Makan Super Kenyang di Nasi Goreng Simongol, Bandung

0
2108
Nasi Goreng Simongol, Bandung.

Bandung adalah sebuah kota yang terkenal dengan kesejukan dan keberagaman kulinernya. Wisata kuliner di Bandung tidak akan ada habisnya, selalu ada inovasi dan terobosan baru setiap waktunya. Maka dari itu, Bandung merupakan kota dengan industri kuliner yang berkembang pesat. Industri kuliner di Bandung seakan menjadi trendsetter bagi kuliner kota lain di Indonesia.

Ada salah satu tempat kuliner yang sedang naik daun di Bandung, namanya Nasi Goreng Simongol. Seperti namanya, tempat kuliner ini menyediakan nasi goreng sebagai menu andalannya. Lalu, apa yang membedakan nasi goreng di sana dengan nasi goreng lainnya?

Nasi Goreng Simongol merupakan tempat kuliner yang bisa dibilang baru, tetapi menawarkan konsep yang menarik. Jadi, tempat ini menjual nasi goreng seharga Rp. 20.000, yang mana kalian bisa menentukan porsi kalian sendiri, ditambah dengan banyak pilihan bumbu, dan bisa memilih topping secara bebas. Berikut ulasan jujur dan objektif saya mengenai Nasi Goreng Simongol ini.

Kesan Pertama
Mengambil Porsi Sesuai Keinginan Masing-masing.

Nasi Goreng Simongol terletak di daerah Jl. Dipatiukur, dekat dengan Jl. Dago (Ir.Juanda). Seperti diketahui, daerah Dipatiukur dan Dago merupakan tempat legendaris untuk wisata kuliner. Mungkin, karena tempatnya yang strategis inilah Nasi Goreng Simongol cukup ramai didatangi. Setelah menembus kemacetan sore hari di daerah Dago, sampailah saya di Nasi Goreng Simongol.

Setelah memarkirkan motor, saya masuk ke area tempat makan. Ramai dan cukup sesak, walaupun semi-outdoor, tapi kesan sesak masih ada. Mungkin karena meja dan ramainya pembeli, walaupun katanya makin malam makin ramai, sampai mengantri keluar pagar. Tapi sore itu, saya cukup beruntung karena pembeli masih sepi.

Saya mulai memesan, dan seorang karyawan bilang, “Mas, selamat datang. Silahkan mengambil nasi, sayur sayuran, dan mie sepuasnya.”

Penggorengan Nasi yang Unik.

Setelah masuk, saya langsung mengambil nasi sampai penuh, mie sedikit, lalu sayur sayuran yang lumayan banyak. Ada kembang kol, sayur hijau, wortel, dan daun bawang. Saya lalu menuju ke kasir untuk membayar, tetapi sebelumnya saya disuruh untuk memilih bumbu nasi goreng dan juga topping-nya, masing-masing satu saja.

Ada bumbu rendang, bumbu kare, bumbu cabe bawang, dan masih banyak lagi. Topping yang tersedia juga bermacam-macam, mulai dari ayam, sosis, dan lain-lain. Saya memilih bumbu mongol, yaitu butter dan tanpa kecap dengan topping sosis.

Dari tadi saya sebenarnya memerhatikan penggorengan nasi goreng yang super besar! Menarik sekali, cara menggorengnya pun unik. Spatula-nya berbentuk seperti pedang, lalu kadang diputar-putar seperti sirkus, sebuah konsep dan daya tarik yang unik. Kesan pertama tentang Nasi Goreng Simongol adalah unik, ide dan konsep restonya menarik, sesak, dan ramai. Apalagi, ketika membayar, walaupun saya mengambil banyak tapi tetap harganya Rp. 20.000 saja! Sangat murah jika kalian senang untuk makan makanan dengan porsi yang sangat banyak.

Makanan dan Kesan Lain

Saya datang ke tempat ini dengan kondisi lapar, baru saja melewati kemacetan Bandung, dan ditambah dengan kondisi restoran yang lumayan sesak dan penuh. Lalu, saya menunggu hampir 60 menit sampai makanan datang! Untung saya bersama teman-teman, jika sendiri pasti0 akan membosankan.

Setelah hampir satu jam, akhirnya nasi goreng pesanan saya datang. Setelah dicoba, rasanya lumayan juga, karena saya pun dari awal belum tahu rasa butter. Nah, masalahnya, untuk makan nasi goreng di sini kita cukup sulit memilih rasa yang cocok, karena jika kita terlalu kalap mengambil banyak tetapi ternyata rasanya kurang cocok, maka kita pun tidak bisa menikmatinya. Ingat, jika makanan kita tidak habis akan didenda Rp. 10.000. Jadi, pastikan kalian mengambil porsi sesuai dengan kemampuan kalian, ya.

Tempat ini sangat cocok untuk kalian yang sedang ingin makan kenyang dengan uang minim. Yuk, kulineran ke Nasi Goreng Simongol!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.