Derasnya Curug Lawe
Derasnya air terjun di Curug Lawe.

Cerita kali ini dimulai ketika gabut melanda, dosen mendadak nggak masuk padahal posisi udah di kampus dari pagi. Jadi untuk menghilangkan energi negatif kekecewaan pada hari itu, aku memilih ngaso anti mainstream. Kali ini aku nggak sama sohib kampus. Tapi sama someone spesial.

When another couple spend their time at mall, aku malah ke Curug Lawe. Yang kalau di pikir-pikir itu membutuhkan jalan kaki 2,5 km, bawa anak orang, dadakan takut ada apa-apa. Iya, memang setiap langkah yang kita ambil ada konsekuensi yang menunggu. Well, kalau di pikir terus tanpa realisasi kan itu berakhir di pengandaian belaka kaaan.

Perjalanan kita dimulai setelah sholat dzuhur, karena butuh 1 jam lebih dari kampus untuk menuju lokasi Curug Lawe yang berlokasi di Ungaran. Awalnya aku cuma bilang mau ngajak jalan, jadi dia belum ada bayangan. A few moment later…. diomelin “Lha kok kesini si mas, aku kan nggak safety ini. Sepatu beginian (pakai sepatu yang ada haknya), tas selempang, nggak ada persiapan”. Dia ini perfeksionis, maaf… jadi apa-apa itu musti terencana mateng. Dua kilo diomelin nggak apa-apa, pelajaran hari ini I hope she get it.

Setelah membayar tiket, seharga 10k untuk 2 orang itu sudah mencakup parkir motor. Kita langsung deh bareng pengunjung lain menuju air terjun. Pertama kita melewati jalan setapak di tengah perkebunan cengkeh, sampai di anak tangga pertama itu berupa turunan yang menuntun kita menjauhi parkiran. Rasanya asri, adem, sejuk hawanya itu jauh dari polusi. Karena lokasinya berada di 950 mdpl, tidak jauh dari perkebunan teh gunung Ungaran. Pemandangan kanan jalan, ada sungai kecil yang digunakan sebagai pengairan warga sekitar. Di sebelah kiri ada jurang. Di belakang? Ada calon makmum.

Sepanjang perjalanan menuju air terjun, di kanan kiri ada tenda biru, warung tenda maksudnya. Atapnya dari terpal warna biru yang menyuguhkan minuman dan gorengan, ada juga mi instan. Penjualnya ibu-ibu warga sekitar. Ramah sekali, jadi kalau kaki udah pegel-pegel bisa ngeteh dulu di sini.

Persimpangan Curug Lawe dan Benowo
Persimpangan Curug Lawe dan Benowo.

Sahabat travelblog.id, Curug Lawe ini berdekatan dengan Curug Benowo, jaraknya terpaut 1 km. Untuk yang ingin ke Curug Benowo saat di persimpangan bisa mengambil arah kiri ada petunjuk jalannya kok.

Ciri khas dari Curug Lawe adalah banyaknya jembatan yang berada di objek wisata ini. Ada satu jembatan yang paling panjang, yaitu “Jembatan Romantis” yang warnanya merah. Menurutku ini jembatan cukup membuat detak jantung memburu, karena pas ngeliat kebawah rasanya ngilu banget kurang lebih tingginya 20 meter. Setelah melewati pos CLBK perjalanan yang seseungguhnya di mulai, disitu kita disambut anak tangga dan temen-temennya anak tangga. Pepohonan di sini semakin ke dalam semakin besar diameternya. Di saat rasanya pengen mengibarkan bendera putih munculah tulisan 600 meter lagi menuju Curug Lawe, sejak ada tulisan itu jadi semangat. Terus berpuluh–puluh langkah ada tulisan lagi 500 meter curug, 400 meter, sampai yang membuat sumringah…100 meter Curug Lawe.

Melewati anak tangga menuju Curug Lawe
Melewati anak tangga dan teman-temannya.

At least, seger surprisenya! Air terjunnya unik tebingnya cekung lebar sekali dan airnya kenceng. Sahabat travelblog.id sekalian kalau main di air terjun manapun jangan pernah mandi di bawah kucuran airnya ya, berbahaya siapa tahu ada ranting atau pohon yang meluncur dari atas bersama air.

Jernihnya air yang ada di Curug Lawe
Jernihnya air yang ada di Curug Lawe.

Pukul 4 kami bergegas berjalan pulang dan sampai di parkiran pukul 5 lebih 10 menit di lanjutkan perjalanan pulang. Pulang berasa lebih cepat dari berangkatnya. Traveling dadakan tenyata aman, kami berhasil melewatinya. And, the point is.. ketika scene kehidupan berjalan sesuai rencana itu adalah hal biasa. Faktanya, seringkali momentum indah tercipta karena kebetulan. Setuju nggak? So, let a half of your day for surpise.

Jam Buka
Setiap hari 06.00-15.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.