Liburan Murah Meriah ke Flores ala Saya

0
133
Kapal Ferry yang saya tumpangi.

Berkelana ke sebuah tempat menarik merupakan cita-cita bagi banyak orang. Ditambah lagi dengan hadirnya media sosial yang memungkinkan para pengguna untuk berbagi foto dan pengalamannya, termasuk tentang tempat-tempat indah yang mereka kunjungi.

Beruntungnya, kita hidup di negara yang penuh dengan keanekaragaman budaya dan eksotisme alamnya. Dengan begitu, kita tak perlu jauh-jauh untuk menikmati keajaiban dunia ini.

Sialnya, berkelana ibarat sebuah candu. Ketika kau terjerumus ke dalamnya, candu berkelana itu akan selalu datang menghampirimu. Entah mengapa, kita dengan senang hati melakukan hal tersebut. Ah, menyebalkan!

Beberapa waktu lalu saya beruntung sekali bisa berkelana di salah satu daratan terindah di Indonesia bernama Flores. Nama Flores sekarang saya rasa sedang naik daun. Mulai dari eksotisme Taman Nasional Komodo, hingga desa tradisional yang menarik bernama Wae Rebo. Kali ini saya akan berbagi tips supaya kalian bisa berkelana di Pulau Flores dengan menekan pengeluaran seminim mungkin, tentu berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Desa Wae Rebo
Transportasi

Salah satu hal paling penting ketika berkelana adalah transportasi. Semakin kecil pengeluaran pada transportasi, semakin kecil pula total budget traveling yang akan kalian keluarkan. Tentu ada banyak alternatif untuk mengatasi hal yang satu ini. Entah berburu promo tiket, atau menggunakan cara lain. Cara lain apa, sih? Begini, terdapat 2 pilihan ketika kita akan bepergian ke luar pulau. Pertama, menggunakan moda transportasi pesawat. Kedua, menggunakan transportasi darat yang dikombinasi dengan transportasi laut.

Kekurangan menggunakan kombinasi transportasi darat dan laut adalah waktu tempuhnya yang bisa berkali-kali lipat lebih lama. Tetapi, kelebihannya adalah kalian bisa memangkas pengeluaran berkali-kali lipat lebih murah daripada menggunakan pesawat. Sedangkan transportasi pesawat adalah kebalikannya, memangkas waktu namun “menguras” dompet kalian. Karena kali ini pembahasannya adalah liburan semurah mungkin, saya rasa lebih baik lupakan moda transportasi pesawat. Kecuali kalian bisa mencari promo tiketnya jika dirasa tidak selisih jauh dengan transportasi darat dan laut.

Pengeluaran Selama Berlibur

Poin kedua ini juga tidak kalah penting. Perlu diketahui bahwa berkunjung ke spot menarik di Taman Nasional Komodo harus menggunakan perahu kecil. Jaraknya pun cukup berjauhan. Setelah sampai di Labuan Bajo, kalian bisa segera mencari jasa penyedia tur yang akan mengantarkan kalian ke spot-spot menarik di sana. Mulai dari Pulau Padar, Taka Makassar, Manta Point, Pink Beach dan tentu bertemu dengan satwa khasnya yaitu Komodo. Namun, tersedia berbagai tipe trip yang mereka tawarkan.

Taka Makassar.

Umumnya, kalian bisa memilih full day trip sampai 3 days trip. Semakin lama trip dilaksanakan, pasti akan semakin mahal juga biayanya. Jadi, jika kalian memang berkeinginan untuk sekadar berlibur dan bisa menikmati spot menarik di sana, full day trip bisa menjadi pilihan yang menarik.

Ada juga pilihan menarik berlibur menggunakan Kapal Phinisi, itu lho kapal berdesain menarik yang sering muncul di Instagram, tetapi saya pribadi tidak merekomendasikan paket tersebut jika dana dirasa sangat minim. Karena tentu selisih harganya lumayan besar jika dibandingkan dengan perahu biasa.

Setelah berkunjung ke Taman Nasional Komodo, kalian bisa istirahat terlebih dahulu di Labuan Bajo sebelum melanjutkan perjalanan ke Desa Wae Rebo. Banyak sekali hotel untuk para backpacker yang harganya bervariatif. Ada yang hanya Rp 50.000 saja untuk menginap 1 malam, lho! Pokoknya jangan malas untuk berkeliling mencari penginapan murah di sana.

Untuk memangkas biaya transportasi di Labuan Bajo, kalian bisa menyewa sepeda motor yang harganya juga cukup bervariatif. Saya mendapat harga sewa Rp 75.000 untuk 24 jam. Murah banget, kan? Kalian bisa menggunakannya untuk menuju Desa Wae Rebo keesokan harinya.

Jarak menuju Wae Rebo dari Labuan Bajo lumayan jauh, waktu tempuhnya sekitar 3 jam jika paham dengan rutenya. Jika kalian ingin menginap di Desa Wae Rebo, kalian akan membayar biaya penginapan sebesar Rp 325.000. Mahal? Relatif. Karena menurut saya pengalaman yang didapat akan lebih berharga pastinya.

Soal makan tenang saja, sudah disediakan di penginapan. Hanya tinggal bawa fisik yang prima agar kuat trekking menuju Desa Wae Rebo. Jangan lupa bawa uang tambahan juga supaya tidak panik ketika ada sesuatu yang di luar ekspektasi kita.

Pink Beach di Taman Nasional Komodo.

Berikut itinerary terbaru yang telah saya susun secara sederhana dan bisa kalian jadikan referensi.

  • Hari 1-2: Berangkat menggunakan kapal ferry dari Surabaya menuju Labuan Bajo dengan harga Rp 350.000. Waktu tempuhnya adalah 36 jam perjalanan laut. Kalian bisa menggunakan transportasi apapun untuk sampai Surabaya. Menginaplah sehari setelah sampai di Labuan Bajo agar badan tetap fit.
  • Hari 3: Melakukan trip seharian penuh dengan jasa penyedia tur. Harga bervariatif, cari yang menurut kalian cocok dengan kebutuhan.
  • Hari 4: Mengeksplorasi Labuan Bajo. Banyak kok destinasi menarik di sana, mulai dari Bukit Sylvia maupun Goa Batu Cermin. Puas-puasin, deh!
  • Hari 5-6: Mengunjungi Desa Wae Rebo. Percayalah, pemandangan dan budayanya luar biasa! Kalian tidak akan menyesal pokoknya. Setelah puas di Wae Rebo, waktunya kembali ke Labuan Bajo dan menginaplah sehari lagi.
  • Hari 7: Waktunya menuju rumah. Setelah seminggu berkelana, rumah menjadi destinasi favorit setiap orang.

Itinerary di atas tentu sangat fleksibel, kalian bisa menyusunnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Selamat berkelana, semoga kita berpapasan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.