Menapaktilasi Jejak Pahlawan di Monumen Bandung Lautan Api

0
331
Monumen Bandung Lautan Api dari sudut pandang lain

Jika Jakarta punya Monas dan Surabaya memiliki Tugu Pahlawan, maka Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat juga memiliki tugu atau monumen khasnya, yakni Monumen Bandung Lautan Api. Sama seperti Tugu Pahlawan yang menyimpan sejarah perjuangan rakyat melawan ketidakadilan penjajah, Monumen Bandung Lautan Api juga sama.

Desain monumen yang disematkan pada Monumen Bandung Lautan Api bukanlah sembarang desain. Patung berbentuk kobaran api menyala-nyala di atasnya itu memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan peristiwa Bandung Lautan Api.

Area halaman Bandung Lautan Api yang masih banyak sampah di jam siang.

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa penuh pengorbanan dan perjuangan rakyat Bandung. Saat itu, sekutu memerintahkan agar Bandung dikosongkan pada tahun 1946. Padahal Indonesia sudah merdeka namun sekutu belum ingin melepaskan wilayah jajahannya begitu saja. Sekutu juga menyuruh seluruh rakyat Bandung untuk menyerahkan semua senjata hasil rampasan dari bekas tentara Jepang yang sebelumnya kalah dalam perang.

Tentu saja rakyat Bandung tidak ingin wilayahnya yang sudah merdeka direbut kembali oleh penjajah. Oleh sebab itu, perintah membakar seluruh rumah beserta harta benda diumumkan agar penjajah kalang kabut dan memikirkan kembali niatan untuk menjajah Bandung. Harta benda bahkan nyawa mereka taruhkan untuk melindungi Bandung. Maka meletuslah kobaran api besar di Bandung pada Maret 1946.

Penampakan Monumen Bandung Lautan Api

Banyak yang tidak tahu dan sadar bahwa dibalik keelokan Monumen Bandung Lautan Api, terdapat air mata dan pengorbanan rakyat. Berkunjung ke Monumen Bandung Lautan Api adalah momen yang pas untuk berwisata sambil mengenang sejarah. Kalau perlu sambil mengirim doa kepada pahlawan yang telah gugur di medan perang

Daya Tarik Monumen Bandung Lautan Api

Di sekitar monumen terdapat beberapa lukisan mural dari pahlawan di atas tembok yang tersedia. Tentu saja ini akan semakin membuat sakral suasana di sekitar Monumen Bandung Lautan Api. Kita bisa berfoto dengan objek lukisan mural atau gagahnya monumen. Lukisan-lukisan tersebut membuat daya tarik sendiri untuk Bandung karena hal semacam ini tidak saya temukan di Tugu Pahlawan Surabaya atau Monas.

Seni mural di samping monumen menjadi daya tarik tersendiri.

Area Monumen Bandung Lautan Api memiliki ruang yang cukup luas meski tidak seluas Monas atau Tugu Pahlawan Surabaya. Jarak antara pintu masuk dan pintu keluar pun tidak begitu jauh berbeda jika kita berwisata ke Monas namun positifnya adalah tempat parkir ke area monumen pun menjadi semakin dekat.

Berbicara mengenai tarif masuk, tentu saja kalian tidak akan dikenakan tarif untuk masuk ke Monumen Bandung Lautan Api, namanya juga monumen. Kecuali, jika kalian ingin ke Taman Dinosaurus yang berada persis di samping monumen atau jika kalian ingin masuk ke kolam renang yang juga berdekatan dengan monumen, maka kalian harus merogoh kocek. Namun tenang saja, Kalian bisa duduk-duduk santai menikmati suasana liburan Bandung di sekitar monumen sambil kumpul-kumpul dengan teman atau saudara. Sambil menggelar tikar dan menyediakan makanan di tengahnya. Tapi selalu ingat buang sampah pada tempatnya.

Jalan masuk samping tempat parkir.

Di malam hari terutama di akhir pekan, monumen akan dipadati oleh banyak orang. Penjual dan pedagang berseliweran ke sana dan kemari. Maka tak heran jika datang di pagi hari untuk sekedar jogging di sekitar monumen, akan banyak sampah berserakan. Meski sudah ada petugasnya, sampah yang ada terlalu banyak. Harusnya wisatawan membawa kantong plastik untuk membuang sampahnya sendiri karena tempat sampah yang tersedia pun tidak terlalu banyak apalagi jika akhir pekan tiba. Jika kalian ingin menapaktilasi jejak pahlawan di Monumen Bandung Lautan Api maka cukup dengan menjaga kebersihan di sekitar monumen karena berdoa dan berwisata saja kurang lengkap tanpa adanya kesadaran terhadap lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.