Mencari Nilai Positif Warisan Pahlawan di Museum Sepuluh Nopember

0
187
Patung Besar di Lantai 1.

Kota Surabaya terkenal bukan hanya dari rujak cingurnya, melainkan juga dari semangat perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah terutama pada perjuangan tanggal 10 November yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan. Untuk mengenang sejarah peristiwa ini dan mencari nilai positif yang bisa diterapkan pada kehidupan sekarang, aku mengunjungi Museum Sepuluh Nopember yang terletak sama satu lokasi dengan Tugu Pahlawan.

Kunjungan kulakukan di hari Minggu. Aku melihat banyak rombongan anak sekolah datang mengujungi museum ini juga. Lantas dalam hati aku berkata, “Bagusnya program sekolah zaman sekarang yang mengenalkan sejarah langsung ke lapangan. Jauh berbeda dengan zamanku yang hanya dijejali kata-kata dari buku pelajaran.”

Biaya masuk museum cukup Rp 5.000 saja. Harga yang sangat murah untuk pelajaran yang didapatkan. Jalan pertama melingkar turun menuju lantai bawah. Di tengah ruangan kulihat ada piramida gantung besar yang berisikan informasi gambar mengenai keseluruhan tempat bersejarah yang ada di Surabaya.

Pintu Masuk Museum.

Bagi kalian yang butuh petunjuk tempat wisata sejarah di Surabaya, piramida ini bisa menjadi referensi kalian. Di sebelahnya terdapat satu objek besar yang melukiskan peristiwa pertempuran yang terjadi didekat posisi Tugu Pahlawan sekarang berdiri.

Sesampainya di lantai bawah, nampak jajaran pajangan foto zaman dulu yang masih berwarna hitam putih. Aku menikmati foto-foto itu sebentar saja, lalu segera melanjutkan perjalanan ke ruang utama museum. Museum terbagi menjadi 2 lantai. Aku sarankan apabila kalian mengunjungi museum ini, mulailah dari sisi kiri terlebih dahulu, sama seperti yang aku lakukan karena museum ini bercerita searah jarum jam.

Pada sisi kiri, cerita dimulai pada masa proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 hingga berakhir pada sisi kanan yang bercerita masa pasca pertempuran di Surabaya. Pertama masuk, mataku langsung tertuju pada patung besar yang berada di tengah ruangan. Menurutku pribadi, patung ini menggambarkan semangat perjuangan para pahlawan, yaitu “Merdeka atau Mati!”.

Museum ini memiliki satu ruangan yang difungsikan sebagai ruang pemutaran diaroma digital. Pada kesempatan kali ini, aku tidak ikut menikmati fasiltias ini karena antriannya panjang terisi oleh anak-anak sekolah.

Suasana Lantai 2.

Dari keseluruhan suguhan lantai pertama, perhatianku sangat tercuri pada bagian cerita pemberontakan warga Surabaya terhadap tentara Inggris. Pada awalnya kedatangan tentara Inggris bernuansa damai. Namun, nuansa tersebut hanya tipuan karena Inggris berani mengeluarkan ultimatum kepada warga Surabaya untuk menyerahkan semua senjata yang dimiliki. Barangsiapa yang kelihatan membawa senjata akan ditembak.

Ultimatum ini menyulut amarah warga Surabaya dan menjadi roda penggerak perlawanan. Semangat perjuangan arek-arek Suroboyo berhasil disulut oleh Bung Tomo. Rekaman orasi Bung Tomo dapat didengarkan ulang di museum ini. Kata-kata dan intonasi pengucapan orasi tersebut benar-benar menggambarkan semangat melawan penjajah yang luar biasa besar.

Setelah menyelesaikan rangkaian cerita di lantai pertama, aku melanjutkan perjalanan menuju lantai kedua yang berisikan diaroma statis mengenai cerita yang sama dengan cerita di lantai pertama dan pajangan senjata beserta pernak-pernik yang dipakai selama peristiwa pertempuran. Ketika sampai dilantai kedua, pandanganku langsung terfokus pada piramida gantung besar yang bergambarkan besar wajah Presiden Soekarno dan dan Wakil Presiden Bung Hatta. Pada sisi sebaliknya terdapat gambar banyak pahlawan lainnya.

Rombongan Anak Sekolah Belajar Sejarah.

Puas mencari ilmu, aku memutuskan menyudahi wisata kali ini. Aku turun kembali menuju arah keluar. Sebelum keluar, ada toko yang menjual souvenir seperti kaos, gantungan kunci, buku, dan masih banyak lagi dengan tema Kota Surabaya dan perjuangan. Setelah dari toko souvenir, aku jumpai kembali objek besar yang melukiskan tekad kota Surabaya untuk terus maju dengan terus melakukan pembangunan di berbagai bidang.

Sekian cerita perjalanan wisata sejarahku. Semoga artikel ini bisa menginspirasi kalian untuk mengunjungi tempat ini juga dan mencari nilai positif warisan para pahlawan. Yuk main ke museum dan Salam Jasmerah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.