Manisnya Jeruk Khas Jepang di Desa Akehama

0
323
Kemasan Jeruk Menyerupai Wajah Mikyan.

Jika membahas mengenai buah dan Jepang, salah satu buah yang terpikirkan oleh kita pasti jeruk Yuzu. Ya, jeruk Yuzu adalah salah satu varietas buah jeruk yang sangat terkenal di Jepang. Jeruk ini cukup mudah dikenali dari bentuknya yang agak bulat, berwarna kuning terang, serta rasanya yang cukup manis. Tidak hanya itu, jeruk ini bahkan mampu bertahan hidup di suhu ekstrim hingga -9 derajat celcius!

Salah satu prefektur penghasil jeruk Yuzu (dan berbagai jeruk varietas lainnya) di Jepang adalah prefektur Ehime. Prefektur yang memiliki arti “Gadis yang Cantik” ini terletak di selatan Jepang, tepatnya di sisi barat Pulau Shikoku. Saking terkenalnya sebagai penghasil Jeruk, Prefektur Ehime bahkan memiliki maskot bernama Mikyan, seekor anjing lucu yang menyerupai jeruk!

Perkebunan Jeruk di Perbukitan Desa Akehama.
Perkebunan Jeruk di Desa Akehama

Salah satu desa yang memiliki banyak kebun jeruk di Ehime adalah Desa Akehama. Desa ini terletak sejauh 90 km ke arah selatan dari Kota Matsuyama. Dikelilingi oleh perbukitan dan bersebelahan dengan laut membuat suhu di Akehama terasa hangat saat musim panas (sekitar 30 derajat celcius) dan sejuk saat musim dingin (sekitar 10 derajat celcius).

Di desa ini, kamu dapat melihat hektaran kebun jeruk yang menyelimuti wilayah perbukitan. Ya, Desa Akehama tidak memiliki banyak lahan datar sehingga masyarakat setempat harus menggunakan wilayah perbukitan sebagai perkebunan jeruk. Kontur bukit yang cukup landai tidak menyurutkan para petani untuk mengecek perkebunannya setiap hari. Mereka justru mampu memanfaatkan landainya perkebunan mereka untuk mengangkut hasil panen dengan cara membuat sistem rel dan keranjang khusus. Untungnya, untuk mengairi kebun mereka sudah menggunakan sprinkler.

Jeruk yang diproduksi di Akehama memiliki rasa yang lebih manis dan berbentuk lebih bulat. Inilah mengapa jeruk dari Desa Akehama disukai masyarakat Jepang, terkecuali masyarakat Jepang wilayah utara yang lebih menyukai jeruk dengan rasa yang masam. Selain berprofesi sebagai petani jeruk Yuzu dan Ponkan, tidak sedikit dari masyarakat Akehama yang berprofesi sebagai nelayan, mekanik, hingga petani kerang.

Salah satu produk lokal masyarakat Dusun Tonoe, Desa Akehama, ‘Ice Oranges’.
Kemasan Jeruk yang Lucu

Toko-toko di Jepang biasanya menjual buah atau sayuran berdasarkan jumlah, berbeda dengan Indonesia yang menjual berdasarkan berat. Harga jeruk per butirnya bisa mencapai 150 Yen, terutama bila dijual di kota-kota besar seperti Tokyo atau Osaka. Namun jika kamu membelinya di toko lokal di sekitar Akehama, kamu bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Apalagi jika kamu ikut membatu petaninya memetik, bisa jadi kamu diberikan secara cuma-cuma, hehehe. Jeruk dari Akehama biasa dikemas dalam kemasan plastik yang menyerupai wajah Mikyan yang lucu.

Kios Jual Sayur Tanpa Penjaga

Seperti halnya wilayah pedesaan lain di jepang, di Akehama kamu bisa menemukan kios penjual sayur yang tidak dijaga oleh pemiliknya. Setiap produk yang dijual seperti sayuran dan buah-buahan sudah terpampang harga yang ditawarkan. Bagi yang ingin membeli cukup memasukkan uang pas ke dalam kotak kayu yang sudah disediakan. Unik ya?

Jeruk yang Dijual Warga Lokal.
Turnamen Hockey Khusus Lansia

Desa Akehama merupakan sebuah desa kecil dengan pertanian sebagai sektor utamanya. Masyarakat Jepang masa kini umumnya kurang menyukai profesi di sektor pertanian, begitu pula dengan pemuda yang bertinggal di Desa Akehama. Banyak dari penduduk Akehama berumur produktif sudah pindah ke kota lain, mulai dari Matsuyama yang terletak cukup dekat hingga kota besar seperti Tokyo atau Osaka. Hal ini menyebabkan sebagian besar penduduk yang tinggal di Akehama adalah adalah orang tua dan lansia.

Jumlah penduduk yang didominasi lansia ini membawa keunikan tersendiri. Penduduk setempat sering mengadakan lomba hockey khusus lansia. Selain dapat mempererat ikatan antar warga, permainan ini juga dapat mencegah lansia terkena alzheimer. Ssst, meskipun sudah terlihat tua namun masyarakat lansia di Akehama masih terlihat segar dan bersemangat untuk berolahraga lho. Bahkan, bukan tidak mungkin kamu akan melihat kakek-kakek berumur 80an yang masih semangat mengejar bola!

Bila kamu sedang berlibur di Matsuyama, tidak ada salahnya jika kamu mengunjungi Akehama. Selain dapat menyegarkan mata dengan melihat perbukitan, manisnya jeruk khas Akehama juga cocok untuk kamu bawa pulang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.