Memaknai Tari Barong di Celuk Gianyar Bali

0
250
Barong sebagai sosok penebar kebaikan.

Menikmati Pulau Bali juga berarti menikmati bentang budaya yang ada di dalamnya. Termasuk, tarian daerah yang cukup banyak dimiliki oleh Pulau Dewata ini. Salah satu tarian yang cukup menarik perhatian saya adalah Tari Barong. Tarian yang ditarikan oleh satu atau dua penari dengan bentuk topeng yang khas.

Saya pertama kali menyaksikan Tari Barong di Gianyar Bali bersama rombongan guru-guru tempat saya mengajar. Rombongan kami dibawa oleh pemandu wisata ke sebuah sanggar seni bernama Sanggar Kesenian Putra Barong Celuk. Wah, saat pertama kali datang ke sanggar dengan bangunan bambu yang khas, saya langsung bersemangat. Kira-kira, apa yang akan bisa saya saksikan nantinya?

Sebelum memulai pertunjukan, pengelola sanggar memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berfoto dengan para penari wanita. Nantinya, hasil jepretan itu bisa digunakan sebagai oleh-oleh pengunjung dalam bentuk gantungan kunci dan foto cetak. Harga gantungan kunci dengan gambar penari Bali adalah 15.000 rupiah. Sedangkan untuk foto cetak harganya adalah 5.000 rupiah.

Seorang turis berfoto bersama Barong.

Selepas puas berfoto bersama penari, maka pengunjung dipersilakan untuk masuk ke ruang pertunjukan. Meski tidak terlalu luas, tetapi ruangan ini mampu menampung pengunjung hingga 100 orang. Tak hanya dari dalam negeri, banyak pengunjung mancanegara yang hadir untuk melihat Tarian Barong ini seperti dari Korea Selatan.

Pertunjukan ini sendiri merupakan sebuah seni teatrikan yang merupakan gabungan antara drama, tari, dan musik. Pukul 09.30 WITA, para penabuh gamelan mulai memainkan musiknya dan tak berapa lama muncul satu buah barong dengan liukan tubuhnya yang khas. Ia mengitari panggung dan seakan mengucapkan selamat datang kepada para penonton. Tak berselang lama, dua pemandu acara muncul dan memperkenalkan diri serta menerangkan tentang pertunjukan yang akan dilaksanakan.

Namun sebelumnya, pengunjung diperbolehkan untuk berfoto bersama Barong. Saya yang duduk di barisan depan tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berfoto bersama. Selepasnya, ada seorang turis asal Korea yang juga ingin berfoto. Selain berfoto, ia juga memberikan uang kepada Barong dengan tangan kiri. Lucunya, Barong tersebut menolaknya. Sang pembawa acara kemudian menjelaskan bahwa Barong adalah lambing kebaikan. Makanya, ia akan menerima uang tersebut jika sang pemberi menggunakan tangan kanan. Wah, saya baru mendapat pelajaran berharga ini.

Si Kera yang menghibur Barong.

Tak selang lama, pertunjukan pun dimulai. Barong yang semula menari dengan lincah tiba-tiba saja terlihat sedih. Seekor kera pun datang dan menghiburnya. Kesedihan sang Barong disebabkan karena ada tiga manusia merusak hutan. Kesedihan Barong pun hilang ketika si kera berhasil menangkap dan memotong hidung manusia tadi. Makanya, jangan suka merusak hutan ya dan lestarikan alam.

Cerita berlanjut dengan pertarungan antara Barong dengan sosok jahat bernama Rangda. Sosok jahat tersebut berhasil mempengaruhi Dewi Kuti, salah satu tokoh cerita Bali yang mengorbankan anaknya, Sadewa kepada Rangda. Anak tersebut dibuang ke hutan dan akan dibunuh oleh Rangda. Namun, berkat Batara Siwa, Sadewa diberi kekuatan sehingga mampu mengalahkan Rangda. Kejahatan yang dilakukan oleh Rangda pun bisa dilawan.

Pertarungan manusia melawan Rangda.

Meski demikian, masih ada satu tokoh jahat yang merajalel. Tokoh itu adalah Kalika yang merupakan murid dari Rangda. Pada babak selanjutnya, Kalika diceritakan berubah wujud menjadi Rangda dan mulai merasuki pikiran manusia. Akibatnya, mereka berbuat kejahatan dan beberapa diantaranya bahkan melukai diri sendiri. Saya cukup ngeri ketika ada adegan penusukan perut yang dilakukan oleh para penari.

Untunglah, tak berselang lama, Barong pun datang. Ia pun menyadarkan para manusia itu dan melawan Kalika. Sang tokoh antagonis pun berhasil dikalahkan. Akhirnya, Barong sebagai tokoh kebaikan berhasil mengalahkan Kalika yang berwujud Rangda. Inilah salah satu hikmah yang bisa dipetik bahwa kejahatan akan kalah oleh kebaikan. Dan tentunya, hawa nafsu yang tak bisa dikendalikan akan juga bisa menjadi penyebab timbulnya kejahatan jika ada kesempatan.

Satu setengah jam saya sangat terhibur dengan pertunjukan ini. Sebuah pertunjukan khas Pulau Bali yang sangat sayang untuk dilewatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.