Memaknai Filosofi Batu di Kuil Ryoanji

0
186
Suasana pengunjung di kuil ryoanji.

Jepang memang patut dijuluki sebagai Kota Seribu Kuil. Pasalnya, di Kyoto, terdapat banyak kuil, satu di antaranya adalah Kuil Ryoanji. Kuil ini sering disebut sebagai The Temple of The Peaceful Dragon. Sesuai dengan namanya, kuil ini menyajikan ketenangan dan kedamaian bagi pengunjungnya yang datang. Kuil yang terletak di sebelah barat laut Kota Kyoto ini bisa menjadi destinasi wisata bagi kalian saat berkunjung ke Jepang.

Pada mulanya, kuil ini bukanlah sebuah kuil. Awalnya, kuil ini difungsikan sebagai villa bagi bangsawan Jepang selama Periode Heian. Kemudian, fungsi bangunan diubah menjadi kuil Zen pada tahun 1450. Secara khusus, kuil ini dimiliki oleh sekolah Myoshinji dari Sekte Rinzai Buddhisme Zen.

Selain nama tersebut, Kuil Ryoanji juga disebut sebagai Taman Hojo (Hojo Garden) atau Taman Batu karena terdiri atas lima belas batu besar dan kecil yang disusun dalam kelompok lumut kecil. Karena taman yang tidak terlalu luas, pengunjung sebaiknya datang saat masih pagi agar terhindar dari ramainya pengunjung. Saat tidak terlalu ramai, kalian bisa duduk-duduk sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Tentunya, kalian sekaligus mengamati batu-batu yang terdapat di taman di hadapan kalian.

Lukisan huruf kanji.

Kuil ini memiliki makna yang kurang pasti. Umumnya, masyarakat Jepang mempercayai bahwa kuil ini mengandung makna bahwa seekor harimau yang membawa anak-anaknya sedang menyeberangi kolam atau pulau-pulau di laut. Namun, sebagian yang lain memercayai bahwa kuil ini mewakili konsep abstrak seperti tak terhingga. Oleh karena itu, secara umum, pemaknaan filosofi batu di taman ini diserahkan kepada pengunjung. Sayangnya, saat dulu saya ke sini, saya belum berhasil menghadirkan makna atas batu-batu besar yang terletak di atas sepetak taman berisi batu-batu kerikil. Saya hanya takjub dengan keseriusan turis dari Barat yang khusyuk sekali duduk di pinggir taman sambil memandangi. Sesekali mengambil gambar. Saya hanya ikutan duduk dan ikut memotret.

Taman ini merupakan karya besar dari arsitektur Zen. Nah, di dalam taman terdapat satu petak kebun. Di petak itu terdapat batu bulat yang menggabungkan mangkuk berisikan air membentuk prasasti Zen. Namun, sebelum menjumpai sepetak kebun ini, kalian akan melalui pintu utama yang dikenal dengan nama Kuri. Padahal, dulunya Kuri ini adalah dapur kuil. Kini, pengelola kuil mengubahnya menjadi pintu utama bagi pengunjung yang datang.

Bilik di kuil.

Selain memaknai filosofi batu yang ada di petak kebun, kalian pun bisa melihat-lihat ciri khas lain dari taman ini, yaitu lukisan yang berada di pintu geser (fusuma) pada kamar tatami. Lukisan itu mengandung simbol ketenangan. Selain itu, di belakang juga terdapat kebun kecil yang juga menghadirkan ketenangan bagi pengunjung. Kuil Ryoanji ini benar-benar menghadirkan filosofi ketenangan bagi semuanya. Di kebun ini juga terdapat patung batu bundar dengan cekungan air persegi.

Nah, di sini juga terdapat restoran. Restorannya terletak di kamar tatami. Restoran ini secara khusus menghadirkan sensasi kenikmatan tahu rebus bernama Yudofu. Tahu rebus ini sudah terkenal di Kyoto. Namun, jika pengunjung menyantap tahu dari kuil ini secara langsung, pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang berbeda karena bisa makan tahu sambil merasakan ketenangan, duduk santai, dan memandang taman tradisional Jepang.

Untuk ke kuil ini, perjalanan yang perlu kalian tempuh cukuplah mudah. Kalian bisa menggunakan JR Bus. Lama perjalanan hanya 30 menit dengan tarif sebesar 230 yen. Setiap 15-30 menit, bus akan melalui jalur ini. Kereta kecil juga tersedia. Namanya Keifuku Kitano Line.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.