Melancong ke Peninggalan Kerajaan Tarumanegara di Sukamakmur Bogor

0
1940
Batu Tapak Prasasti Pasir Awi.

Salah satu destinasi di kecamatan Sukamakmur Bogor yang para wisatawan jarang tahu keberadaanya adalah piktograf dan telapak kaki kerajaan Tarumanegara yaitu cagar budaya Prasasti Pasir awi.

Akhir-akhir ini Kecamatan Sukamakmur menjadi primadona para pelancong pemburu liburan. Menurut informasi yang didapatkan puncaknya pada saat memasuki musim liburan pergantian akhir tahun dan idul fitri. Pengunjung bisa mencapai sepuluh kali lipat dibandingkan dengan liburan pada tiap akhir pekan, didominasi dengan kendaraan roda dua. Daya tarik daerah ini selain tempatnya yang tidak terlalu jauh dari ibu kota juga banyak menyuguhkan spot-spot yang masih alami dan bikin gagal move on mulai dari gunung batu, air terjun cipamingkis, air terjun ciherang, air terjun cibereum, rawa gede serta masih banyak lagi tempat-tempat lainnya.

Hamparan pesawahan dan Sungai Cipamingkis dari sekitaran Prasasti Pasir Awi.

Kecamatan Sukamakmur juga lebih banyak dikenal dengan sebutan puncak dua atau pinus, selain cuacanya yang dingin (heeem tapi masih dinginan mana ya dengan sikapnya dia eya eya eya ooops… lanjut..) sama dengan puncak Cisarua Bogor, tempat ini juga sebagai jalan alternatif ketika daerah puncak macet, jalur ini ke sebelah selatan menghubungkan ke Kota Bekasi dengan melewati jalur kecamatan Jonggol dan menuju ke arah barat terhubung dengan kecamatan Citereup atau melewati tol jagorawi serta kesebelah timur berbatasan dengan kab. Cianjur.

Perjalanan menuju Prasasti Pasir Awi.
Anak tangga menuju Prasasti Pasir Awi.

Selain mempunyai tempat-tempat wisata yang indah dan sejuk Sukamakmur juga ternayata mempunyai nilai sejarah yang tinggi, bukti sejarah ini salah staunya adalah adanya cagar budaya Prasasti Pasir Awi. Letaknya di kp Bojong Honje Desa Sukamakmur kecamatan Sukamakmur Kab. Bogor, jarak dari jalan utama ke tempat Prasasti Pasir Awi ini kurang lebih sekitar 3 km dan akses kesana kita akan melewati jalan bebataun yang terjal serta semak-semak dipinggiran jalan yang masih kelihatan tinggi dan lebat, tetapi tenang saja untuk para pelancong setelah menempuh jarak kurang lebih sekitar 2 km dari jalan raya akan disuguhkan dengan panorama alam yang indah sehingga bisa melupakan mantan sejenak (krik.. krik.. krik..). Abang sarankan lebih baik naik motor cross untuk ketempat ini, tapi tenang motor matic juga masih aman dan masih bisa di andalkan untuk  sampai ke tempat ini he he he.

Spot sekitaran Prasasti Pasir Awi.

Menurut informasi, situs Prasasti Pasir Awi ini merupakan salah satu dari tujuh prasasti yang berada di Jawa Barat. Prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara dan pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan prasasti ini sebagai cagar budaya.

Prasasti ini pertama kali ditemukan oleh seorang arkeolog berekebangsaan Belanda yang bernama N.W. Hoepermans pada tahun 1864. Pada prasati ini terlihat ada pahatan telapak kaki kiri yang menghadap kesebelah selatan dan kaki kanan menghadap kesebelah timur. telapak kaki ini dipercaya sebagai telapak kaki Raja Sri Purnawarman yaitu raja dari kerajaan Tarumanegara yang pernah berjaya pada abad keempat sampai dengan abad ketujuh masehi.

Piktograf Prasasti Pasir Awi.

Pada Prasasti Pasir Awi ini selain ada pahatan telapak kaki, terdapat pula piktograf yaitu gambar yang digunakan untuk mengekpresikan atau menyampiakan arti dari suatu benda pada masa itu, fiktograf yang terdapat dalam prasasti ini yaitu berupa sebatang ranting, dedaunan dan buah-buahan. Yang sangat disayangkannya sampai dengan saat ini masih belum ada satupun peneliti yang bisa membaca dan menafsirkan piktograf yang terdapat di Prasasti Pasir Awi ini.

Selain dari tulisan papan himbauan untuk tidak merusak cagar budaya, ditempat Prasasti Pasir Awi tidak ada semacam papan informasi dan sejenisnya untuk menejelaskan tentang asa-usul atau sejarah yang lebih detail. yang seharusnya cagar budaya ini menjadi sarana edukasi untuk para wisatawan dan terlihat sangat sepi sekali dari pengunjung serta terlihat kurang terawat. Mungkin hal ini karena masih kurangnya informasi wisata cagar budaya ini dan mungkin melihat akses jalan menuju ke tempat ini yang masih sangat sulit untuk dilewati, mudah-mudahan kedepannya cagar budaya Prasasti Pasir Awi ini menjadi perhatian utama oleh pemerintah, selain itu juga bisa membantu meningkatakan perekonomian warga yang berada disekitaran tempat tersebut.

Jam Buka
Setiap Hari 08.00 - 16.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.