Melirik Bandara Internasional Kertajati Sebagai Referensi Perjalanan Udaramu

0
874

Warga Bandung sekitar mungkin tidak asing dengan Bandar Udara Husein Sastranegara, namun asingkah dengan Bandar Udara satu ini? Bandara Internasional Jawa Barat (BJIB) Kertajati atau disebut juga sebagai Bandar Udara Majalengka sebenarnya telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 24 Mei 2018. Eksistensinya hingga kini masih belum terdeteksi oleh orang-orang, termasuk oleh warga lokal sendiri. Terlebih, maskapai yang beroperasi di Bandara internasional kedua terbesar di Indonesia ini hanya segelintir dari sekian banyak maskapai yang beroperasi di Indonesia. Padahal, Bandara Kertajati ini begitu fokus terhadap kenyamanan penumpang terutama dari segi fasilitas dan venue yang lebih dari sekadar memumpuni.

Bandara Kertajati pada awal beroperasi memiliki landasan pacu sekitar 2,500 meter bahkan pada bulan November, landasan pacu Bandara Kertajati sudah di angka 3,000 meter. Direktur Operasional dan Pengembang dari PT. BJIB, Agus Sugeng Widodo mengatakan jika luas bandara Kertajati sama persis dengan luas Bandar Udara Soekarno-Hatta, yakni sekitar 1,800 hektare. Bandara Kertajati pun dicanangkan akan mampu menampung sekitar 30 juta penumpang di tahun 2023. Selain menawarkan fasilitas check-in serta bagasi melalui aplikasi BJIB, hal ini merupakan innovasi digital yang upayakan Bandara Kertajati untuk kenyamanan penumpang.

Banyaknya fasilitas yang ditawarkan Bandara Kertajati tidak menjadikan primadona satu ini terhindar dari banyaknya kendala, pasca beroperasinya bandara Kertajati pada tahun 2018 tidak membuat bandara ini beroperasi dengan lancar. Pasalnya, masalah akses menuju bandara Kertajati menyulitkan penumpang, belum lagi kurangnya maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara Kertajati. Sampai saat ini, solusi yang dapat diupayakan adalah dibangunnya jalur Tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan) untuk mempermudah akses menuju bandara Kertajati. Karena untuk warga Bandung yang akan ke bandara Kertajati menggunakan akses jalan Tol Cipularang-Cikampek-Cipali yang cukup memakan waktu lama dan tentunya warga Bandung akan cenderung memilih ke Bandara Husein Sastranegara ketimbang harus jauh ke bandara Kertajati.

 

Upaya memaksimalkan operasi bandara Kertajati, Pemprov Jabar pun akan merealisasikan pindahnya rute penerbangan bandara Husein ke bandara Kertajati dengan pertimbangan kendala transportasi. Entah itu akses jalan yang belum memumpuni, ataupun akses tol yang belum rampung. Rute yang akan dipindah ke bandara Kertajati adalah rute non Bandung-Bali, sementara rute Bandung Bali masih di Bandara Husein.

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.