Makam Raja-Raja Mataram: Wisata Budaya dan Religi

0
260
Gerbang makam Raja raja Mataram.

Di Indonesia, trend pariwisatanya sedang naik. Ada permintaan dan penawaran yang seimbang di industri pariwisata, tetapi trend wisata alam lebih banyak digemari dibanding wisata lain. Padahal, kekayaan Indonesia sangat banyak, tidak hanya kekayaan alamnya saja. Salah satu harta terpendam yang belum terlalu dieksplorasi adalah wisata budaya dan sejarah.

Wisata yang mengeksplorasi sejarah sekaligus kebudayaan sebuah daerah belum terlalu masif dilakukan. Nah, salah satu kota wisata sejarah dan budaya yang cocok kalian kunjungi, yaitu Yogyakarta! Setelah Bali, daerah ini memiliki banyak sekali potensi wisata budaya dan sejarah. Salah satu daerah wisata berpotensi adalah Kotagede.

Ziarah, Sejarah, dan Wisata Budaya.

Kotagede memiliki sejarah yang panjang, karena daerah ini sudah ada sejak 400 tahun lalu! Sebagai bekas ibu kota Mataram Islam, daerah ini memiliki banyak peninggalan bersejarah, di antaranya adalah Makam Raja Raja Mataram. Wisata ke makam ini adalah wisata yang sangat unik, karena kita berfungsi sebagai peziarah.

Pakaian adat abdi dalem.

Sebagai peziarah makam, kita harus memenuhi beberapa persyaratan sebelum masuk ke dalam kompleks pemakaman. Syarat pertama, kita harus memakai pakaian abdi dalem. Pakaian ini adalah pakaian tradisional yang biasa dipakai oleh warga Yogyakarta, khususnya dalam lingkungan kraton. Laki laki memakai kain jarik, surjan, dan blangkon. Sedangkan perempuan memakai kemben, kain jarik, dan tidak diperkenankan memakai jilbab. Semua pakaian itu disewakan oleh pihak pengelola makam, sehingga kita tidak usah repot membawa semua pakaian itu. Lalu, untuk masuk ke dalam area pemakaman, kita harus melepas alas kaki.

Selanjutnya, kita harus didampingi pemandu. Karena di dalam kompleks pemakaman terdapat tata cara dan keterangan sejarah yang dijelaskan oleh pemandu, sehingga kita bisa memahami berbagai konteks dari pemakaman itu. Selain itu, kebanyakan orang yang datang ke makam ini bertujuan untuk ziarah dan melakukan tradisi. Jadi, ada hal hal khusus yang kita harus perhatikan.

Arsitektur khas Mataram Islam.

Lalu, kita dilarang membawa kamera ke kompleks pemakaman. Kita hanya bisa berfoto di luar area, tepatnya di gerbang dan area pelataran saja. Di area ini terdapat beberapa lukisan sultan dan tokoh penting dalam Mataram Islam. Area ini juga banyak dipakai untuk berdoa dan melakukan beberapa ritual, makanya terdapat beberapa peralatan ritual.

Maka, saya tidak memiliki foto area dalam kompleks makam. Walaupun begitu, kawasan makam sangatlah menarik untuk dikunjungi. Dengan memakai pakaian adat dan dipandu seorang abdi dalem senior, saya memasuki kawasan dalam pemakaman.

Gerbang makam Raja raja Mataram.

Di dalam kompleks, ada makam raja raja Mataram Islam, juga keluarga kerajaan. Ada makam Sultan Hadiwijaya, Ki Ageng Pemanahan, Panembahan Senopati, Sultan Hamengku Buwono II, dan lain lain. Menilik kisah dan wujud nyata sejarah Mataram Islam begitu menyenangkan. Suasana sakral dan antik juga membuat penjelajahan jadi menarik.

Untuk menjelajahi kompleks makam, kita bisa langsung menuju Kotagede. Bisa menggunakan kendaraan pribadi atau Trans Jogja. Kurang lebih sekitar 5 sampai 7 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Waktu ideal mengunjungi situs ini pada pukul 9 sampai 11 siang atau sekalian sore hari. Karena cuaca panas dan terik pada siang hari cukup mengganggu penjelajahan.

Mengunjungi wisata sejarah bisa membuat cara pikir dan pengetahuan kita berkembang. Dengan ini kita tidak hanya sekedar berwisata, tetapi mengenal seluk beluk sebuah daerah. Wisata sejarah sekaligus religi dan budaya di Makam Raja-raja Mataram bisa kalian kunjungi. Jadi, tertarik untuk menjelajahi kompleks pemakaman ini?

Yuk, ke Kotagede!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.