Masjid Jawa yang Bersejarah di Thailand

0
341
Bagian depan Masjid Jawa.

Masjid Jawa di Thailand terletak di Soi Charoen, Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok, Thailand. Untuk menuju masjid ini kalian bisa turun di stasiun BTS terdekat, yaitu Stasiun Surasak. Sampai di stasiun itu, kalian hanya perlu berjalan kaki selama 8 menit. Dengan google map, kalian pasti bisa sampai di masjid itu dengan baik tanpa kesasar. Gampangnya, setelah turun di Stasiun Surasak, kalian bisa berjalan di gang di samping St Louis Hospital. Di sekitar sini, kalian akan banyak berjumpa dengan perantauan Jawa dan Melayu.

Dari namanya, orang Indonesia yang berkunung ke sana atau akan ke sana pasti bertanya-tanya, Mengapa masjid ini bernama Masjid Jawa? Benar sekali, masjid ini memang didirikan oleh orang Jawa di atas tanah wakaf milik Haji Muhammad Saleh. Masjid ini didirika di Bangkok pada Juni-September pada masa Rathanakosin (periode Rama V) bulan Muharam 1326 hijriah. Pada kalender Masehi, masjid ini berdiri tahun 1906.

Masjid Jawa memiliki arstektur yang khas dari Jawa. Masjid ini bentuknya sama dengan masjid-masjid yang ada di Tanah Jawa, yaitu bentuk atapnya. Atapnya berupa limas berundak tiga yang serupa dengan masjid-masjid tua di Indonesia. Jika dilihat dari dekat, masjid ini memang memiliki kemiripan dengan Masjid Agung Kauman di Yogyakarta, tetapi versi lebih kecil. Secara keseluruhan, masjid ini didominasi oleh warna hijau muda.

Bangunan utama masjid.

Sementara itu, bangunan utama masjid berbentuk segi empat dengan ukuran 12 x 12 meter dengan saka guru (empat pilar di tengah masjid yang digunakan sebagai penyanggah). Masjid ini memiliki empat pintu kayu. Di bagian depan mihrab, ada mimbar kayu yang dilengkapi tangga. Kanan kirinya diapit dua buah jam lonceng yang juga terbuat dari kayu. Di luar bangunan utama masjid yang luas itu, masih ada ruangan khusus berbenuk rumah panggung yang biasanya digunakan untuk mengaji dan ruang kelas untuk warga Indonesia dari Jawa mempelajari bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Sementara itu, di seberang masjid terdapat pemakaman Islam. Masjid ini sangat ramai saat masuk jam salat. Saat ke sini, sebagai budget traveller, kalian pun bisa menginap di masjid ini. Jika pun tidak, kalian bisa mengisi air minum selagi berada di masjid ini.

Mengapa banyak orang Jawa yang tinggal di Bangkok sampai membangun sebuah masjid untuk ibadah sehari-hari? Sejarahnya bermula saat Raja Thailand, Raja Rama V Chulalongkorn ke Kebun Raya Bogor di Indonesia. Rupanya, Raja Thailand ini tertarik dengan tata letak tanaman di Kebun Raya Bogor. Akhirnya, Raja Thailand pun mempekerjakan orang Jawa untuk membuat taman di Bangkok yang persis seperti di Kebun Raya Bogor.

Pintu masuk ke masjid.

Orang yang paling berjasa dalam pembangunan masjid ini adalah Selamat. Selama tinggal di Thailand, dialah yang menginiasi berdirinya Masjid Jawa. Dengan adanya Masjid Jawa di tengah-tengah pendatang dari Jawa, mereka bisa melepas rindu akan tanah kelahiran mereka di Jawa, Indonesia. Bahkan, tradisi saat lebaran pun masih diterapkan oleh warga di sini, seperi kenduri dan sungkeman.

Dengan datang ke Masjid Jawa, kalian bisa sekalian berkuliner di sekitar masjid. Dijamin, jika kalian membeli makanan di sini, insyaallah halal. Cara memastikannya sangatlah mudah. Kalian hanya perlu melihat penjualnya. Jika penjualnya mengenakan jilbab, kalian bisa langsung membeli dan melahapnya. Rata-rata, makanan yang dijual di sekitar masjid adalah bakso bakar dan jenis sate lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.