Makanan Khas Parigi Moutong, Lalampa Toboli

0
651
Prosesi pembuatan Lalampa.

Teman-taman yang suka jalan, pecinta kuliner, apakah pernah berkunjung ke Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah? Kabupaten Parigi Moutong salah satu tingkat II di Provinsi Sulawesi Tengah. Sebagian besar dari daerah Pantai Timur Sulawesi Tengah dan Teluk Tomini memiliki banyak aneka kuliner makanan khas Parigi Sulteng salah satunya lalampa toboli.

Daerah yang mempunyai panjang garis pantai kurang lebih 472 km, terbentang dari Desa Maleali di Kecamatan Sausu sampai Desa Sejoli di Kecamatan Moutong memang tidak bisa dipisahkan dari unsur ikan laut. Sebab daerah ini juga termasuk daerah penghasil ikan laut yang cukup tinggi dan sebagian masyrakatnya berprofesi sebagai nelayan jadi tidak perlu heran kalau makanan khas daerah ini kebanyakan dari ikan laut seperti halnya lalampa yang memiliki bahan dasar ikan.

Prosesi pembuatan Lalampa.

Jika anda tengah berada di Sulawesi Tengah dan berada di daerah Toboli, Kabupaten Parigi Moutong, tak lengkap rasanya jika tidak singgah mencicipi makanan khas daerah ini yang di sebut dengan lalampa toboli. Makanan ini sudah sangat dikenal dan menjadi salah satu makanan khas daerah ini.

Lalampa toboli pertama kali dibuat oleh Cik Sungi sejak tahun 1963 sampai sekarang dan sudah memiliki banyak karyawan untuk mengembangkan usahanya. Dalam sehari bisa menghabiskan ketan sebanyak 100 kg, atau setara 4628 bungkus lalampa.

Lalampa semacam kue hampir sama dengan lemper atau lontong, namun dibuat lebih panjang dan langsing, adapun bahan utama pembuatan lalampa adalah beras ketan putih,dan ikan bakar yang digiling halus lalu ditumis dengan bumbu-bumbu tertentu, kemudian dibungkus dengan daun pisang yang ujung-ujungnya ditusuk dengan lidi. Dalam prosesnya pertama ketan dimasak terlebih dahulu, kemudian digulung dengan ikan bakar yang sudah dihaluskan di dalam daun pisang. Selanjutnya dibakar di atas pembakaran dengan arang batok kelapa.

Pembakaran lalampa diatas arang tempurung kelapa.

Sebelum disajikan, Lalampa yang dibungkus daun pisang ini dibakar di atas arang yang berasal dari batok kelapa sekitar 10 menit sehingga pembeli bisa menikmatinya dalam keadaan hangat

Lalampa yang enak biasanya ditentukan pada isiannya. Di beberapa warung, lalampa diisi ikan yang sudah diiris-iris kecil dalam jumlah banyak dan sedikit pedas, sehingga tambah nikmat. Saking enaknya makanan khas daerah Parigi Moutong ini, biasanya banyak pelancong yang mampir ke warung-warung yang menyajikan lalampa bila melewati Desa Toboli, menikmati lalampa sambil menyeduh kopi sungguh nikmat tiada duanya.

Pada tahun 2015 silam, lalampa toboli pernah mendapat rekor muri dalam kategori bakar lalampa massal terbanyak dan terpanjang. Karena lalampa toboli, Parigi Moutong sudah cukup banyak dikenali oleh wisatawan dalam negeri, bahkan sudah dikenal sampai mancanegara. Yang bikin asyiknya lagi, tidak usah pusing mencari warung yang menjajakan makanan ini, karena jika kita telusuri jalanan Toboli akan banyak dijumpai warung yang menjajakan lalampa.

Transaksi jual beli lalampa.

Penikmat lalampa toboli tidak didominasi oleh orang tua tapi kebanyakan disukai oleh muda-mudi dengan latar belakang yang beragam, dan harga dari lalampa juga tidak akan merobek kantong. Cukup mengeluarkan uang Rp 5000, kita sudah mendaptakan 3 bungkus lalampa. Nah kalau misalkan yang suka ngopi, cukup mengeluarkan tambahan uang Rp 5000 lagi. Maka dengan uang Rp 10.000 kamu bisa menikmati makanan khas Parigi. Engga merobek kantong kan? Dan perut bisa kembali kenyang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.