Masjid Kobe: Masjid Ajaib di Negeri Sakura

0
560
Tampilan luar masjid kobe.

Kobe Muslim Mosque memang akrab disapa lebih singkat dengan sebutan Masjid Kobe. Ada pula yang menyebutnya dalam bahasa Jepang, yaitu Kobe-Kaikyo-Jin atau Kobe-Mosuku. Masjid ini adalah masjid pertama yang didirikan di Jepang tahun 1935. Saat umat muslim di Kota Kobe semakin bertambah dan mulai muncul Komunitas Muslim di Kobe, tahun 1928 dilakukanlah penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan tempat ibadah di Kobe. Penggalangan dana dilakukan oleh Komite Masjid Kobe yang terdiri atas campuran umat muslim dari berbagai negara, seperti India, Mesir, Turki, Arab Saudi, dan lainnya. Dana terkumpul hingga waktu yang lama, yaitu 5 tahun.

Masjid ini sering disebut sebagai masjid ajaib. Mengapa bisa dijuluki seperti itu? Hal itu karena masjid ini tetap berdiri kokoh meskipun telah melewati dua bencana yang melululantakkan kota. Bencana pertama terjadi saat Perang Dunia II. Saat hujan bom dijatuhkan oleh tentara sekutu di Kota Kobe, Masjid Kobe menjadi satu-satunya bangunan yang masih berdiri kokoh. Ini baru keajaiban yang pertama. Kedua, tahun 1995, Kobe pernah diguncang gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter hingga bencana ini disebut sebagai Great Hanshin Earthquake. Gempa ini membuat 180.000 lebih bangunan hancur. Namun, lagi-lagi, keajaiban terjadi. Masjid Kobe tetap menjadi satu-satunya bangunan yang tidak hancur, bahkan masih utuh. Masyarakat Kobe menjadikan masjid ini sebagai lokasi pengungsian sementara.

Hingga saya datang ke sana tahun 2018, masjid ini masih berdiri anggun, kokoh, dan cantik di Kitano-Chuo-ku Kobe. Menaranya yang tinggi dengan keberadaan balkon di sebelah kanan sering digunakan sebagai pertanda untuk memberikan informasi bahwa ibadah salat akan dimulai (azan). Menara itu disebut sebagai minaret. Sementara itu, pada sebelah kiri terdapat kubah masjid yang disebut dome. Menara dan kubah ini semakin menambah cantik tampilan masjid dari luar.

Tempat wudu.

Di dalam masjid, terdapat ruang ibadah yang dilengkapi dengan lampu gantung yang indah dan nampak mewah. Dindingnya dihiasi dengan kaca patri warna kuning sehingga berpadu dengan indah. Desain di kaca patri itu berupa pola geometri yang mengandung pesan, yaitu larangan untuk menyembah berhala. Jika berkunjung ke sini, kalian akan dibuat takjub dengan keindahannya. Pastikan kalian datang ke sini untuk salat.

Seperti waktu beribadah pada umumnya, masjid ini pun menyelenggarakan waktu ibadah sebanayak lima kali dalam sehari. Umumnya, jemaah ibadah sehari-hari hanya datang sedikit. Jemaah lebih banyak datang saat ibadah salat Jumat. Bahkan, jemaah dari Kansai pun datang ke masjid ini. MasyaAllah. Selain sebagai tempat beribadah, masjid ini juga sering digunakan untuk tempat melaksanakan pernikahan untuk umat muslim di Jepang, baik akad nikah maupun resepsi.

Di dalam masjid, disediakan sebuah perpustakaan kecil dengan koleksi buku berbahasa Arab. Selain itu, buku-buku tentang Islam dalam bahasa Jepang juga tersusun rapi di rak perpustakaan masjid ini. Saat pulang dari salat di dalam masjid ini, pengelola masjid memberikan kenang-kenangan kepada kami buku kecil dalam Bahasa Jepang. Saya mengira bahwa ini adalah buku zikir dalam Bahasa Jepang.

Tempat mukena.

Karena masjid ini digunakan sebagai tempat beribadah, pastikan kalian menenakan pakaian tertutup. Jangan mengenakan pakaian terbuka yang mempertontonkan aurat, seperti celana pendek dan rok mini. Meskipun tidak mengenakan kerudung/selendang, pengunjung wanita diharapkan mengenakan penutup rambut yang sesuai, yaitu kerudung.

Masjid ini terletak di 2 Chome 025-14 Nakayamatedori Chuo-ku, Kobe, Prefektur Hyogo. Untuk ke masjid ini, kalian bisa turun di stasiun terdekat, yaitu Stasiun Sannomiya lalu melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Kalian bisa ke sini kapan pun untuk melaksanakan ibadah salat lima waktu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.