Menanti Senja di Pantai Batu Bengkung, Malang

0
333
Spot di Pantai Klopo Wedi.

Pesona deretan pantai di Malang Selatan sudah tidak diragukan lagi. Pantai Batu Bengkung adalah salah satu pantai yang tak boleh dilewatkan ketika berwisata di Malang. Utamanya bila sedang menyusuri deretan pantai di Kabupaten Malang Selatan. Secara administratif, pantai Batu Bengkung terletak di Jalur Lintas Selatan, RT 42 RW 05, Dusun Hutan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pantai Batu Bengkung kini juga menjadi cagar alam yang dilindungi.

Spot di Pantai Klopo Wedi.

Jarak tempuh ke pantai Batu Bengkung dari kota Malang sekitar 75 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua sampai tiga jam perjalanan. Ada dua alternatif jalur jika dari kota Malang. Yaitu (1) bisa melewati Kepanjen dengan mengikuti petunjuk arah pantai Balekambang atau (2) melewati jalur Kecamatan Turen dengan mengikuti petunjuk arah pantai Sendangbiru.

Jika memilih jalur Balekambang, setelah perempatan sebelum akses masuk Pantai Balekambang, belok kiri lalu sekitar 10 kilometer di kanan jalan ada tulisan besar “Batu Bengkung”. Sebaliknya jika memilih jalur Sendangbiru, usai dari perempatan menuju pantai Sendangbiru, lurus saja sekitar 10 kilometer di kiri jalan ada tulisan besar “Batu Bengkung”. Jalur kedua (Sendangbiru) jalannya lebih berkelak-kelok dan memakan waktu lebih lama. Namun bagi saya pribadi, panorama alamnya lebih memesona jalur yang kedua ini. Entah sudah berapa kali saya dan kawan-kawan berkunjung ke pesisir Malang Selatan, namun tak ada kata bosan.

Batu Bengkung.

Waktu itu saya dan keponakan dari Kota Batu. Kami belum memutuskan akan ke pantai mana, namun kami menentukan titik awal yaitu Pantai Balekambang. Awalnya, usai berhenti dan makan cilok di perempatan Balekambang, kami akan mengunjungi pantai Kondang Merak yang berada di sebelah barat. Jalannya adalah jalan tanah yang belum diaspal dan menanjak cukup tinggi jadi terkesan menantang. Namun sayang, persediaan bensin kami menipis. Khawatir kehabisan bensin di tengah jalan dan takut tak ada yang jualan bensin, akhirnya kami balik kanan.

Kami kembali lagi ke perempatan Balekambang lalu lanjut menyusuri jalan raya ke arah timur. Sepanjang jalan, gumuk atau gunung kecil terlihat hijau menggemaskan. Gumuk-gumuk tersebut menunjukkan kegigihan para petani yang menanam pisang hingga ke puncak-puncak gumuk. Sementara itu deretan pantai di sisi selatan atau kanan jalan seperti melambai-lambai pada kami seakan meminta kami agar mampir dan singgah. Dan akhirnya kami memilih Pantai Batu Bengkung untuk singgah sembari menanti senja. Selain mengunjungi pantai Batu Bengkung, kita juga bisa sekaligus mampir mengunjungi beberapa pantai yang ada di sekitarnya.

Batu Bengkung tempat menanti senja.

Petugas di loket Pantai Batu Bengkung memberitahu kami perihal spot terbaik menanti senja adalah di ujung batu yang paling timur. Banyak orang mendaki bukit karang ini untuk menyaksikan pesona senja dengan seribu cerita. Pesona keindahan matahari yang perlahan menyelam ke dalam lautan lalu meninggalkan guratan jingga di langit biru, memang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Selain itu, dari atas bukit ini, gumuk-gumuk tadi terlihat semakin eksotis.

Fasilitas umum di Pantai Batu Bengkung cukup memadai. Mulai dari musholla, toilet, kamar mandi sampai warung makan. Lokasi parkir juga sangat luas. Biaya parkir motor Rp 10.000 dan parkir mobil Rp 15.000. Sementara tiket masuk pengunjung Rp 10.000 per orang. Jika bermalam tinggal menambah Rp 3.000. Harga tiket tersebut per 9 November 2019.

Malam Minggu pengunjung sangat ramai. Sebab selain berwisata pantai dan berburu senja, Pantai Batu Bengkung juga memfasilitasi camping. Bagi pengunjung dari luar kota, kemping adalah pilihan yang bijak dibandingkan menginap di hotel. Hehehe. Tentu saja, selain lebih hemat, camping di pantai akan menjadi pengalaman baru yang tak bisa dilupakan.

Spot di Pantai Batu Bengkung, dibalik pantai Klopo Wedi.

Saya menyebut Pantai Batu Bengkung ini adalah kompleks pantai karena ada beberapa pantai sekaligus di sini. Yaitu Pantai Gopit atau Pantai Ngopet, Pantai Klopo Wedi, dan Pantai Batu Bengkung itu sendiri. Tiketnya cukup jadi satu saja.

Pantai ini dinamai Batu Bengkung karena gugusan batu-batuan karang yang mengelilingi sekitar pantai. Gugusan batu-batuan tersebut berbentuk melengkung dan menyerupai wanita yang sedang di-bengkung. Bengkung adalah istilah sabuk panjang semacam selendang yang dipakai oleh ibu-ibu di Jawa usai melahirkan, agar perutnya kembali ramping. Batu bengkung ini sekaligus merupakan karang penghalang yang melindungi pengunjung dari ketakutan terhanyut atau terkena ganasnya ombak laut selatan.

Spot di Pantai Gopit.

Selain hamparan pasir putih yang lembut nan eksotis, angin dingin khas pantai yang sepoi-sepoi, deburan ombak yang mendebarkan, Pantai Batu Bengkung juga menawarkan keunikan yang barangkali tidak ditemukan di obyek wisata pantai lainnya. Yaitu saat ombak pantai mulai pasang akan ada kolam renang alami yang sangat luas di bibir pantai. Kolam ini terbentuk akibat adanya cekungan sedalam 1,5 meter dan air yang berasal dari ombak yang membawa air ke tepian pantai. Air ini terhalang untuk kembali ke laut oleh batu karang yang membentang sepanjang pantai.

Jadi, jangan lupa memasukkan pantai Batu Bengkung dalam daftar liburanmu ya Sobat Travelblog!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.