Mencari Ketenangan di Taman Sunyaragi, Cirebon

0
1107
Senja di Taman Sunyaragi.

Wisata sejarah merupakan salah satu jenis wisata yang cukup populer di Indonesia, karena banyaknya objek sejarah yang terdapat di Indonesia. Apabila berkunjung ke Cirebon, maka kita akan menemukan banyak sekali tempat yang bisa dieksplorasi dalam bentuk wisata sejarah di kota ini. Kota Cirebon sendiri memiliki banyak sekali kisah menarik yang bisa kita pelajari.

Wisatawan pada umumnya mengenal wisata sejarah di Cirebon berupa Keraton saja. Memang ada empat keraton di Cirebon, semuanya menarik dan bisa kita jelajahi satu per satu. Tetapi ada sebuah objek wisata sejarah yang menarik juga untuk dijelajahi, namanya Taman Sunyaragi atau Gua Sunyaragi. Memangnya apa, sih, yang menarik dari taman Sunyaragi?

Goa Peteng.

Pada hari Selasa, 7 Mei 2019, saya berkesempatan untuk mengunjungi Taman Sunyaragi. Setelah melewati jalan sore yang cukup padat di Kota Cirebon, saya sampai di area Sunyaragi sekitar pukul 16:00. Pepohonan dan tumbuhan yang terdapat di sekitar Sunyaragi membuat suasana sore menjadi lebih teduh, padahal suhu kota Cirebon sore itu cukup panas. Setelah memarkirkan kendaraan, saya masuk ke dalam area Sunyaragi. Mendadak suasana hening dan tenang mulai terasa, wisatawan yang berkunjung memang sedang sedikit jumlahnya. Sore itu terasa sangat tenang.

Saya berjalan perlahan ke area pertama, gua yang terdapat dekat panggung besar begitu megah. Gua-gua yang dibangun memang ditujukan sebagai tempat meditasi oleh keluarga keraton, mungkin zaman dulu area Sunyaragi merupakan hutan dan kawasan yang masih sangat sepi sehingga cocok untuk area meditasi. Tetapi, area Sunyaragi yang sekarang padat dan merupakan jalur utama transportasi di Kota Cirebon. Walaupun begitu suasana ketenangan dan teduh masih bisa kita rasakan di area Sunyaragi.

Goa-goa di Sunyaragi.

Sunyaragi berasal dari dua kata, asalnya dari bahasa Sunda yang berarti kesunyian dan ragi yang berarti raga. Secara harfiah, arti Sunyaragi adalah raga yang sunyi. Penamaan itu memang relevan dengan fungsi dari Taman Sunyaragi, yang merupakan tempat bermeditasi keluarga keraton. Taman ini dibangun pada tahun 1703, dibangun oleh Pangeran Kararangen. Cicit dari Sunan Gunung Jati, salah satu wali yang melakukan syiar Islam di Cirebon. Setiap gua yang dibangun di Taman Sunyaragi sebenarnya memiliki fungsinya masing-masing, tentunya juga dengan filosofi yang berbeda. Induk dari seluruh gua tersebut adalah Goa Peteng, gua ini merupakan tempat utama untuk bersemedi atau meditasi. Masih banyak gua lainnya, di antaranya adalah Goa Pande, Goa Pawon, dan Goa Padang Ati.

Menurut saya momen paling tepat untuk mengunjungi Taman Sunyaragi adalah pada saat sore hari. Ketika matahari sudah mulai terbenam, awan dan langit akan terlihat sangat indah di Taman Sunyaragi. Apalagi jika kalian memiliki hobi fotografi, momen sunset di Sunyaragi bisa menjadi objek hunting ketika sedang traveling ke Cirebon.

Fasilitas dan Harga Tiket.

Fasilitas di area Sunyaragi sudah lengkap, bahkan sudah dikelola dengan baik. Mulai dari loket masuk, pengelolaan tiket, mushola, toilet, bahkan coffee shop yang terdapat di area Sunyaragi. Tempat ini sangat cocok untuk kalian yang berwisata dengan keluarga dan rekan-rekan. Hanya saja, jika kalian ingin mengetahui lebih lanjut informasi-informasi histori dibalik bangunan Sunyaragi, kalian bisa meminta panduan dari pemandu wisata atau guide sehingga kita bisa lebih paham secara menyeluruh bukan hanya menikmati keindahan bangunan-bangunan kuno saja.

Harga tiket masuk menuju Taman Sunyaragi juga sangat terjangkau, yaitu sebesar Rp. 10.000 per orangnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.