Mencicipi Kuliner Khas Banyuwangi di Desa Wisata Kemiren

0
367
Kopi Jaran Goyang Khas Banyuwangi.
Salah satu kegiatan favorit saya ketika jalan-jalan adalah mencoba kuliner lokal setempat, karena dengan begitu saya merasa lebih dekat dan menyatu dengan karakter setiap daerahnya. Rasanya tak lengkap jika sedang melancong tapi tidak mencari dan mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Entah itu makanan berat, kudapan, wewedangan, jajanan, maupun lainnya. Apa travelovers juga merasa begitu?

Kali ini saya akan berbagi rekomendasi kawasan yang cocok untuk kulineran di Bhumi Blambangan, Banyuwangi. Travelovers pasti akan melewati kota yang satu ini saat hendak berkunjung ke Bali, sisakan sedikit waktu untuk mencicipi jajanan khas Suku Osing di Desa Wisata Kemiren Banyuwangi, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Apabila travelovers menggunakan moda transportasi kereta api, kalian bisa turun di Stasiun Karangasem, karena merupakan stasiun terdekat dari desa wisata inii, lalu dilanjut menyewa motor ataupun menggunakan ojek online.

Setelah memasuki desa wisata tersebut, langsung cari saja area bernama Pesantogan Kemangi yang letaknya ada di pertigaan poros utama Desa Wisata Kemiren dengan bangunan yang dibuat khas pedesaan dengan nuansa warna coklat. Pesantogan ini memang salah satu serangkaian dari Desa Wisatanya dan saat ini yang bekerja dan sebagai pengelolanya adalah pemuda-pemudi setempat serta mendapat support juga dari Lembaga Adat Using Kemiren.

Kucur Gula Aren.

Suasana khas Suku Osing dibaur dengan modernisasi masa kini tampak jelas di suasana kedai ini. Pada menu sendiri terdapat beberapa pilihan seperti makanan berat (pecel pithik dan garang asem), camilan (serabi, gedhang goreng, kucur, kelmben, tape ketan, jenang dan lainnya), serta yang tidak ada di kota lain, yaitu Kopi Jaran Goyang. Ada beragam pilihan kopi, diantaranya es kopi susu robusta/arabika serta es kopi robusta arabika, bisa juga disajikan kopi panas tentunya masih dalam pilihan robusta ataupun arabika.

Saya langsung memesan beberapa camilan dan minuman khas Suku Osing, yaitu kucur, surabi, jenang bedhil, dan es kopi susu. Kalau orang osing biasa menyebutnya dengan kopi jaran goyang. Kucur sendiri memang camilan yang terdapat di beberapa wilayah jawa atau biasa dikenal dengan jajanan pasar, namun yang membedakan dengan kucur milik Kemiren Banyuwangi ini adalah kucurnya yang menggunakan gula aren, terasa legit dan sangat kaya cita rasa! Harga satu porsinya hanya Rp. 5.000 saja, lho!

Selanjutnya ada jenang bedhil, yaitu jenang berbentuk buat dan lalu disiram dengan santan yang kental, jenang ini biasa disebut dengan jenang candil ataupun jenang  grendul. Rasa manis dari jenangnya yang dominan akan gula merah berbaur dengan  gurihnya santan kental, harganya? Cuma Rp. 5.000 per porsinya.

Jenang Bedhil.

Lalu ada surabi, pasti travelovers sudah tidak asing, kan, dengan jajanan khas jawa ini? Memang asalnya bukan dari Banyuwangi, namun lebih sering disebut surabi itu khasnya dari Solo, Jawa Tengah. Tapi jangan salah, serabi di sini berbeda, karena kalau umumnya serabi  itu  disiram kuah santan, kalau ini serabinya kering namun diberi topping sirup gula merah dan ditabur serutan kelapa. Yum! Satu porsinya hanya Rp. 5.000.

Nah, harga jajanannya sendiri hanya berkisar antara Rp 5.000 – Rp. 12.000 per porsinya, makanan berat sekitar Rp. 20.000 per porsi dan minumannya hanya sekitar Rp. 5.000 – Rp. 8.000 rupiah saja. Makanan favorit saya adalah kucur gula aren yang belum pernah saya temui sebelumnya. Kalau minuman favorit saya sih es temulawak yang bisa membantu meredakan pegal-pegal. Travelovers bisa membawa pulang kopi bubuk jaran goyang arabika maupun robusta dengan dua macam ukuran 250 gram dan 500 gram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.