Memandang Merapi Lebih Dekat di Bunker Kaliadem

0
1394
Gunung Merapi

Tinggal di kota Jogja, tentunya tidak asing lagi dengan pemandangan gunung yang apabila langit sedang cerah akan terlihat gagah. Ya, Gunung Merapi, yang sampai saat ini masih berstatus waspada karena aktivitas vulkanik yang terus terjadi ini memang sebuah ikon dari kota Jogja.

Kali ini, aku dan saudaraku ingin berbagi pengalaman ketika kami mengunjungi Bunker Kaliadem. Bunker ini berfungsi sebagai tempat berlindung jika Gunung Merapi meletus sewaktu-waktu. Namun ada beberapa orang yang tidak selamat ketika berlindung di bunker ini karena suhu lava merapi yang mencapai 700 derajat celcius.

Untuk mencapai ke Bunker Kaliadem dari kota Jogja, kamu bisa melewati jalan Kaliurang – Jalan Pakem – Jalan Raya Merapi Golf – Jalan Bebeng lurus hingga bertemu dengan wisata Jeep Lava Tour Merapi yang berjejer di pinggir-pinggir jalan. Saat itu, karena kami sudah membawa sepeda motor, maka kami bisa langsung menuju parkiran Bunker Kaliadem.

Kalian perlu berhati-hati jika membawa sepeda motor karena jalan menuju parkiran Bunker Kaliadem merupakan bebatuan bekas erupsi Merapi. Namun, jika kamu hendak merasakan wisata Jeep Lava Tour Merapi, kamu bisa memarkirkan kendaraan mu di salah satu penyedia layanan tour. Kamu akan diantar ke Bunker Kaliadem dan merasakan sensasi off-road dengan jeep di sana. Dengan biaya sekitar Rp 350.000 sampai Rp 600.000 kamu bisa merasakan serunya wisata Jeep Lava Tour Merapi. Harga tersebut disesuaikan dengan paket yang kamu pilih untuk tour Merapi.

Sesampainya di parkiran saat itu, parkiran cukup penuh. Terlihat banyak orang berada di sana, ada pula rombongan wisatawan yang menggunakan seragamnya. Di deretan parkiran, juga terdapat kios-kios yang menjual cinderamata khas merapi seperti baju, celana, topi, hiasan-hiasan, hingga batu cobek. Jika kamu tertarik membeli untuk oleh-oleh kamu bisa membelinya di sini, sekaligus membantu perekonomian warga sekitar yang mungkin dulu terdampak erupsi Merapi.

Jalan menuju ke Bunker Kaliadem dari spot foto.

Dulu kawasan Bunker Kaliadem ini terdapat desa yang akhirnya hancur karena erupsi Merapi tahun 2010. Kemudian pemerintah setempat melarang warga untuk mendirikan bangunan sebagai tempat tinggal di zona tersebut. Pemerintah hanya membolehkan warga menggunakan lahan tersebut untuk wisata ataupun berdagang seperti itu. Sebagai gantinya, pemerintah membangunkan rumah atau yang disebut hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal di beberapa wilayah yang berada di zona aman. Saat erupsi Merapi tahun 2010 itu keluarga kami juga ikut serta mengungsi ke luar kota karena situasi saat itu benar-benar tidak kondusif.

Dari parkiran, kami berjalan ke atas menuju spot yang biasanya digunakan para wisatawan untuk berfoto dengan background Gunung Merapi yang gagah. Kamu bisa memilih tempat mana yang akan kamu tempati untuk berfoto, karena spot ini cukup luas seperti padang rumput dengan batu-batu yang sedikit menyakitkan kaki apabila kamu tidak menggunakan alas kaki yang nyaman. Jadi selain memperhatikan outfit untuk berfoto, kamu juga perlu memilih alas kaki yang nyaman untuk melindungi kakimu.

Setelah menemukan spot yang pas, kami pun berfoto. Memandang lebih dekat Gunung Merapi yang biasanya hanya bisa dilihat dari kejauhan. Ketika di sana, kami juga melihat beberapa pengendara motor trail sedang off-road di jalur yang berbatu dan curam. Sehingga banyak menarik perhatian wisatawan yang datang. Setelah puas berfoto dan memandang Merapi, kami kembali ke daerah bunker yang semakin ramai.

Spot foto paling favorit.

Beberapa orang melihat masuk untuk melihat kondisi di dalam bunker. Saudara saya yang penasaran pun akhirnya juga ikut memasuki bunker tersebut. Saat itu saya tidak ikut karena ada beberapa wisatawan yang meminta tolong untuk difotokan. Dari cerita saudara-saudara saya, bunker tersebut merupakan ruangan yang tidak begitu luas dengan satu kamar mandi darurat di dalamnya.

Setelah puas melihat kawasan wisata Bunker Kaliadem, karena hari sudah sore kami memutuskan untuk kembali pulang. Tetapi selain bunker Kaliadem, di daerah ini juga terdapat beberapa tempat rekreasi seperti Merapi Park dan beberapa wisata lain. Kamu juga bisa mampir jika waktu masih memungkinkan. Yaudah yuk, ke Merapi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.