Library Cafe: Makan, Ngopi, Baca Buku Jadi Satu

0
251
Interior Library Cafe dengan ciri khas bambu.

Library Cafe. Sesuai namanya, tempat nongkrong yang satu ini mengusung kosep yang mengawinkan antara perpustakaan dan kafe, lengkap dengan alunan musik akustik yang siap memanjakan telinga para pengunjung.

Beralamat di Jalan Toraranga, Parigi, Library Cafe merupakan salah satu inovasi dari kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Parigi Moutong yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan. Maka jangan kaget jika kafe yang satu ini menyatu dengan gedung kantor.

Library Cafe dibuka sejak pukul 10 pagi hingga 12 malam. Jika di siang hari tempat ini kerap didatangi para pagawai yang berasal dari berbagai intansi di seputar Kota Parigi, maka sebaliknya, malam hari tempat ini ramai diserbu oleh para pengunjung dari berbagai kalangan dengan latar belakang dan usia yang berbeda-beda. Mulai dari para pecinta kopi, si kutu buku, hingga penikmat musik.

Nasi goreng Library & Ayam geprek..

Untuk pecinta kopi, Library Cafe menawarkan berbagai jenis olahan kopi mulai dari black coffeeespressoamericanocappucinomoccacino, berbagai varian latte, hingga avocado coffee. Wah, saya jadi penasaran bagaimana rasanya buah alpukat yang dipadukan dengan kopi. Sayangnya, saya memiliki pengalaman buruk dengan si hijau alpukat hingga belum berniat untuk mencobanya. Waktu itu saya tetap bertahan pada zona nyaman dengan menjatuhkan pilihan pada secangkir es kopi susu.

Bagaimana jika saya bukan peminum kopi? 

Tenang saja Ferguso, kita masih punya banyak pilihan lain di sini. Aneka jus juga tersedia di Library Cafe. Mulai dari jus alpukat, jeruk, dan buah naga. Kamu pecinta minuman bersoda, silahkan memilih antara blue ocean soda, lime squash soda, strawberry soda, hingga orange sunrise soda. Juga tak ketinggalan aneka minuman berbahan dasar teh seperti thai tea, green tea, black tea, serta teh-teh yang lain. Mari ngeteh, mari bicara.

Seperti jenisnya yang bervariasai, harga minuman di Library Cafe juga sangat bervariasi mulai dari 12 ribu rupiah hingga 25 ribu rupiah.

Interior Library Cafe.

Tak adil rasanya membahas minuman tanpa dibarengi dengan pasangannya yaitu makanan. Dari segi makanan, Library Cafe menyediakan menu makanan berat di antaranya nasi goreng teriyaki, ayam geprek, dan nasi goreng library. Selain makanan berat, ada pula snack seperti kentang goreng, stik pisang, dan aneka pisang goreng. Kamu alergi makan gorengan? Silahkan mencoba puding coklat, waffle, dan aneka es krim.

Untuk makanan, Library Cafe mamasang harga 20-25 ribu rupiah untuk makanan berat, dan mulai dari 12 ribu rupiah untuk snack dan dessert. Murah meriah lezat nan mengenyangkan, bukan?

Sebagian buku yang dapat dibaca di Library Cafe.

Hal lain yang menjadi nilai tambah bagi Library Cafe adalah menu spesialnya yang bernama buku. Mengingat tujuan awal dibukanya tempat ini adalah agar menarik lebih banyak masyarakat khusunya para milenial berkunjung ke perpustakaan untuk membaca, maka buku haruslah menjadi menu utama.

Berbagai buku dan majalah dapat dengan mudah kita temukan di atas meja dan di rak yang menempel di dinding. Jika datang pada jam operasional kantor, kita juga dapat memilih buku dari ruang baca umum yang memiliki koleksi bacaan lebih banyak. Apabila ingin meminjam buku, silahkan berhubungan dengan pegawai perpustakaan.

Jika datang pada malam hari, pengunjung Library Cafe semakin dimanjakan dengan adanya penampilan para pemain musik akustik. Alunan bunyi gitar disertai merdu suara sang penyanyi membuat pengunjung mendapat paket komplit dari makan, ngopi, baca buku, hingga dihibur oleh berbagi lagu yang mengajak untuk ikut bernyanyi. Tunggu apa lagi? Ayo ke Library Cafe!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.