Menatap Telaga Warna di Batu Pandang Ratapan Angin Wonosobo

1
868
Foto di spot batu yang bawahnya jurang batu.

Wisata yang patut dicoba ketika pertama kali ke kawasan Dieng adalah Batu Pandang Ratapan Angin. Wisata yang ngehits ini menawarkan banyak kepuasan di dalamnya. Selain tak perlu susah payah mendaki seperti layaknya gunung, pemandangannya juga akan menghipnotis setiap pengunjungnya karena jika beruntung maka pemandangan telaga warna akan terlihat jelas di sana.

Untuk bisa berkelana ke Batu Pandang Ratapan Angin, transportasi yang digunakan tidak begitu sulit, cukup naik bus kecil dari Wonosobo kota dengan tujuan Dieng atau Batur. Uniknya, kalau kalian beruntung maka akan menemukan bus yang memiliki tempat charger ponsel dan full musik sepanjang perjalanan. Lokasi Batu Pandang Ratapan Angin ini tidak jauh dari pertigaan Dieng dengan landmark tulisan Dieng.

Tarif yang dipatok untuk masuk ke wisata tersebut sebesar Rp10.000 (tidak termasuk asuransi karena memang tidak ada asuransinya). Setelah itu, naiklah ke tangga menuju spot foto. Di sana terdapat batu besar untuk berfoto. Dengan view telaga warna, hasil foto yang dihasilkan akan sangat bagus. Jika ingin mengambil foto dari batu besar maka berhati-hatilah, dikarenakan berbatasan langsung dengan jurang yang mana di bawahnya terdapat batu-batu besar. Karena tidak ada asuransi maka kalau terjadi kecelakaan itu bukan tanggung jawab pengelola lagi.

Foto di tempat parkiran.

Jika kalian takut mengambil foto dari atas batu, tenang saja karena sudah ada gazebo kayu disediakan yang juga bagus untuk dijadikan spot foto meski tidak sebagus foto di atas batu. Setelah puas foto dengan pemandangan telaga warna, kalian perlu mencoba foto dengan landmark Batu Pandang Ratapan Angin. Foto di spot tersebut aman jika tidak foto di atas batu.

Sebenarnya ada banyak spot foto di sana seperti spot foto dengan pernak-pernik balon udara, foto dengan miniatur rumah Hobbit, dan foto dengan burung hantu. Dari semua spot foto yang ada, foto dengan pemandangan telaga warna merupakan yang paling favorit dan paling diminati. Maka tak heran, antrian untuk foto di sana lumayan banyak apalagi jika berpapasan dengan akhir pekan. Beruntungnya, saya ke sana ketika hari kerja jadi tidak perlu mengantri panjang untuk mendapatkan foto yang diinginkan.

Foto di spot batu yang lebih aman karena bawahnya tanah.

Mendaki tangga di sepanjang jalan setapak menuju spot foto memang tidak begitu sulit bagi kawula muda, beda lagi bagi mereka yang sudah tua. Tapi tenang saja, sebelum naik tangga ada penyewaan kayu untuk mendaki tangga. Bagi saya sih sayang untuk menyewa kayu, mending buat beli gorengan tempe gemul khas Wonosobo di dekat spot foto atau membeli jamur krispi yang dijajalkan di sana.

Terakhir sebelum ke sana, siapkan mental fisik dan rohani dan juga selalu cek situs cuaca dan perkiraannya karena jika mendung atau berkabut maka pemandangan telaga warnanya akan kabur sehingga membuat kalian bakal menyesal datang di waktu yang tidak tepat apalagi jika hujan. Mendekati musim hujan seperti ini, intensitas hujan sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia tak terkecuali Wonosobo. Sayang sekali jika ke Batu Pandang Ratapan Angin tiba-tiba hujan deras mengguyur, maka hilang dan pupus sudah berfoto di atas batu atau foto di spot menarik lainnya di sana.

Dan sekali lagi, jangan lupa utamakan keselamatan sepanjang berfoto di Batu Pandang Ratapan Angin, berfoto boleh tapi mengabaikan kesemalatan kita demi foto itu yang sangat tidak dibolehkan.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.