan pempek! Ini nih, baru yang namanya pempek!”.

Pempek Kapal Selam di Pempek 123.

Benar juga, rasa otentik dan khasnya memang tidak terdapat dimana mana, kecuali di sini!

Untuk harganya memang sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan pempek-pempek biasanya. Satu pempek kecil, seperti adaan, telur kecil, dan lenjer potong adalah Rp. 6.000 per potong. Untuk pempek kapal selam seharga Rp. 22.000 per potong. Untuk paket pempek kecil isi 10 yang saya pesan, seharga Rp. 60.000. Lalu, kita juga bisa membeli paket pempek bungkus seharga Rp. 100.000 – Rp. 400.000, paket ini emang diatur sedemikian rupa untuk menjadi oleh-oleh. Sehingga, kemasannya langsung divakum, lalu dibungkus lagi dengan sebuah kardus. Cocok untuk menjadi pilihan oleh-oleh.

Tapi, ada sebuah hal yang harus diperhatikan dari toko pempek ini, yaitu tempat makannya. Pada momen tertentu, entah itu liburan atau jam makan, maka area makan di tempat ini akan penuh sesak. Orang-orang mengantri membeli pempek dan oleh-oleh, biasanya akan waiting list hingga cukup lama. Tapi, karyawan dan penjual di sini cukup sigap dan cepat melayani pesanan kita. Jadi, walaupun penuh, tapi masih tetap dalam batas wajar.

Jadi, bagaimana? Tertarik mencoba Pempek 123?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.