Melihat Produksi Keripik Tempe di Sanan, Malang

0
1365
Tempe mentah yang sudah diiris.

Apakah kalian termasuk satu dari sekian banyak orang yang menggemari cemilan keripik tempe yang berasal dari Kota Malang? Jika iya, coba baca tulisan ini. Karena tak hanya sekedar menikmati keripik tempe yang kriuk ini, juga dapat pula belajar tentang proses pembuatan dari awal hingga menjadi hidangan yang siap dinikmati.

Sanan merupakan satu tempat di Kota Malang yang terkenal akan produksi tempe dan keripiknya. Sanan memiliki paguyuban resmi untuk mengedukasi pengunjung yang ingin belajar atau sekedar mengetahui sekilas tentang keripik tempe. Ketua paguyuban sentra industri ini adalah Pak Arif. Kampung ini terletak di Jalan Sanan tak begitu jauh dari Rumah Sakit Lavalete Malang. Lebih dari 90% warganya merupakan pengrajin keripik tempe. Bisa juga dikatakan jika hampir setiap rumah yang ada di Jalan Sanan memiliki industri rumahan berupa produksi keripik tempe dan juga tempe.

Cara mengiris secara horizontal.

Awal mula terciptanya keripik tempe tak lain karena waktu itu penjualan tempe tidak habis dalam waktu sehari. Jika dijual untuk keesokan harinya maka tempe tak lagi sebagus hari pertama. Tak ingin merugi, mereka pun mengiris tipis tempe tersebut dan menggorengnya menjadi keripik. Ide yang sangat sederhana yang mendatangkan banyak rupiah.

Hal pertama yang dilakukan dalam produksi ini tentunya adalah memilih tempe yang bagus. Di kampung Sanan, tempe juga diproduksi dari warga kampung ini. Hal ini tentu sangat memudahkan perputaran ekonomi masyarakat di kampung Sanan ini. Setelah memilih tempe yang bagus, pengirisan mulai dilakukan. Memotong tempe setipis ini tidak mudah karena bagi kami bisa memotong tempe setebal 0,2 cm tanpa mengiris jari pun sudah sangat bagus. Sedangkan bagi mereka, tempe setebal 0,2 cm tersebut masih bisa dipotong lagi menjadi 2-3 kali lagi.

Pengirisan dengan mesin.

Pengirisan ini bisa menggunakan beberapa cara. Ada yang dengan cara meletakkan tempe sepanjang kira-kira 10-15 cm secara vertikal sebanyak mungkin agar bisa diiris dalam waktu bersamaan. Ada juga dengan meletakkannya secara horizontal dengan bantuan penyangga untuk mengirisnya secara horizontal. Ada pula yang menggunakan mesin untuk mengiris. Mesin ini bekerja dengan sangat cepat dan praktis karena satu meter tempe bisa diselesaikan dalam waktu 5 hingga 10 menit saja.

Setelah irisan terkumpul, maka selanjutnya adalah membuat adonan untuk tempe sebelum digoreng. Bukan tepung terigu yang digunakan melainkan tepung maizena. Proses menggorengnya tak membutuhkan waktu yang lama. Setelah selesai proses penggorengan, maka selanjutnya adalah mendinginkannya. Keripik tempe harus dalam keadaan dingin sebelum dikemas. Jika mengemas keripik tempe dalam keadaan masih panas, maka keripik tempe akan berbau tengik dan rasanya pun tidak enak.

Pak Arif menjelaskan cara mengiris tradisional.

Dalam sehari, Pak Arif memproduksi 60 kg keripik tempe. Satu kilogram keripik tempe dihargai sekitar 50 ribu rupiah. Hasil produksi ini dulunya bisa satu kwintal dalam sehari. Namun karena sudah banyaknya pengrajin tempe dan keripik tempe di kampung ini, hasil produksi pun menjadi turun. Untuk satu bungkus keripik tempe bisa awet selama 3 bulan karena tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali.

Tempe dalam proses penggorengan.
Keripik tempe kriuk yang siap dimakan.

Nah, agar bisa melancong sekaligus belajar di Kampung Sanan ini, kalian hanya perlu menghubungi Pak Arif. Beliau merupakan ketua paguyuban sentra industri keripik tempe Sanan ini. Nantinya beliau akan menginformasikan perihal paket yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Terdapat tiga macam rute yang bisa dipilih, diantaranya adalah rute pendek, menengah dan panjang. Rute terpanjang ini biasanya juga melihat proses produksi tempe, keripik tempe, hingga workshop lengkap.

Bagaimana? Tertarik belajar? Siapa tahu sepulang belajar jadi ingin menjadi pengusaha keripik tempe juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.