Manuk Napinadar dan Nasi Pelleng, Masakan Khas dari Tanah Batak yang Membuat Ketagihan

0
463
Masakan nasi kuning ini plus Manuk na Pinadara menjadi masakan khas keluarga yang selalu diimpi-impikan.

Kuliner tanah air ini tidaklah habis-habisnya untuk ditenarkan dan akan membuat lidah kita rindu untuk kembali menyantapnya setiap kali kita mengingat, misalnya, kata nasi kuning atau ayam kampung. Nusantara ini tidak akan pernah kehabisan kuliner untuk disuguhkan dan disantap, karena kelezatannya berkat sumber daya alam yang melimpah. Tidak dapat dipungkiri, rempah-rempah tanah air ditambah dengan kekayaan alam seperti melimpahnya stok ayam kampung, beras merah, ikan mas, dan sebagainya mampu diramu oleh setiap tangan-tangan yang punya kreasi, pasti mampu menghasilkan hidangan sempurna, mampu menendang selera makan anggota keluarga untuk menyantap masakan khas yang disuguhkan, tidak terkecuali dalam setiap momen pertemuan keluarga.

Pun dengan kuliner yang akan kami suguhkan berasal dari Batak Toba. Kuliner ini sangat khas, karena perpaduan antara masakan khas Batak Toba dengan Pak-pak Dairi. Bicara tentang Danau Toba, maka pesonanya sudah sampai ke seluruh jagad raya ini betapa indah dan mempesonanya danau yang dijuluki “negeri indah kepingan surga”¬†yang tiada duanya di dunia. Sangat beruntung Sumatera Utara memiliki danau yang menjadi destinasi wisata dunia yang dilindungi oleh UNESCO.

Cara Menyediakan Masakan khas Batak, Manuk na pinadar dan nasi kuning.

Tidak hanya keindahan alamnya, ternyata Danau Toba mampu memberi kehidupan kepada jutaan rakyat Indonesia yang hidup di sekitar dengan 7 kabupaten / kota, yaitu Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Dairi, dan Karo yang berada di lingkaran Danau Toba. Inilah yang membuat Danau Toba menjadi lebih bermakna dan sangat vital perananya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak heran apabila bapak Presiden mencanangkan bahwa Danau Toba salah satu dari sepuluh destinasi parawisata yang wajib dikunjungi dan mampu mendatangkan devisa bagi negara.

Selain tempat wisata, tentunya kuliner-kuliner asli dari tanah Batak yang diturunkan secara turun temurun tentunya tidak ketinggalan menjadi santapan yang harus dicoba dan dirasakan. Sangat beragam dan memiliki ciri khas. Salah satu yang paling menyita perhatian dan sangat diminati adalah manuk napinadar.

Manuk napinadar, berasal dari dua kata, yaitu Manuk dan Napinadar. Manuk, artinya Ayam Kampung, sedangkan Napinadar, artinya yang dibakar atau dipanggang dengan dilumuri bumbu khas yang telah disiapkan sebelumnya.

Bumbu untuk masakan khas Batak. Terutama keberadaan Andaliman dalam hal menambah kelezatan makanan.

Sedangkan nasi kuning, adalah nasi yang berwarna kuning khas dari Pakpak Barat yang diracik dengan bumbu-bumbu khas Batak. Kedua hidangan ini sudah menjadi hidangan tradisional yang diturunkan turun temurun oleh leluhur kepada anak-anaknya dan dari kakek kepada orang tua kami dan begitu terus hingga kepada kami anak-anaknya.

Konon ceritanya, nasi kuning ini disediakan oleh nenek moyang para pejuang dari tanah Pakpak Barat untuk memberangkatkan mereka yang akan berperang agar berani di medan perjuangan, agar selamat dan pulang membawa kemenangan. Jadi, hingga sekarang, orangtuaku meyakini dengan makan bersama Nasi Pollong bersama dengan Manuk Napinadar, diharapkan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, memberikan semangat dan bisa menjalani tahun yang baru dengan penuh kemenangan.

Memang, untuk mengerjakan kedua resep ini sangat dibutuhkan kesabaran dan waktu yang cukup, karena tingkat kerumitan dan pengerjaannya yang sedikit merepotkan. Apalagi dalam membelah bagian perut ayam dan memotong-motong bagian ayam untuk membuat gulai ayam, karena Manuk Napinadar dan Nasi Pollong tidak lengkap tanpa gulai ayam.

Setelah selesai dimasak, maka kedua hidangan ini saatnya dihidangkan. Menjadi sebuah tanda kekeluargaan, karena hidangan ini sifatnya untuk mempererat tali silaturahmi keluarga dan untuk memacu semangat bagi yang akan sekolah dan bekerja. Disinilah tampak kebersamaan, kedekatan antar anggota keluarga, apalagi dihiasi dengan canda dan tawa, rasa pedas akan hilang bersamaan dengan munculnya canda dan tawa saat bersantap bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.