Mempelajari Sejarah Melalui Diorama di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

0
1709
Museum Vredeburg Yogyakarta
Minirama Pelantikan Ir. Soekarno sebagai Presiden RIS (Republik Indonesia Serikat).

Museum Benteng Vredeburg adalah salah satu museum favorit saya. Saya sudah mengunjungi museum ini sebanyak dua kali. Ketika saya mengunjunginya pada bulan Agustus, ternyata tiket masuknya gratis, semua pengunjung museum bebas masuk tanpa dikenakan biaya. Walaupun, jika kita harus beli tiketnya, harganya sangat terjangkau, hanya Rp 3.000.

Museum Benteng Vredeburg berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 6 Yogyakarta, jadi masih berada di kawasan Malioboro. Lokasinya berdampingan dengan Pasar Beringharjo. Tapi kamu jangan belanja dulu,ya. Lebh baik pelajari dulu sejarah Indonesia melalui Diorama-diorama yang ada di keempat gedung di museum ini.

Museum Vredeburg Yogyakarta
Bagian Depan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

Karena saya menginap di hotel sekitar Jalan Malioboro, jadi sambil melihat-lihat suasana jalan ini, saya memilih untuk berjalan kaki menuju Museum Benteng Vredeburg. Agar lebih cepat, bisa juga kita menggunangan Bus Transjogja yang ada di Jalan Malioboro, menggunakan ojek pangkalan, becak atau bentor, delman, dan transportasi online lainnya. Tapi, karena saya ingin sambil menikmati suasana kota Yogyakarta, jadi berjalan kaki adalah pilihan yang pas.

Museum Vredeburg Yogyakarta
Jendela dan Pintu Besar Berciri Khas Bangunan Belanda.

Begitu memasuki Museum Benteng Vredeburg, saya melihat bangunan museum ini masih terlihat kokoh dan terawat juga. Tidak terlihat seperti bangunan lama yang sudah berdiri sejak zaman Pemerintahan Belanda dulu. Gaya aksitektrunya mencirikan bahwa bangunan ini adalah bangunan bergaya Eropa dengan jendela dan pintu yang tinggi.

Agar lebih teratur dalam mempelajari sejarah, saya mulai memasuki Gedung Diorama 1 dulu. Di ruangan ini, ada minirama-minirama yang menampilkan sejarah tentang Pangeran Diponegoro. Dijelaskan bahwa Belanda mengepung kediaman Pangeran Diponegoro di Tegelrejo pada tanggal 20 Juli 1825. Tapi, Pangeran Diponegoro berhasil meloloskan diri ke Dekso dilanjutkan ke Selarong yang menjadi markas beliau dari tanggal 21 Juli – 9 Oktober 1825,

Masih di gedung ini, ada juga sejarah tentang Penobatan Sri Sultan Hamegku Buwono IX pada tahun 18 Maret 1940, masuknya Jepang di Yogyakarta pada tahun 6 Maret 1942, berdirinya taman siswa 13 Juli 1942, dan tentang sejarah Romusha, yaitu sebutan bagi orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesea dari tahun 1942 sampai tahun 1945.

Museum Vredeburg Yogyakarta
Pemerintah Republik Indonesia Hijrah Ke Yogyakarta.

Memasuki Gedung Diorama 2, ternyata minirama di dalam gedung ini berjumlah 19 buah. Minirama-miniramanya menggambarkan tentang Proklamasi Indonesia. Ada juga patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit bendera pusaka merah putih, patung penerbang yang mewakili misi pengeboman pertama penerbang Indonesia pada tanggal 29 juli 1947, patung Abdurahman saleh, Jendral Urip Sumoharjo, dan yang lainnya.

Kemudian saya menuju Gedung Diorama 3. Di Gedung ini banyak benda bersejarah yang unik dan bermacam-macam, seperti peralatan makan Bapak Sumarjono, mesin jahit kuno, kursi Pak Dirman, dan yang lainnya.  Gedung diorama ini juga menggambarkan tentang Kedaulatan Republik Indonesia Seikat (RIS), dan ada satu lorong dengan patung-patung yang menggambarkan adegan pasukan TNI dan para gerilyawan mengadakan serangan terhadap Hotel Tugu Yogyakarta pada saat terjadi serangan umum 1 maret 1949.

Gedung Diorama terkahir, yaitu Gedung Diorama 4, menggambarkan peristiwa sejarah dari pemilihan umum di Yogyakarta (1950), seminar pancasila pertama di Yogyakarta, peristiwa G 30 S PKI di DIY, penumpasan G 30 S PKI di alun-alun utara Yogyakarta, dan lain-lain.

Museum Vredeburg Yogyakarta
Halaman Tengah Museum.

Itulah pengalaman saya mengunjungi Museum Benteng Vredeburg. Dengan datang dan mempelajari sejarah Indonesia melalui diorama, saya akhirnya menjadi lebh tahu bahwa Kota Yogyakarta menjadi salah satu  kota yang penting dalam bagian sejarah Indonesia. Jadi, Yogyakarta bukan hanya dikenal dengan Jalan Malioboro, Keraton Nyayogyakarta, ataupun Pasar Beringharjonya saja, melainkan banyak peristiwa-peristiwa sejarah Indonesia yang terjadi di kota ini.

Museum Vredeburg Yogyakarta
Taman Bermain di halaman Depan Gedung Diorama 4.

Bukan hanya di dalam gedung dioramanya saja, taman bermain yang ada di luar gedung, selain bisa digunakan anak-anak untuk bermain dan belajar atau untuk kita beristirahat, juga menampilkan informasi-informasi sejarah tentang Pahlawan Wanita Indonesia.

Oh ya, lokasi Museum Benteng Vredeburg dekat juga dengan tujuan wisata lainnya, seperti Monumen Serangan Umum 1 Maret, Taman Pintar Yogyakarta, Perempatan Yogyakarta Km. 0, Taman Budaya Yogyakarta, Alun-alun Utara Yogyakarta, Bangsal Pagelaran Keraton, Keraton Ngayogyakarta, Museum Kereta Keraton,  dan Tugu Yogyakarta (Golong Gilig). Jadi, kita bisa melakukan One Day Trip di Yogyakarta dengan titik awal perjalanan mulai dari Jalan Malioboro.

Jam Buka
Senin - Sabtu 7.30 - 16.00 Wib
Minggu - Tutup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.