Memperingati 20 Tahun Wafatnya Stanley Kubrick, Kunjungi Pameran Satu Ini!

0
1498
(sumber: flickr.com/culturacdmx)

Ada destinasi wisata unik lagi, untuk kamu pecinta film, nih! Mungkin bagi kamu movie enthusiast sudah tidak mungkin lagi mempertanyakan sineas innovatif abad 20 ini, Stanley Kubrick dengan mahakaryanya yang luar biasa. Sebut saja 2001: The Space Odyssey (1968), Full Metal Jacket (1987), atau yang paling fenomenal adalah The Shining (1980). Racikan sinematografi Kubrick dipadu oleh akting luar biasa Jack Nicholson membuat film satu ini menjadi karya abadi dari sineas asal Amerika Serikat ini. Untuk seorang traveler sekaligus penikmat film Kubrick, mungkin rasa apresiasinya takkan pernah mati dan mungkin harus menyempatkan diri untuk berkunjung ke event satu ini.

The Design Museum, London pun turut serta memperingati 20 tahun wafatnya Stanley Kubrick dengan mengadakan pameran eksklusif bagi pecinta karya Kubrick. Tak hanya itu, penggemar dari Kubrick dapat mendalami Kubrick Universe saat mengunjungi The Design Museum. Objek yang dipamerkan pun tidak tanggung-tanggung, terdapat 700 objek yang dipamerkan yang terdiri dari footage wawancara dan klip video, foto Behind The Scene (BTS), properti syuting, hingga naskah asli selama beliau berkarir hampir 50 tahun lamanya pun dipamerkan di sini. Salah satu objek yang paling memorable bagi orang-orang ataupun penggemar salah satunya adalah properti kapak yang digunakan Jack Nicholson dalam film The Shining, kostum Alex Delarge and The Droogs dalam film A Clockwork Orange (1971), helm dalam film Full Metal Jacket, hingga kostum dan topeng ritual dalam film Eyes Wide Shut (1999) pun dipamerkan di exhibition.

Salah satu display kostum Alex DeLarge dalam film A Clockwork Orange tahun 1971 (sumber: flickr.com/rickharris)

Jika kamu rinci melihat setiap objeknya, kamu akan melihat setiap foto BTS yang memunculkan obsesif Kubrick dalam setiap pengambilan gambar. Kubrick sendiri merupakan salah satu sineas yang terkenal dengan teknik pengambilan gambar yang rinci dan innovatif, salah satu bentuk innovatif Kubrick dalam mengemas filmnya adalah saat mengambil gambar para astronot mensimulasikan gravitasi. Salah satu siasat Kubrick untuk membuat adegan tersebut, beliau menggunakan ruang berbentuk roda berukuran 12 meter agar ruangan dan posisi kamera dapat mengambil gambar dengan sempurna. Bagi pecinta film A Clockwork Orange, kamu harus terkejut karena pasalnya, naskah sekuel novel A Clockwork Orange ditemukan sebelum dibukanya pameran ini. Sayangnya, karya epic milik Anthony Burgess ini tidak rampung dan Anthony Burgess sendiri pun wafat pada tahun 1993.

Pameran ini tidak hanya semerta-merta memperingati wafatnya Kubrick, namun pameran ini juga memperingati sutradara jenius ini berpindah ke tanah Ratu Elizabeth pada tahun 1960an, tepatnya saat Kubrick mulai memroduksi film Lolita (1962), Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb (1964), 2001: The Space Odyssey, dan Full Metal Jacket. Setiap karyanya yang dipamerkan begitu diminati oleh pengunjung, terutama untuk film Full Metal Jacket yang diilhami dari semi-autobiographical dari seorang veteran bernama Gustav Hasford.

Foto BTS Stanley Kubrick dan Jack Nicholson Dalam Film The Shining tahun 1980 (sumber: flickr.com/snooksy)

Semasa hidupnya, Kubrick sudah menyutradarai 16 film yang debutnya dimulai pada tahun 1951 hingga 1999. Kubrick pun menghembuskan napas terakhirnya pada 7 Maret 1999. Banyaknya karya yang dihasilkan serta teknik sinematografi yang canggih membuat namanya layak untuk dijadikan sebagai legenda sutradara jenius. Bagi kamu yang akan plesir ke Inggris atau mungkin kamu ingin menyempatkan diri untuk mengabadikan momen demi sang sutradara legendaris ini, kamu bisa masukan The Design Museum, London ke itinerary-mu. Pameran ini akan berlangsung hingga 15 September 2019.

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.