Masjid Agung Jawa Tengah Rasa Masjid Nabawi

0
250
Masjid Agung Jawa Tengah.

Belum afdol rasanya bila pergi ke Kota Semarang tanpa mampir dulu ke Masjid Agungnya. Banyak orang yang salah kira menyebut Masjid Megah ini dengan sebutan Masjid Agung Semarang karena letaknya di Kota Semarang, padahal nama masjid ini adalah Masjid Agung Jawa Tengah. Tak terkecuali saya, saya pun baru tahu nama sebenarnya setelah datang sendiri ke sana, terpampang jelas di atas gerbang masuknya.

Setelah bersilahturahmi ke saudara yang tinggal di Kota Lumpia ini, saya sekeluarga menyempatkan untuk berkunjung ke Masjid yang berdiri dengan gagah di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari. Rencananya mau sekalian untuk shalat Ashar di sana. Karena belum ada yang pernah ke sini jadi kami mengandalkan gmaps sebagai petunjuk arah. Kami sampai di sana sekitaran pukul 14.00 WIB dan suasana masjid sudah ramai dengan pengunjung. Ditambah lagi ada acara resepsi di Hall-nya, membuat suasana menjadi semakin ramai.

Masjid dengan luas 10 hektar ini dibangun di atas tanah waqaf milik Masjid Besar Kauman Semarang. Mulai dibangun pada tanggal 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama saat itu dan selesai pada tanggal 14 November 2006. Peresmian masjid dilakukan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Meski peresmian dilakukan tahun 2006 namun masjid ini telah digunakan untuk ibadah sejak 2004.

Suasana area serambi masjid.

Sambil menunggu waktu Ashar, saya mengisi waktu dengan berjalan-jalan keliling Masjid. Pelataran masjid sangatlah luas. Lantainya, lantai keramik yang mengkilap. Teriknya sinar matahari yang memantul di lantai membuat lantai nampak seperti basah. Cuaca Kota Semarang yang super hot ini membuat lantai jadi panas, jadi tetaplah menggunakan alas kaki saat berada di pelataran atau kaki kalian akan sakit karena kepanasan. Ada tulisan “Batas suci” saat akan memasuki area serambi masjid, namun tanda itu berlaku hanya untuk hari Jumat. Karena serambi masjid digunakan untuk shalat jumat. Sedangkan untuk hari biasa, ibadah shalatnya dilakukan di dalam masjid. Sehingga tak mengapa untuk memakai alas kaki di area serambi masjid.

Hal yang membuat masjid ini menarik untuk dikunjungi adalah karena arsitekturnya yang sangat indah. Arsitektur Masjid merupakan perpaduan tiga gaya yaitu gaya Jawa, Romawi dan Arab. Atap masjid yang berbentuk limas merupakan gaya khas bangunan Jawa, lihat saja rumah-rumah khas Joglo Jawa pasti atapnya berbentuk limas seperti atap masjid ini. Pilar-pilar yang berada di pelataran masjid memperlihatkan gaya khas romawi. Di gerbangnya dituliskan dua kalimat syahadat. Pilar-pilar tersebut juga memiliki arti, dibangun sebanyak 25 pilar untuk menyimbolkan banyaknya Nabi dan Rosul yang berjumlah 25.

Bagian dalam masjid.

Gaya Arab terlihat dari 6 payung raksasa otomatis yang bisa dibuka dan ditutup yang berada di area serambi masjid. Payung elektrik dengan tinggi 20 meter dan diameter 14 meter ini sama seperti yang berada di Masjid Nabawi. Jika kalian sedang berdiri di area serambi masjid, kalian akan berasa seperti di Masjid Nabawi. Tak hanya bangunannya saja yang sama, cuaca panas Semarang pun akan membuat kalian benar-benar berasa di Kota Madinah.

Biasanya payung ini akan dikembangkan pada hari jumat saat shalat jumat akan dilaksanakan. Selain itu juga waktu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha saat pelaksaan shalat Ied dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 20 knot.

Di dalam masjid terdapat sebuah Al-quran raksasa berukuran 145 x 95 cm yang di taruh di dalam kotak kaca. Al-quran ini ditulis oleh Drs. Khyatudin dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Juga terdapat bedug raksasa berukuran panjang 310 cm dan berdiameter 220 cm. Bedug ini dibuat oleh para santri Pondok Pesanteren Alfalah Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas dengan bahan kulit lembu Australia.

Pilar masjid dengan gaya romawi.

Selain bangunan masjid yang ada di tengah-tengah lahan, di dalam area Masjid Agung Jawa Tengah ini juga Menara Asmaul Husna dengan tinggi 99 meter, sesuai dengan jumlah nama-nama Allah. Dalam menara ini terdapat studio Radio DAIS di lantai 1, Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah  di lantai 2, Rumah makan di lantai 18, dan Gardu Pandang Kota Semarang di lantai 19.

Jika ke Semarang, jangan sampai lupa memasukkan Masjid Agung Jawa Tengah ke dalam list destinasi kalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.