Melihat Sejarah Perjuangan Indonesia di Museum Perjuangan Bogor

0
1337
Museum Perjuangan Bogor.

Mengunjungi museum dapat menjadi destinasi menyenangkan tersendiri yang unik. Mungkin bagi sebagian orang tidak dapat menemukan sisi menariknya. Namun, jika kamu ingin mencoba sesuatu yang baru, kalian bisa pergi jalan-jalan bersama teman ke museum dengan membawa kamera sebagai alternatif tempat liburan.

Museum Perjuangan Bogor ini terletak di Jl. Merdeka No.56, Ciwaringin, Kec. Bogor Tengah. Tepat berada di seberang pusat perbelanjaan yang terkenal, yaitu PGB (Pusat Grosir Bogor). Museum ini berfokus dalam menceritakan situasi pada masa proklamasi kemerdekaan sejak 17 Agustus 1945 – 25 Desember 1949 di daerah eks-Karesidenan Bogor, Jawa Barat, dan diresimkan pada tanggal 15 Agustus 1958.

Pada waktu saya bersama teman saya mengunjungi museum siang itu, sekitar pukul 11:00 pada pertengahan bulan Ramadhan, kami disambut oleh seorang penjaga tua yang berdiri tepat di depan pintu museum. Begitu kami tersenyum sapa dan mendekat, beliau langsung mempersilahkan masuk ke dalam sambil menyambut kami mengarahkan kepada meja registrasi.

Sejarah Museum Perjuangan Bogor.

Harga tiket masuknya cukup murah, yaitu sebesar Rp. 10.000 saja. Mungkin jika dibandingkan dengan museum-museum lain yang lebih luas dan terjaga kondisinya dengan display yang lebih banyak harga tersebut terbilang sedikit mahal.

Suasananya sangat sepi, sepertinya kami merupakan orang yang pertama mengunjungi tempat tersebut pada hari itu, karena pada saat itu bapak penjaga baru mulai menyalakan lampu yang berada di dalam museum. Entahlah, jangan-jangan kami adalah orang pertama yang mengunjungi museum itu setelah beberapa hari lamanya. Sangat disayangkan, padahal museum adalah merupakan salah satu cagar budaya yang perlu dilestarikan.

Seperti museum pada umumnya, terdapat lemari-lemari kaca yang di dalamnya berisi barang-barang peninggalan yang berkaitan dengan peristiwa masa-masa kemerdekaan Indonesia. Sayangnya, banyak sekali barang-barang yang terlihat mulai rapuh seperti tidak terurus, banyak juga pakaian-pakaian yang mulai rapuh digerus waktu.

Museum ini terdiri dari 2 lantai, interiornya khas bangunan zaman dahulu. Pada awal masuk, di lantai pertama lebih banyak memamerkan senjata, mata uang, dan surat kabar yang terdapat pada masa penjajahan, senjata yang dipajang berupa pistol dan senapan. Sedangkan di lantai atas lebih banyak menmamerkan baju-baju dan barang-barang lainnya. Ruangannya tidak terlalu besar dan terdapat bangku-bangku yang sudah terlihat cukup tua.

Bendera Pusaka.

Karena suasananya sangat sepi, bahkan ketika naik ke lantai atas rasanya terasa sedikit horror. Mungkin karena tempatnya yang jarang dikunjungi orang. Sedihnya, tempat tersebut mungkin jika lebih banyak yang menngunjungi bisa menjadi lebih terurus sehingga tidak akan ditemui adanya DVD dangdut yang tergeletak begitu saja.

Pada ujung ruangan di lantai atas terdapat lukisan yang sangat besar di tembok. Lukisan tersebut menggambarkan sekilas beberapa scene yang terjadi pada masa penjajahan. Di depan lukisan tersebut terdapat panggung hijau kecil yang digunakan untuk memamerkan alat-alat peperangan.

Yang membuat saya sedikit miris ketika melihat salah satu display, yaitu bendera pusaka yang dikibarkan di wilayah sini. Bendera tersebut sudah sangat lapuk dan tidak lagi berbentuk seperti bendera. Warna merahnya sudah tidak terlihat seperti sedia kala, bahkan kainnya sudah sangat rapuh dimakan waktu. Terlihat jika kotak display-nya seperti telah mengalami kebocoran. Pada bendera tersebut terlihat jika kainnya dibuat dengan menyambung beberapa kain agar ukurannya dapat sesuai. Rasanya sangat miris.

Museum Perjuangan Bogor.

Dibalik kemirisan saya atas isi museum perjuangan ini, saya senang dapat mengunjungi museum ini. Terdapat banyak sekali cerita penting dimana hanya sejarah yang dapat mencatat. Bangunannya sangat khas, interiornya sangat indah jika digunakan untuk berfoto ala-ala vintage. Bahkan saya dan teman mengunjungi museum tersebut dengan menggunakan pakaian yang vintage sehingga menjadi sangat lucu. Di meja resepsionisnya juga terdapat lemari yang berisi banyak buku-buku yang bagus untuk menambah ilmu pengetahuan.

Bahkan tertulis di sebuah bingkai tentang gambaran umum maksud dan tujuan pendirian Museum Perjuangan Bogor, yaitu:

  1. Mewariskan semangat juang 45 pada generasi yang akan datang
  2. Menyimpan benda bersejarah pada Revolusi Fisik Perang Kemerdekaan RI 1945
  3. Agar generasi penerus tidak “Adam lali tapel”, yakni kegerasi yang tidak hilaf pada asal. Asal Bangsa Indonesia yang mempunyai ciri dan pribadi Indonesia serta berwawasan Nusantara yang dituangkan dalam falsafah negara kita Pancasila.

Yuk, kita sama-sama berkunjung ke museum! Jangan sampai nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita yang telah berjuang mati-matian terkikis oleh zaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.