Makan Angkringan Rasa Resto di Wedangan Omah Lawas Solo

1
961
Aneka Tempura dan Baceman Untuk Lauk.

Saat berjalan-jalan di Solo, pasti saya juga ingin mencoba kuliner khasnya. Apalagi kalau bukan nasi kucing yang sering dijual di angkringan. Tapi, saya melihat di beberapa media sosial bahwa ada beberapa tempat di Kota Solo yang menjual nasi kucing dengan konsep berbeda layaknya sebuah kafe atau resto.

Awalnya, saya berpikir pasti harganya mahal, karena tempatnya bagus. Sayang kalau hanya makan nasi kucing saja, namun harus merogoh kocek dalam. Setelah melihat-lihat beberapa tempat makan semacam ini, akhirnya saya memutuskan untuk menjajal sebuah resto yang menjual menu nasi kucing, namanya adalah Wedangan Omah Lawas. Menurut beberapa ulasan sih harganya murah.

Dari penginapan saya di daerah Serengan, hanya perlu menempuh jarak sekitar 1.5 km untuk sampai di wedangan yang berada di daerah Jalan Dr. Supomo, Mangkubumen, Banjarsari, Kota Solo ini. Sesampainya di sana, saya baru paham konsep wedangan itu seperti apa. Jadi, ada banyak macam minuman hangat yang dijual di sini, mulai dari ronde, STMJ, teh tarik, dan sebagainya.

Wedangan Omah Lawas Solo.

Karena menjual aneka minuman hangat, maka tempat ini baru buka sekitar pukul 16:30 hingga tengah malam. Makanya, saya sengaja mengosongkan perut untuk makan malam di sini sambil mencoba bagaimana rasanya makan nasi kucing di tempat layaknya resto ini.

Ternyata, untuk memesan makanan dan minuman, harus dilakukan secara terpisah. Saya pun memesan minuman dulu dan membayarnya. Sembari menunggu minuman datang, saya memilih menu makanan sesuai keinginan saya. Wah, ada banyak pilihan makanan yang tertata di sebuah meja.

Berbagai pilihan nasi kucing yang tersedia. Ada nasi oseng tempe, nasi oseng sawi asin, nasi oseng teri, nasi oseng udang, dan lain sebagainya. Aduh, saking banyaknya, saya sampai bingung akan memilih yang mana. Maunya, saya coba satu per satu semua. Tapi, saya tidak yakin bisa menghabiskan semua. Makanya, saya pilih aman saja, nasi oseng tempe kesukaan saya. Entah, saya selalu suka nasi oseng tempe jika berada di Yogyakarta atau Solo. Menurut saya, ini rasa original dari nasi kucing.

Tempat Membakar Lauk.

Selepas memilih nasi, saya kembali bingung untuk memilih lauk yang akan menjadi nasi kucing. Alamak, rasanya ingin juga mencipi satu per satu lauk pauk yang begitu menggoda. Semua tertata rapi dalam jumlah banyak. Ada sate telur puyuh, tempura, sosis, tahu isi, usus, telur dadar, menjes, tahu dan tempe bacem, dan yang tak ketinggalan segala jenis seafood, seperti udang dan cumi. Ada pula cecek, semacam rambak sapi yang diolah khusus.

Saya pun hanya mengambil telur puyuh, tempe bacem, dan tempura. Nanti saja, kalau perut masih kuat, maka saya akan imbuh. Selepas memilih menu makanan, saatnya membayar di kasir.

Betapa terkejutnya saya, ketika harga makanan yang saya beli sangatlah murah. Ternyata, satu bungkus nasi hanya dihargai Rp. 7.000 dan lauk pauk yang saya pilih berharga sekitar Rp. 4.000. Memang, biasanya harga nasi kucing hanya Rp. 2.000. Namun pada Wedangan Omah Lawas ini, porsi nasi kucingnya bisa lebih dari 3 kali nasi kucing biasanya. Jadi, bisa dikatakan hampir sama. Rata-rata, untuk makan di sini, satu orang menghabiskan biaya sekitar Rp. 15.000 dengan catatan tidak menambah lauk lagi dan perut dalam keadaan normal.

Sebelum dimakan, ada baiknya makanan yang kita pesan dibakar dulu. Di dekat kasir, beberapa pelayan telah siap untuk membakar menu yang dipilih pembeli. Mereka pun akan mengantar makanan tersebut sesuai nomor meja. Jadi, pembeli tak perlu menunggu proses pembakaran tersebut.

Tempat Lesehan yang Cocok Untuk Bersantai.

Sambil menunggu, saya segera mencari tempat yang asyik untuk makan. Ada tempat duduk di pinggir taman dan ada tempat lesehan di dalam. Saya lebih memilih tempat lesehan agar bisa lebih leluasa mengobrol dengan teman yang baru datang belakangan. Tempatnya cukup luas dan menarik, berbagai ornamen menghiasi dinding dan pintu yang menandakan tempat ini bekas rumah kuno.

Luasnya tempat lesehan itu menjadi sangat pas jika dijadikan tempat bersantai bersama keluarga. Ada pula ruangan VIP yang bisa dipesan untuk acara tertentu. Akhirnya saya sepakat, Wedangan Omah Lawas sangat pas dijadikan tempat makan untuk berwisata kuliner di Kota Solo.

Tak terasa, makanan dan minuman saya pun tiba. Sudah tak sabar untuk segera mencicipi, saya langsung melahap nasi kucing yang saya pesan, dan ternyata sangat enak. Bumbu cabai merah yang berpadu dengan kecap manis benar-benar merasuk ke dalam tempe. Rasanya pun tidak terlalu pedas. Saya memang penggila oseng tempe. Jadi, saya bisa membandingkan mana yang enak dan yang tidak.

Pun, dengan lauk yang saya pilih. Tempe bacem yang harus ada dalam angkringan juga tak terlalu manis. Ini yang paling penting agar tidak enek. Makanya, saya sampai habis dan menambah satu porsi lagi nasi oseng tempe. Makanya, kalau ke Solo, tapi tidak mampir ke Wedangan Omah Lawas, saya jamin kalian rugi.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.